Izinkan Gelar PTM Terbatas, Wali Kota Palembang: Hampir 2 Tahun, Mereka Tidak Belajar di Sekolah

Kompas.com - 06/09/2021, 17:42 WIB
Walikota Palembang Harnojoyo saat mengikuti rapat perpanjangan PPKM di Polrestabes Palembang, Selasa (10/8/2021). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAWalikota Palembang Harnojoyo saat mengikuti rapat perpanjangan PPKM di Polrestabes Palembang, Selasa (10/8/2021).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengizinkan sebanyak 205 sekolah dari jenjang pendidikan SMP hingga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di tengah pandemi Covid-19, Senin (6/9/2021).

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, PTM digelar kepada sebanyak 205 sekolah karena situasi pandemi Covid-19 di kota yang ia pimpin saat ini telah merendah.

Ia mengklaim seluruh sekolah tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik untuk mengantisipasi bila adanya klaster baru penularan Covid-19.

Baca juga: Vaksinasi Ditargetkan Selesai Akhir Tahun, Pemkot Sasar 192.000 Pelajar SD hingga SMA di Palembang

"Hampir dua tahun mereka tidak belajar di sekolah. Ini harus pertama dilaksanakan PTM terbatas," kata Harno.

Adapun rincian dari 205 sekolah yang menggelar PTM itu yakni terdiri dari sebanyak 90 Sekolah Dasar (SD), 61 SMP Negeri dan Swasta, serta 54 sekolah PAUD.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Khusus PAUD, pada setiap kecamatan, hanya ada tiga PAUD yang diperbolehkan menggelar PTM.

Baca juga: Stok Menipis, Vaksinasi Guru di Palembang Molor 2 Bulan

"Pembukannya dilakukan secara bertahap sesuai evaluasi dari tim Satgas Covid-19," ujarnya.

Saat ini, menurut Harno, kasus Covid-19 telah menurun di Kota Palembang dengan risiko penyebaran Covid-19 dengan status zona oranye, yang sebelumnya sempat berzona merah.

Penurunan itu pun merupakan dampak dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level empat yang dinilai efektif menekan angka penularan virus Corona.

"Waktu belajar di sekolah dibatasi 2 jam, kemudian dikelas hanya boleh 10-12 kelas," jelasnya.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebulan Kasus Temuan Jasad Ibu dan Bayi di Kupang, Seorang Pria Datangi Polisi Mengaku sebagai Pembunuh

Sebulan Kasus Temuan Jasad Ibu dan Bayi di Kupang, Seorang Pria Datangi Polisi Mengaku sebagai Pembunuh

Regional
Soal Video Viral Debat dengan Tokoh Adat, Gubernur NTT: Netizen Beda Poltik yang 'Framing'

Soal Video Viral Debat dengan Tokoh Adat, Gubernur NTT: Netizen Beda Poltik yang "Framing"

Regional
Patuh pada Ulama, PKB Jatim Janji Tak Intervensi Muktamar ke-34 NU

Patuh pada Ulama, PKB Jatim Janji Tak Intervensi Muktamar ke-34 NU

Regional
Anaknya Dituding Terlibat dalam Proyek Sapi di Pulau Sumba, Ini Kata Gubenur NTT

Anaknya Dituding Terlibat dalam Proyek Sapi di Pulau Sumba, Ini Kata Gubenur NTT

Regional
Cerita Dian, Guru Wilayah 3T, Harus Pakai Sandal Jepit hingga Kesulitan Air Bersih

Cerita Dian, Guru Wilayah 3T, Harus Pakai Sandal Jepit hingga Kesulitan Air Bersih

Regional
Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Toraja Utara Kerahkan Alat Berat dan Beri Bantuan ke Para Korban

Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Toraja Utara Kerahkan Alat Berat dan Beri Bantuan ke Para Korban

Regional
Staf Ahli Kemendes Minta Hotel Berbintang Pakai Produk Holtikultura Warga Maumere

Staf Ahli Kemendes Minta Hotel Berbintang Pakai Produk Holtikultura Warga Maumere

Regional
2 Oknum Dokter Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Kamar, IDI Sinjai Turun Tangan

2 Oknum Dokter Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Kamar, IDI Sinjai Turun Tangan

Regional
Tak Hanya Sepak Bola, Surabaya-Liverpool Kerja Sama Edukasi Penanganan Gempa hingga Pengembangan Kawasan Dolly

Tak Hanya Sepak Bola, Surabaya-Liverpool Kerja Sama Edukasi Penanganan Gempa hingga Pengembangan Kawasan Dolly

Regional
Duduk Perkara Calon Kades Petahana di Jember Blokade Akses Jalan Warga karena Kalah Pilkades

Duduk Perkara Calon Kades Petahana di Jember Blokade Akses Jalan Warga karena Kalah Pilkades

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Partai Butuh Tokoh Elektabilitas Lumayan, Mungkin Saya Akan Dihitung

Ridwan Kamil: Kalau Partai Butuh Tokoh Elektabilitas Lumayan, Mungkin Saya Akan Dihitung

Regional
Randi Datangi Polisi dan Mengakui Bunuh Astri Serta Bayinya

Randi Datangi Polisi dan Mengakui Bunuh Astri Serta Bayinya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Office Boy' Dapat Undian Hadiah BMW Seharga Rp 700 Juta | Uang Mainan Disumbangkan ke Musala

[POPULER NUSANTARA] "Office Boy" Dapat Undian Hadiah BMW Seharga Rp 700 Juta | Uang Mainan Disumbangkan ke Musala

Regional
Perjuangan Kakek Yoseph, Tukang Parkir dan Berhasil Sekolahkan Anak hingga Bekerja di Jerman

Perjuangan Kakek Yoseph, Tukang Parkir dan Berhasil Sekolahkan Anak hingga Bekerja di Jerman

Regional
Kisah Joko Santoso Alami Kebutaan Usai Divaksin: Saat Bangun Tidur Kok Gelap Gulita...

Kisah Joko Santoso Alami Kebutaan Usai Divaksin: Saat Bangun Tidur Kok Gelap Gulita...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.