Kesaksian Perawat Saat Posramil Kisor Diserang, Ketakutan Ada yang Mengetuk Pintu, Ternyata...

Kompas.com - 04/09/2021, 17:34 WIB
Ilustrasi penyerangan HANDININGIlustrasi penyerangan

KOMPAS.com - Serangan di Pos Koramil Kisor Persiapan Kodim 1808/Maybrat, Papua Barat yang menewaskan empat anggota TNI juga sempat membuat perawat di dekat lokasi ketakutan.

Adapun, rumah perawat tersebut terletak tak jauh dari tempat penyerangan.

Salah satu perawat Nusantara Sehat yang bertugas di Puskesmas Aifat Selatan, Murni mengaku merasa takut saat pintu rumah mereka diketuk oleh seseorang yang meminta tolong.

Dia khawatir jika orang yang mengetuk pintu adalah seseorang yang berniat jahat.

Baca juga: Tangis Histeris Istri Lihat Lettu Dirman Pulang Tak Bernyawa: Dia Pergi Begitu Cepat, Kasihan Saya

Lantaran cemas, Murni sempat tidak merespons ketukan pintu tersebut.

"Saya pikir orang sana yang mengetuk pintu jadi kami tidak jawab kemudian anggota TNI itu sampai mendorong pintu dan meminta pertolongan kepada perawat kami," tutur Murni.

Dia mengatakan, kondisi anggota TNI itu sangat memprihatinkan.

"Saat masuk rumah, korban sudah tidak berdaya akibat luka di sekujur tubuhnya," kata Murni.

Perawat lainnya, Gunat bercerita bahwa dirinya mendengar suara orang berlari dan tak lama kemudian terdengar suara tembakan.

"Tapi saya tidak tahu bunyi tembakan dari arah mana karena saat itu kondisi tiba-tiba mulai ramai," kata Gunat.

Baca juga: 50 OTK Serang Posramil Kisor Papua Barat, 4 Anggota TNI Gugur

Pratu Iqbal selamat dari serangan

Pratu Iqbal Anggota TNI yang selamat dari insiden penyerangan Posramil KisorMaichel KOMPAS.com Pratu Iqbal Anggota TNI yang selamat dari insiden penyerangan Posramil Kisor

Pratu Iqbal menjadi salah satu anggota TNI yang selamat dalam serangan pada Kamis (2/9/2021) dini hari itu.

Sempat dinyatakan hilang, kini dia dapat kembali ke kesatuannya dan menceritakan kejadian yang dia lihat.

Baca juga: Selamat dari Serangan di Posramil Kisor, Pratu Iqbal Sebut Puluhan Pelaku Bawa Parang hingga Senjata Api

 

Pratu Iqbal menceritakan saat itu, ada sekitar 50 orang yang tiba-tiba datang ke Pos Koramil Kisor.

Mereka membawa senjata berupa parang, panah, senjata api, senjata rakitan dan menyerang TNI secara membabi buta.

Saat itu di pos koramil hanya ada sepucuk senjata api.

Dia juga sempat melihat rekan-rekannya diserang oleh para pelaku.

Baca juga: Kisah Pratu Iqbal Lolos dari Maut Saat Pos Koramil Kisor Diserang: Melompat ke Sungai Saat Ditembaki

Selamat karena terjun ke sungai

Dalam video yang viral, Iqbal menceritakan bagaimana dirinya bisa selamat.

Dalam serangan itu, Iqbal bisa keluar dari pos setelah menendang pintu belakang.

Ia kemudian terjun ke sungai dan menyelam.

Sempat dinyatakan hilang, ternyata dia bisa selamat meski pelaku terus mengarahkan tembakan ke arahnya.

"Saat itu posisi senjata kami cuma hanya satu dan pada saat penyerangan tersebut saya berhasil keluar Posramil dengan cara menendang pintu belakang kemudian saya melompat ke sungai," tutur dia.

Meski demikian para penyerang tetap berupaya menembakinya.

"Tetapi mereka terus menembak pada posisi saya menyelam ke dalam air, saya selamat karena di bawah arus sungai hingga selamat dari insiden itu," ujar Iqbal.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Maichel | Editor : Khairina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjaring ETLE, Pelanggar Lalu Lintas di Jateng Tercatat 34.196 Orang

Terjaring ETLE, Pelanggar Lalu Lintas di Jateng Tercatat 34.196 Orang

Regional
Oknum TNI Kodam Pattimura Ditangkap, Diduga Tipu Warga hingga Ratusan Juta

Oknum TNI Kodam Pattimura Ditangkap, Diduga Tipu Warga hingga Ratusan Juta

Regional
Asal-usul Pesantren dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

Asal-usul Pesantren dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

Regional
Komisioner Bawaslu Lhokseumawe Mundur dari Jabatan, Pengganti Diumumkan Maret

Komisioner Bawaslu Lhokseumawe Mundur dari Jabatan, Pengganti Diumumkan Maret

Regional
Mahasiswa Desak Polisi Tangkap Penambang Pasir yang Rusak Pantai Mananga Aba di NTT

Mahasiswa Desak Polisi Tangkap Penambang Pasir yang Rusak Pantai Mananga Aba di NTT

Regional
Seorang Warga Afghanistan Tewas Gantung Diri di Pekanbaru

Seorang Warga Afghanistan Tewas Gantung Diri di Pekanbaru

Regional
Pembuat Drainase Temukan Nisan Kuno dengan Aksara Arab di Palembang, Diduga dari Awal Abad Ke-17

Pembuat Drainase Temukan Nisan Kuno dengan Aksara Arab di Palembang, Diduga dari Awal Abad Ke-17

Regional
Selamatkan Diri Pakai Sampan, Arifin Korban Kapal Tenggelam di Maluku Belum Ditemukan

Selamatkan Diri Pakai Sampan, Arifin Korban Kapal Tenggelam di Maluku Belum Ditemukan

Regional
Pertanyaan Tersisa, Kecelakaan Handi-Salsa dan Tiga Oknum TNI

Pertanyaan Tersisa, Kecelakaan Handi-Salsa dan Tiga Oknum TNI

Regional
Detik-detik Kepala Inspektorat di Maluku Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi, Sempat Mabuk

Detik-detik Kepala Inspektorat di Maluku Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi, Sempat Mabuk

Regional
Mengenal Sihan, Pelukis Kontemporer yang Hijrah dari Bisnis Periklanan

Mengenal Sihan, Pelukis Kontemporer yang Hijrah dari Bisnis Periklanan

Regional
Gempa di Selatan Banten Terjadi Beberapa Detik, Warga Bayah Panik

Gempa di Selatan Banten Terjadi Beberapa Detik, Warga Bayah Panik

Regional
Duduk Perkara Kapolrestabes Medan Diduga Terima Suap Rp 75 Juta dari Istri Bandar Narkoba, Berawal 'Nyanyian' Bripka Rikardo

Duduk Perkara Kapolrestabes Medan Diduga Terima Suap Rp 75 Juta dari Istri Bandar Narkoba, Berawal "Nyanyian" Bripka Rikardo

Regional
15 Hari Beroperasi, Tilang Elektronik di Sukoharjo Menjaring 763 Pengendara Sepeda Motor

15 Hari Beroperasi, Tilang Elektronik di Sukoharjo Menjaring 763 Pengendara Sepeda Motor

Regional
Kasus Panggung Ambruk di Kediri, Polisi Masih Kumpulkan Keterangan Ahli

Kasus Panggung Ambruk di Kediri, Polisi Masih Kumpulkan Keterangan Ahli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.