Mendagri Tito Usulkan Babel Susul Jakarta Lakukan Survei Serologi, Ubah Pandemi Jadi Endemi Covid-19

Kompas.com - 03/09/2021, 14:10 WIB
Mendagri Tito Karnavian saat dialog dengan siswa SMAN 2 Pangkalpinang, Kamis (2/9/2021). KOMPAS.com/HERU DAHNURMendagri Tito Karnavian saat dialog dengan siswa SMAN 2 Pangkalpinang, Kamis (2/9/2021).

BANGKA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk melakukan survei serologi sebagaimana yang telah dilakukan di DKI Jakarta.

Survei ini dinilai penting sebagai acuan saat pandemi di suatu wilayah ditetapkan menjadi endemi.

"Bertujuan untuk mengukur proporsi warga yang memiliki antibodi terhadap virus corona," kata Tito saat rapat koordinasi di kantor gubernur Bangka Belitung, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: 4 Juta Kasus Covid-19, Pemerintah Siapkan Langkah Terkait Perubahan Pandemi Jadi Endemi

Pada kesempatan itu, Tito juga mengingatkan pentingnya mencapai target herd immunity melalui program vaksinasi.

Tito mengatakan, wilayah yang imunisasinya tinggi dapat mengurangi risiko kematian, meskipun angka kasus terkonfirmasi positifnya banyak.

"Yang kita khawatirkan ini angka kematian, kalau yang terinfeksi itu masih bisa dirawat dan diobati. Untuk itu maksimalkan isolasi terpadu yang disediakan," ujar Tito.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Muhadjir Effendy Sebut PPKM Terus Diperpanjang hingga Pandemi Berubah Jadi Endemi

Tito pun meminta pemerintah daerah untuk gencar berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar pasokan vaksin tidak terputus.

"Buat rincian kebutuhan maksimal dan minimalnya, serta sasaran misalnya kelompok lansia atau siswa. Setidaknya nanti bisa dapat memenuhi kebutuhan minimal," ucap Tito.

Baca juga: Apa Arti dan Kapan Pandemi Covid-19 Jadi Endemi?

Ada pun serologi sebagaimana dikutip dari halodoc.com adalah salah satu cabang imunologi yang mempelajari reaksi antigen-antibodi secara in vitro.

Reaksi serologis dilakukan berdasar asumsi bahwa agen infeksius memicu host untuk menghasilkan antibodi spesifik, yang akan bereaksi dengan agen infeksius tersebut.

Reaksi ini dapat digunakan untuk mengetahui respon tubuh terhadap agen infeksius secara kualitatif maupun kuantitatif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Regional
Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Regional
Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Regional
Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Regional
Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Regional
Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Regional
Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Regional
Beredar Video Ibu DPO MIT Poso Memohon Anaknya Pulang

Beredar Video Ibu DPO MIT Poso Memohon Anaknya Pulang

Regional
Terungkap Pemalsuan Surat Hasil PCR Penumpang di Bandara Kualanamu

Terungkap Pemalsuan Surat Hasil PCR Penumpang di Bandara Kualanamu

Regional
199 Tempat Rekreasi Hiburan Umum di Surabaya Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

199 Tempat Rekreasi Hiburan Umum di Surabaya Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

Regional
Setelah 5 Hari Karantina, 50 Personel Brimob Polda Jatim yang Bertugas di PON Papua Diizinkan Pulang

Setelah 5 Hari Karantina, 50 Personel Brimob Polda Jatim yang Bertugas di PON Papua Diizinkan Pulang

Regional
Polisi Temukan 6 Aplikasi Pinjol Ilegal Saat Gerebek Kantor Penagihan di Yogyakarta, Apa Saja?

Polisi Temukan 6 Aplikasi Pinjol Ilegal Saat Gerebek Kantor Penagihan di Yogyakarta, Apa Saja?

Regional
Sang Ibu Jadi Pekerja Migran, Gadis di Sumba Timur Diperkosa Ayah Kandung, Ini Ceritanya

Sang Ibu Jadi Pekerja Migran, Gadis di Sumba Timur Diperkosa Ayah Kandung, Ini Ceritanya

Regional
Ini Inovasi Pemkot Surabaya hingga Raih Penghargaan Kota Besar dengan Udara Terbersih di Asia Tenggara

Ini Inovasi Pemkot Surabaya hingga Raih Penghargaan Kota Besar dengan Udara Terbersih di Asia Tenggara

Regional
Buntut Buronan Ditembak dan Dianiaya, Kasat Reskrim Luwu Utara Dimutasi

Buntut Buronan Ditembak dan Dianiaya, Kasat Reskrim Luwu Utara Dimutasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.