Tumpahan Minyak di Laut Aceh Diduga Sudah Hampir 1 Bulan

Kompas.com - 03/09/2021, 11:42 WIB
Sebuah kapal berada di dekat gelembung minyak di perairan laut Langsa, di Langsa, Aceh, Selasa (21/8/2021). ANTARA/HOSebuah kapal berada di dekat gelembung minyak di perairan laut Langsa, di Langsa, Aceh, Selasa (21/8/2021).

ACEH, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur menemukan gelembung atau tumpahan minyak yang bocor dari sumur PT Pertamina di perairan Selat Malaka, lepas pantai Kuala Idi, Aceh Timur.

"Kami telah mengecek apakah ada tumpahan minyak sampai ke darat atau tidak. Setelah mengecek, belum terlihat ada tumpahan minyak menyebar ke wilayah pantai," kata Kepala Satuan Polisi Air Aceh Timur Iptu Zainurrusydi seperti dikutip dari Antara, Kamis (2/9/2021).

Berdasarkan laporan nelayan, menurut Zainurrusydi, kebocoran sumur minyak tersebut terjadi sejak 8 Agustus 2021 lalu.

Baca juga: Atasi Tumpahan Minyak di Laut, RI Jadwalkan Latihan Bareng Jepang dan Filipina

Lokasi tumpahan minyak itu di sekitar 28 sampai 30 mil laut dari pintu masuk Kuala Idi.

"Informasi kami terima, pihak Pertamina juga sudah menanganinya. Kami juga tidak dilibatkan untuk ke lokasi. Tapi, kami hanya patroli saja di seputaran pantai wilayah Idi untuk mengecek apakah ada tumpahan minyak hingga ke darat atau tidak," kata Zainurrusydi.

Sementara itu, Senior Manager Relations Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Yudy Nugraha mengakui adanya gelembung gas dengan sebaran oil sheen atau lapisan tipis minyak di permukaan laut di perairan Selat Malaka, lepas pantai Kuala Idi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pejuang Laut Timor Sebut Warga NTT Merugi Rp 164 Triliun karena Tumpahan Minyak Montara

Tim Penanganan Keadaan Darurat (PKD) Pertamina EP Field Pangkalan Susu telah melakukan berbagai upaya penanganan seperti pengecekan lokasi, memetakan sebaran lapisan tipis minyak, dan mencari sumber munculnya gelembung gas.

"Indikasi gelembung gas ditemukan berasal dari sumur H-4 Langsa Offshore yang berlokasi sekitar 30 mil laut dari pantai Kecamatan Kuala Idi. Sumur tersebut dulu dikelola oleh Technical Assistance Contract Blue Sky dan telah ditutup sejak November 2017," kata Yudy Nugraha.

PEP Pangkalan Susu sampai saat ini telah mengerahkan 13 kapal untuk membersihkan lapisan tipis minyak dengan menggunakan oil boom atau alat untuk melokalisir sebaran film minyak di air dan oil skimmer atau alat untuk memisahkan minyak di air.

"Selain itu juga digunakan remotely operated vehicle (ROV) untuk melihat penyebab munculnya gelembung gas di bawah laut. Saat ini, penanganan sedang berjalan dan dilakukan dengan cepat dan intensif, serta tetap mengutamakan keselamatan kerja," kata Yudy.

Meskipun sudah ditangani, pihak Pertamina terus memantau melalui udara dan satelit mengikuti model tumpahan minyak, serta melakukan pengecekan langsung di pesisir pantai.

"Hingga hari ini, lapisan tipis minyak tidak mengarah ke daratan dan sudah berhasil dilokalisir. Kami juga terus berkoordinasi dengan para pihak terkait menangani masalah ini," kata Yudy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Atlet Peraih Medali Emas PON Asal Sikka Dapat Hadiah Motor

2 Atlet Peraih Medali Emas PON Asal Sikka Dapat Hadiah Motor

Regional
Telkomsel Sebut Tower Lokasi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Manokwari Bukan Miliknya

Telkomsel Sebut Tower Lokasi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Manokwari Bukan Miliknya

Regional
Ibu Meninggal karena Covid-19, Kakak Beradik di Jombang Kini Tinggal di Pesantren

Ibu Meninggal karena Covid-19, Kakak Beradik di Jombang Kini Tinggal di Pesantren

Regional
Koalisi 41 Dosen Unmul Minta Kapolri Awasi Kasus Tambang Batu Bara Ilegal di Kaltim

Koalisi 41 Dosen Unmul Minta Kapolri Awasi Kasus Tambang Batu Bara Ilegal di Kaltim

Regional
PPKM Turun ke Level 2, Sejumlah Obyek Wisata di Banjarmasin Akan Dibuka

PPKM Turun ke Level 2, Sejumlah Obyek Wisata di Banjarmasin Akan Dibuka

Regional
2 Pekan Solar Bersubsidi Langka di Madiun, Sopir Truk: Kadang Antre sampai 2 Jam

2 Pekan Solar Bersubsidi Langka di Madiun, Sopir Truk: Kadang Antre sampai 2 Jam

Regional
19 Jam Diperiksa KPK, Bupati Kuansing Lambaikan Tangan dan Bilang 'Mohon Doanya biar Lancar'

19 Jam Diperiksa KPK, Bupati Kuansing Lambaikan Tangan dan Bilang "Mohon Doanya biar Lancar"

Regional
Pengacara Sebut Bupati Kuansing Temui Penyidik KPK Usai Ditelepon, Bukan Kena OTT

Pengacara Sebut Bupati Kuansing Temui Penyidik KPK Usai Ditelepon, Bukan Kena OTT

Regional
Kajati Kalbar Bantah Keluarkan Rekomendasi Reparasi Ambulans Infeksius yang Tengah Diselidiki

Kajati Kalbar Bantah Keluarkan Rekomendasi Reparasi Ambulans Infeksius yang Tengah Diselidiki

Regional
Lansia di Bali Ditemukan Lemas di Dasar Jurang 5 Meter, Terjatuh Sepulang dari Sawah

Lansia di Bali Ditemukan Lemas di Dasar Jurang 5 Meter, Terjatuh Sepulang dari Sawah

Regional
Diduga Korupsi PPh ASN Pemkot Salatiga Selama 10 Tahun, Seorang Pensiunan Ditahan

Diduga Korupsi PPh ASN Pemkot Salatiga Selama 10 Tahun, Seorang Pensiunan Ditahan

Regional
Cerita Pemuda di Blitar Ditangkap Sesaat Sebelum Akad Nikah, Curi Motor dan Korban Janji Dinikahi

Cerita Pemuda di Blitar Ditangkap Sesaat Sebelum Akad Nikah, Curi Motor dan Korban Janji Dinikahi

Regional
Polisi Buru Mr W, WNA Pemodal Pinjol Ilegal di Yogyakarta

Polisi Buru Mr W, WNA Pemodal Pinjol Ilegal di Yogyakarta

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Oktober 2021

Regional
Mayat Bayi Laki-laki Terbungkus Kain Ditemukan di Tempat Sampah, Polisi Buru Pelaku

Mayat Bayi Laki-laki Terbungkus Kain Ditemukan di Tempat Sampah, Polisi Buru Pelaku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.