Kompas.com - 02/09/2021, 23:06 WIB
Nenek Sumirah buka usaha jualan sembako di depan tempat kostnya. KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALNenek Sumirah buka usaha jualan sembako di depan tempat kostnya.

SURABAYA, KOMPAS.com - Nenek Sumirah (89), warga Surabaya yang sempat mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah, mulai mengembangkan usahanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Di depan kamar kos di Jalan Simojawar 1 Nomor 50, Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, sudah terlihat rak yang berisi beragam kebutuhan pokok, seperti beras, minyak, terigu, dan gula.

Baca juga: Hanya Diminati Seorang Pelamar, Lelang Jabatan 2 Asisten Pemprov Jatim Ditunda

"Alhamdulillah sekarang bisa jualan sembako, alhamdulillah," kata Sumirah di lokasi, Kamis (2/9/2021).

Modal berupa sembako tersebut merupakan bantuan dari Perum Bulog. Sebagai modal awal, Sumirah mendapatkan 58 kilogram gula, 36 liter minyak goreng, dan 20 kilogram terigu.

Selain itu, ada beras premium kemasan lima kilogram sebanyak 65 kilogram, beras premium kemasan satu kilogram sebanyak 20 kilogram, dan beras medium kemasan lima kilogram sebanyak 50 kilogram.

Direktur Bisnis Perum Bulog Feby Novita mengatakan, bantuan untuk Sumirah adalah bagian dari program Bulog Peduli UMKM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi kita beri Mbah Sumirah modal usaha berupa barang sekaligus raknya, lalu kita isi produk-produk Bulog. Hasilnya bisa diputar sebagai modal lagi," katanya saat meninjau usaha Sumirah.

Baca juga: Bantuan untuk Nenek Sumirah Terus Mengalir, Bulog Berikan Modal Usaha

Ia berharap Sumirah bisa mengelola usaha kecil tersebut dengan baik sehingga modalnya tidak berhenti dan terus berkembang.

"Hasilnya bisa untuk bayar kos, kebutuhan sehari-hari, syukur-syukur bisa disisihkan untuk ditabung," kata Feby.

 

Sebelumnya, selama pandemi Covid-19, baik saat PSBB maupun PPKM, Nenek Sumirah mengaku tak pernah mendapat bantuan sekali pun dari RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan setempat.

Ia tak tahu mengapa orang seperti dirinya tak mendapatkan bantuan.

Baca juga: Nenek Sumirah, 62 Tahun Jadi Warga Surabaya, Selama Pandemi Tak Pernah Dapat Bantuan dari Pemerintah

Sambil sesekali menyeka air mata dengan hijab hitamnya, Sumirah menjelaskan, dirinya juga tak pernah didata, baik oleh pihak kelurahan, kecamatan, maupun petugas dari Pemkot Surabaya lainnya.

"Saya lihat orang-orang ambil beras dan duit, hati saya menangis, Nak," kata Sumirah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dipecat Prabowo Subianto dari Kader, Eks Ketua DPC Gerindra Blora: Saya Gugat Dia

Dipecat Prabowo Subianto dari Kader, Eks Ketua DPC Gerindra Blora: Saya Gugat Dia

Regional
Kronologi Anton Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Pemkab Tuban Saat Betulkan AC, Berawal dari Plafon Ambrol

Kronologi Anton Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Pemkab Tuban Saat Betulkan AC, Berawal dari Plafon Ambrol

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jabar di Bandung

Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jabar di Bandung

Regional
Bus Berpenumpang 30 Orang Terbakar di Tol Ungaran-Solo

Bus Berpenumpang 30 Orang Terbakar di Tol Ungaran-Solo

Regional
Cerita Eks Ketua DPC Gerindra Blora Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar karena Dipecat Sebagai Kader

Cerita Eks Ketua DPC Gerindra Blora Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar karena Dipecat Sebagai Kader

Regional
Jaringan Pipa Putus Diterjang Lahar Dingin, Ribuan Warga 3 Desa di Lerengan Merapi Klaten Krisis Air Bersih

Jaringan Pipa Putus Diterjang Lahar Dingin, Ribuan Warga 3 Desa di Lerengan Merapi Klaten Krisis Air Bersih

Regional
Ikut Orangtua Memancing, 3 Kakak Beradik Tenggelam di Sungai Kampar

Ikut Orangtua Memancing, 3 Kakak Beradik Tenggelam di Sungai Kampar

Regional
Pria Ini Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Gedung Pemkab Tuban Saat Memperbaiki AC

Pria Ini Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Gedung Pemkab Tuban Saat Memperbaiki AC

Regional
Jenazah Serda Putra Rahadi yang Gugur di Papua Segera Diterbangkan ke Aceh

Jenazah Serda Putra Rahadi yang Gugur di Papua Segera Diterbangkan ke Aceh

Regional
Pihak Unsri Bantah Coret Nama Korban Pelecehan Seksual Dosen dari Daftar Yudisium: Diikutkan Sesi Kedua

Pihak Unsri Bantah Coret Nama Korban Pelecehan Seksual Dosen dari Daftar Yudisium: Diikutkan Sesi Kedua

Regional
Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar, Eks Ketua DPC Gerindra: Ketua Umum yang Menandatangani Pemecatan Saya

Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar, Eks Ketua DPC Gerindra: Ketua Umum yang Menandatangani Pemecatan Saya

Regional
Eks Ketua DPC Gerindra Ungkap Alasan Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar

Eks Ketua DPC Gerindra Ungkap Alasan Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar

Regional
Dari Karo ke Jakarta, Ini Alasan Masyarakat Liang Melas Kirim 3 Ton Jeruk untuk Presiden Jokowi di Istana Negera

Dari Karo ke Jakarta, Ini Alasan Masyarakat Liang Melas Kirim 3 Ton Jeruk untuk Presiden Jokowi di Istana Negera

Regional
Pilpres 2024, Nasdem Minta Ridwan Kamil Tegaskan Sikap dan Daftar Jadi Kader

Pilpres 2024, Nasdem Minta Ridwan Kamil Tegaskan Sikap dan Daftar Jadi Kader

Regional
Menjaga Rusa Timor, NTT dari Kepunahan Melalui Penangkaran

Menjaga Rusa Timor, NTT dari Kepunahan Melalui Penangkaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.