Meski PPKM Level 4, Pembelajaran Tatap Muka di Magetan Jalan Terus

Kompas.com - 02/09/2021, 14:09 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan Suwoto mengungkap semua guru sudah divaksin sehingga PTM tetap digelar meski PPKM level 4. Selama PPKM level 4 tidak ditemukan kasus penularan covid-19 pada siswa maupun guru. KOMPAS.COM/SUKOCOKepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan Suwoto mengungkap semua guru sudah divaksin sehingga PTM tetap digelar meski PPKM level 4. Selama PPKM level 4 tidak ditemukan kasus penularan covid-19 pada siswa maupun guru.

MAGETAN, KOMPAS.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah penerapan PPKM level 4.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan Suwoto mengatakan, PTM di wilayahnya telah dilaksanakan sejak 18 Agustus 2021 saat masih menerapkan PPKM level 3.

"Kita mulai per 18 Agustus, seminggu kemudian Magetan kembali ke level 4,” ujar Suwoto ditemui di ruang kerjanya, Kamis (02/09/2021).

Baca juga: Sempat Turun Level 3, PPKM di Magetan Kembali Naik Level 4, Ini Penyebabnya

Suwoto menambahkan, pelaksanaan PTM di masa PPKM level 4 tetap mendapat pengawasan dari tim internal dan petugas gugus tugas.

“Hasil koordinasi gugus tugas bisa dilanjut, selama PTM berlangsung ini ya berjalan lancar,” imbuhnya.

Suwoto memastikan, sebanyak 8.000 guru di Kabupaten Magetan saat ini telah menjalani vaksinasi sehingga diharapkan aman untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski, menurutnya, ada sejumlah guru yang belum menjalani vaksin namun jumlahnya sedikit.

“ Jumlahnya sangat sedikit, karena untuk penyintas (Covid-19) masih menunggu 3 bulan untuk divaksin,” ucapnya.

Baca juga: Kronologi Pria Magetan Aniaya Pengendara Motor, Kesal Mobil Disenggol Lalu Keluarkan Airsoft Gun

Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan juga memberlakukan standar ketat terhadap guru yang merasa kurang enak badan untuk sementara waktu tidak mengajar.

Suwoto juga memastikan saat ini tidak ditemukan adanya penularan covid-19 pada siswa maupun guru selama pelaksanaan PTM.

“Kita tidak ada ditemukan penyebaran covid-19, baik pada siswa maupun guru,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kabupaten Magetan kembali  naik PPKM level 4 setelah sempat turun ke level 3. Penyebabnya disebut terjadi karena angka kematian yang masih tinggi. 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Regional
Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Regional
Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Regional
Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Regional
Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Regional
Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Regional
Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Regional
Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Regional
Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Regional
Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Regional
Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Regional
Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Regional
BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

Regional
Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Regional
Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.