Ahli Geodesi ITB Sebut Butuh Waktu 10 Tahun Tangani Rob dan Banjir Pesisir Jateng

Kompas.com - 02/09/2021, 11:18 WIB
Ahli Geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas saat pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Rabu (1/9/2021). KOMPAS.com/pemprov jatengAhli Geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas saat pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Rabu (1/9/2021).

SEMARANG, KOMPAS.com - Ahli Geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas menilai persoalan utama rob dan banjir di pesisir Jawa Tengah disebabkan akibat penurunan tanah.

Dari sejumlah penelitian, penurunan tanah di pesisir Jawa Tengah bisa mencapai 10 sentimeter per tahun.

Hal itu disampaikan Heri usai pertemuannya dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Puri Gedeh Kota Semarang, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Warganet di Magelang Saksikan Pelecehan Payudara dan Ramai di Medsos, Polisi Tingkatkan Patroli

Dalam pertemuan itu, Heri bersama tim peneliti ITB membahas terkait penanganan persoalan rob dan banjir yang melanda pesisir Jawa Tengah seperti Pekalongan, Semarang dan Demak.

"Sehingga tadi kami sepakat bahwa kita harus mengendalikan penurunan tanahnya. Caranya sudah ada, yakni mulai pengurangan eksploitasi air tanah. Tapi juga tidak bisa serta merta mengurangi eksploitasi ketika penggantinya belum ada. Maka harus cari penggantinya dulu baru nanti kurangi eksploitasinya," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Heri mengatakan salah satu upaya dengan pembangunan tanggul merupakan solusi sementara untuk mengatasi rob dan banjir di Jawa Tengah.

"Sudah ke arah yang tepat penanganannya, ada tanggul Tol Demak dan tanggul di Pekalongan. Upayanya itu, tinggal dikemas lebih baik lagi sehingga hasilnya lebih optimal," jelasnya.

Selain solusi jangka pendek dengan pembuatan tanggul itu, solusi jangka menengah dan panjang juga harus dilakukan.

Menurutnya, solusi jangka panjangnya dengan land and water management.

"Jadi menangani rob dan banjir di Semarang, tidak bisa lepas dari daerah hulunya. Wilayah dari hulu, tengah sampai hilir itu harus diberesi secara pararel," jelasnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 24 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 24 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Oktober 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2021

Regional
Perbincangan Satu Menit Ganjar Pranowo dan Risma di Makam Bung Karno

Perbincangan Satu Menit Ganjar Pranowo dan Risma di Makam Bung Karno

Regional
Bobby Nasution Minta Bantuan KSP untuk Perbaikan Lapangan Merdeka Medan

Bobby Nasution Minta Bantuan KSP untuk Perbaikan Lapangan Merdeka Medan

Regional
Kisah Ida Ayu Nyoman Rai, Nenek Sukmawati Asal Bali, Gadis Pura Hindu yang Jatuh Cinta Pada Sang Guru

Kisah Ida Ayu Nyoman Rai, Nenek Sukmawati Asal Bali, Gadis Pura Hindu yang Jatuh Cinta Pada Sang Guru

Regional
Bencana Longsor di Deli Serdang, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Bencana Longsor di Deli Serdang, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Regional
Pria Mabuk Bawa Parang Masuk ke Acara Lamaran, Tamu Lari Berhamburan

Pria Mabuk Bawa Parang Masuk ke Acara Lamaran, Tamu Lari Berhamburan

Regional
Pemuda di Aceh Timur Ditangkap karena Perkosa Pacarnya, Terancam 200 Kali Cambuk

Pemuda di Aceh Timur Ditangkap karena Perkosa Pacarnya, Terancam 200 Kali Cambuk

Regional
Manfaat Ekonomi Digital bagi UMKM di Banten Saat Pandemi Covid-19

Manfaat Ekonomi Digital bagi UMKM di Banten Saat Pandemi Covid-19

Regional
Seorang Peternak Ayam Petelur di Blitar Menangis Histeris Saat Dicegah Temui Risma

Seorang Peternak Ayam Petelur di Blitar Menangis Histeris Saat Dicegah Temui Risma

Regional
Rektor Binus Ancam Cabut Gelar Sarjana bagi Alumni yang Korupsi

Rektor Binus Ancam Cabut Gelar Sarjana bagi Alumni yang Korupsi

Regional
Melihat Eduwisata Oelsonbai di Kota Kupang, Ada Rusa Timor dan Burung Endemik Myzomela Rote

Melihat Eduwisata Oelsonbai di Kota Kupang, Ada Rusa Timor dan Burung Endemik Myzomela Rote

Regional
Beredar Lagi Video Orangtua DPO Teroris Poso Minta Anaknya Pulang

Beredar Lagi Video Orangtua DPO Teroris Poso Minta Anaknya Pulang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.