Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/09/2021, 08:55 WIB
Pythag Kurniati

Editor

SURABAYA, KOMPAS.com - Kabar menggembirakan bagi warga Surabaya yang kini berhasil menurunkan level penyebaran Covid-19 ke zona kuning dalam waktu sebulan.

Namun hal itu tidak membuat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi cepat puas.

Kini Eri masih terus mengejar supaya Kota Pahlawan kembali turun level ke zona hijau.

"Alhamdulillah kami mendapatkan kabar dan perhitungan nilai kami 2,41 atau naik 0,31. Sehingga hari ini, Surabaya menjadi zona kuning. Ini menjadi tantangan bagi kami semua, karena kami harus bisa menjadikan ini zona hijau," kata Eri di Surabaya, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Akhirnya Jatim Lepas dari Zona Merah Covid-19

Eri pun berterima kasih kepada seluruh warga dan pemangku kepentingan di Surabaya karena telah bersama-sama berusaha menekan penyebaran Covid-19.

"Saya mengucapkan matur nuwun (terima kasih) yang sangat kepada seluruh warga Surabaya. Karena dari zona merah, sempat di bulan Juli-Agustus jadi oranye, awal September kami bisa mencapai zona kuning," kata dia.

Baca juga: Surabaya Kini Zona Kuning Covid-19, Eri Cahyadi: Tantangan Kami Harus Bisa Menjadi Zona Hijau

Gerakkan roda perekonomian

Wali Kota Surabaya Eri CahyadiKOMPAS.COM/GHINAN SALMAN Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Dengan tercapainya zona hijau nanti, Eri meyakini bahwa masyarakat Surabaya akan kembali bergembira karena bisa kembali mengais rezeki dengan lebih nyaman.

"Karena tujuan kami cuma satu, warga Surabaya bahagia. Mulai hari ini kami harus kembali menggerakkan roda perekonomian sehingga warga Surabaya bisa mencapai kebahagiaannya. Karena itulah zona hijau menjadi sasaran kami selanjutnya," ujar Eri.

Sebab, pandemi dinilai betul-betul menggerus perekonomian masyarakat.

"Insya Allah dengan gotong-royongnya jenengan (masyarakat), kekuatan kehebatan jenengan, saya yakin Surabaya akan menjadi lebih baik. Ayo bersama kita gerakan ekonomi, ayo kita bersama-sama membahagiakan warga Surabaya," ucap Eri.

Baca juga: Belajar Tatap Muka di Surabaya Siap Digelar meski Sedikit Orangtua yang Izinkan Anaknya

Tetap waspada meski zona kuning

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengingatkan masyarakat tetap waspada dengan menjaga protokol kesehatan.

"Kami walaupun sudah zona kuning, tetap harus waspada, tetap jaga protokol kesehatan. Yang harus kami lakukan adalah tetap 3M dan tracing, testing masif. Semakin cepat kita menemukan kasus, semakin cepat kami isolasi dan diobati, Insya Allah," kata Febria.

Dia menegaskan, tidak akan menurunkan testing dan tracing.

"Kami testing mencapai 4.500. Untuk yang tracing kami sudah 1:28. Kalau target dari pusat (nasional) 1:15, tetapi kami sudah 1:28. Menurut saya adalah setiap kontak erat harus tetap kami temukan di mana pun," ujar Febria.

Baca juga: PTM di Kota Surabaya, Armuji Minta Ada Jam Pelajaran Khusus Prokes

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Jumlah Pendaki yang Rayakan Tahun Baru di Gunung Merbabu Menurun

Jumlah Pendaki yang Rayakan Tahun Baru di Gunung Merbabu Menurun

Regional
Alat Pemantau Gunung Marapi Sering Dicuri, tapi Berfungsi Baik Saat Meletus

Alat Pemantau Gunung Marapi Sering Dicuri, tapi Berfungsi Baik Saat Meletus

Regional
Nelayan Sumbawa yang Tangkap Lobster di Perairan NTTĀ Diminta Terbuka pada Penyidik

Nelayan Sumbawa yang Tangkap Lobster di Perairan NTTĀ Diminta Terbuka pada Penyidik

Regional
Caleg PAN di Lombok Tengah Ditangkap Saat Pesta Sabu, Ini Kata KPU

Caleg PAN di Lombok Tengah Ditangkap Saat Pesta Sabu, Ini Kata KPU

Regional
Detik-detik Evakuasi Jenazah Pendaki Terakhir di Gunung Marapi

Detik-detik Evakuasi Jenazah Pendaki Terakhir di Gunung Marapi

Regional
Gagalkan Percobaan Pembunuhan di RS Magelang, Brigadir Helmi Dapat Penghargaan

Gagalkan Percobaan Pembunuhan di RS Magelang, Brigadir Helmi Dapat Penghargaan

Regional
Saat Jokowi Kagumi Wajah Baru Gereja Katedral Kupang...

Saat Jokowi Kagumi Wajah Baru Gereja Katedral Kupang...

Regional
Ini 4 Program Prioritas Pemprov Kalsel untuk Jadi Penyangga Pangan IKN

Ini 4 Program Prioritas Pemprov Kalsel untuk Jadi Penyangga Pangan IKN

Regional
16 Pengungsi Rohingya Kabur dari Tempat Penampungan di Lhokseumawe

16 Pengungsi Rohingya Kabur dari Tempat Penampungan di Lhokseumawe

Regional
Banyak Dapat Ungkapan Tak Patut Saat Jadi Gubernur, Anies: Satu Pun Tak Saya Bawa ke Polisi

Banyak Dapat Ungkapan Tak Patut Saat Jadi Gubernur, Anies: Satu Pun Tak Saya Bawa ke Polisi

Regional
Di Balik Tragedi 23 Pendaki Meninggal Saat Erupsi Gunung Marapi...

Di Balik Tragedi 23 Pendaki Meninggal Saat Erupsi Gunung Marapi...

Regional
Cerita Pendaki yang Berada di Puncak Gunung Marapi Beberapa Jam Sebelum Meletus

Cerita Pendaki yang Berada di Puncak Gunung Marapi Beberapa Jam Sebelum Meletus

Regional
Warga Bangladesh Penyelundup Pengungsi Rohingya ke Aceh Ditangkap

Warga Bangladesh Penyelundup Pengungsi Rohingya ke Aceh Ditangkap

Regional
Anies Ungkap Program 100 Harinya untuk Daerah Tertinggal

Anies Ungkap Program 100 Harinya untuk Daerah Tertinggal

Regional
KPU Purworejo Siapkan TPS Khusus Santri dan Warga Binaan Rumah Tahanan

KPU Purworejo Siapkan TPS Khusus Santri dan Warga Binaan Rumah Tahanan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com