Bagi-bagi Nasi Bancakan, Sindiran Warga Saat Peringati 9 Tahun UU Keistimewaan DIY

Kompas.com - 31/08/2021, 20:20 WIB
Forum Warga Yogyakarta saat melakukan aksi unjuk rasa dengan cara bagi-bagi nasi bancakan di kawasan titik nol Selasa (31/8/2021) KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWOForum Warga Yogyakarta saat melakukan aksi unjuk rasa dengan cara bagi-bagi nasi bancakan di kawasan titik nol Selasa (31/8/2021)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -Sejumlah orang yang tergabung dalam Forum Warga Yogyakarta menggelar demonstrasi peringatan sembilan tahun disahkannya Undang-undang Keistimewaan Yogyakarta, Selasa (31/8/2021).

Demonstran yang mengenakan lurik melakukan long march dari Alun-alun Utara hingga Titik Nol Yogyakarta sembari membagikan nasi bancakan.

“Rakyat Yogyakarta sedang kelaparan karena tidak ada jaminan kehidupan atau bantuan sosial apa pun dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Keistimewaan Yogyakarta ini memiliki dana keistimewaan yang kewenanganannya di Pemerintah DIY,” kata Juru bicara Forum Warga Yogyakarta, Denta Yulian, di lokasi demonstrasi.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Wilayah Aglomerasi DIY dan Bali Bertahan di Level 4

Denta menyayangkan tidak ada bantuan bersumber dari dana keistimewaan yang disalurkan kepada warga.

Menurutnya, saat ini bantuan yang diberikan Pemerintah DIY hanya berupa pinjaman modal.

“Ini membuktikan bahwa pemerintah DIY seperti lintah darat, seperti rentenir yang mencekik rakyat Yogyakarta di tengah pandemi Covid,” kata dia.

Forum Warga Yogyakarta saat melakukan aksi unjuk rasa dengan cara bagi-bagi nasi bancakan di kawasan titik nol Selasa (31/8/2021)KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO Forum Warga Yogyakarta saat melakukan aksi unjuk rasa dengan cara bagi-bagi nasi bancakan di kawasan titik nol Selasa (31/8/2021)

Di sisi lain, Pemerintah DIY malah menggunakan dana keistimewaan untuk pembangunan pagar alun-alun, pojok beteng, renovasi masjid, pembelian hotel mutiara, dan pembelian tanah.

Baca juga: Pemprov DIY Sebut Rp 340 Miliar dari Dana Keistimewaan Dipakai untuk Penanganan Covid-19

Pembelanjaan dana itu dianggap tidak membantu warga selama pandemi Covid-19.

“Danais tidak benar-benar dirasakan oleh rakyat, seharusnya penggunaannya seperti dengan tujuan yang ada di undang-undang keistimewaan pada pasal 5 yaitu memberikan kemakmuran, kesejahteraan dan ketentraman bag rakyatnya,” kata dia.

“Selama sembilan tahun ini hanya kerepotan yang dirasakan,” imbuh dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Penumpang Feri di Baubau Panik sampai Menjerit Kapal Dihantam Gelombang Tinggi

Kisah Penumpang Feri di Baubau Panik sampai Menjerit Kapal Dihantam Gelombang Tinggi

Regional
Puan Maharani Bagikan Buku Bergambar Dirinya Saat Tinjau Vaksinasi Booster Lansia dan Anak di Sukoharjo

Puan Maharani Bagikan Buku Bergambar Dirinya Saat Tinjau Vaksinasi Booster Lansia dan Anak di Sukoharjo

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Januari 2022

Regional
Sejarah, Fungsi, dan Berbagai Jenis Kerajinan Anyaman

Sejarah, Fungsi, dan Berbagai Jenis Kerajinan Anyaman

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Januari 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Januari 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 Januari 2022

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 Januari 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 Januari 2022

Regional
Pria Ini Lempari Kakaknya dengan Batu hingga Tewas, Dipicu Ribut soal Pohon Kopi

Pria Ini Lempari Kakaknya dengan Batu hingga Tewas, Dipicu Ribut soal Pohon Kopi

Regional
Cerita Ayah Upin Ipin Setelah Makam Anaknya di Palu Viral, Minta Doa dari Pengunjung

Cerita Ayah Upin Ipin Setelah Makam Anaknya di Palu Viral, Minta Doa dari Pengunjung

Regional
Polisi Teliti Kembali Pembebasan Dua Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental

Polisi Teliti Kembali Pembebasan Dua Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental

Regional
Kabupaten Tangerang Dilanda Banjir, Ratusan Warga Terdampak

Kabupaten Tangerang Dilanda Banjir, Ratusan Warga Terdampak

Regional
Kunjungi Sirkuit Mandalika, Khofifah Beri Dukungan ke Mario Suryo Aji di Moto3 2022

Kunjungi Sirkuit Mandalika, Khofifah Beri Dukungan ke Mario Suryo Aji di Moto3 2022

Regional
Rumah Warga di Lembata Terbakar, 1 Orang Meninggal

Rumah Warga di Lembata Terbakar, 1 Orang Meninggal

Regional
Viral Video Kuburan Upin dan Ipin, Ternyata Ada di Kota Palu, Ini Kisah Sedih di Baliknya

Viral Video Kuburan Upin dan Ipin, Ternyata Ada di Kota Palu, Ini Kisah Sedih di Baliknya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.