Kompas.com - 31/08/2021, 15:24 WIB
Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga mendistribusikan bantuan pompa air bahan bakar gas (BBG) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2020. KOMPAS.COM/Dok Dinas Pertanian PurbalinggaDinas Pertanian Kabupaten Purbalingga mendistribusikan bantuan pompa air bahan bakar gas (BBG) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2020.

Konversi pompa BBG

Dalam industri pertanian, ketersediaan air adalah suatu hal yang niscaya.

Jika faktor ini diabaikan, akan sulit bagi pemerintah untuk mempertahankan surplus beras di Purbalingga.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Mukodam mengatakan, pemerintah kabupaten (pemkab) telah melakukan plotting Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Dalam Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), lahan tersebut tersebar di beberapa kecamatan dengan luas total 18.584 hektar.

“Untuk memastikan ketersediaan air, kami juga dukung dengan membangun saluran irigasi tersier, bendungan sungai hingga embung penampung air hujan,” katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (26/8/2021).

Baca juga: Strategi Petani Cianjur Mengolah Umbi Porang Menjadi Chips

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, saat kemarau panjang, masih banyak lahan pertanian di Purbalingga yang rawan kekeringan.

Padahal dalam satu kali musim tanam atau sekitar 105 hari, rata-rata petani butuh 44 kali mengairi sawah.

“Meskipun tidak terjadi setiap tahun, namun masalah kekeringan ini memang menjadi ancaman para petani, terutama saat fase awal tanam, masa pembentukan bunga sampai pematangan bulir,” jelasnya.

Ketika petaka kekeringan melanda, satu-satunya pilihan bagi petani adalah menyedot air dari sumur menggunakan pompa air.

Kembali lagi, konsekuensi ongkos operasional petani jadi bengkak untuk membeli BBM sebagai bahan bakar pompa.

“Pompa panel surya seperti milik Harvestmind memang bagus untuk jangka panjang, tapi jumlah lahan yang rentan di Purbalingga tersebar di banyak titik, sehingga gambaran biaya investasinya sangat tinggi,” ujarnya.

Baca juga: Ditabrak Mobil hingga Terpental ke Parit Saat Bersepeda di Malam Hari, Petani di Kulon Progo Tewas

Permasalahan ini ditangkap oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Solusi yang diberikan kepada petani adalah melakukan konversi dari pompa BBM menjadi pompa air Bahan Bakar Gas (BBG).

Di Purbalingga sendiri, pada tahun 2019 mendapat jatah 270 unit converter kit (konkit) pompa air BBG.

Jumlah bantuan konkit meningkat menjadi 500 di tahun 2020.

Dengan konkit berbahan bakar Liquefied Petroleum Gas (LPG), petani bisa memangkas biaya operasional sampai dengan 30 persen.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Rob di Pesisir Karawang, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Banjir Rob di Pesisir Karawang, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Regional
Tengkleng Porsi Jumbo Bu Harsi Dianggap Mahal dan Viral, Ini Faktanya

Tengkleng Porsi Jumbo Bu Harsi Dianggap Mahal dan Viral, Ini Faktanya

Regional
Obyek Wisata di Jombang Boleh Buka Saat Libur Nataru, Ini Sejumlah Syarat yang Harus Dipatuhi

Obyek Wisata di Jombang Boleh Buka Saat Libur Nataru, Ini Sejumlah Syarat yang Harus Dipatuhi

Regional
Cari Uang Bayar Utang, Bapak-bapak Satu Geng Rampas Truk Pasir, Sopir Dibuang di Kebun Sawit

Cari Uang Bayar Utang, Bapak-bapak Satu Geng Rampas Truk Pasir, Sopir Dibuang di Kebun Sawit

Regional
Pemkab Tasikmalaya Berencana Tetap Buka Tempat Wisata Saat Nataru 2021

Pemkab Tasikmalaya Berencana Tetap Buka Tempat Wisata Saat Nataru 2021

Regional
Kapal Ikan Tanpa Awak Terombang-ambing di Perairan Karangasem Bali, Diduga Terseret Gelombang Saat Cuaca Buruk

Kapal Ikan Tanpa Awak Terombang-ambing di Perairan Karangasem Bali, Diduga Terseret Gelombang Saat Cuaca Buruk

Regional
2 Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di Ambon Setelah 3 Pekan Nihil, 1 di Antaranya Meninggal

2 Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di Ambon Setelah 3 Pekan Nihil, 1 di Antaranya Meninggal

Regional
Sejumlah Pemuda Bentrok hingga Blokade Jalan di Kupang, Bermula 2 Orang Ribut Usai Pesta Wisuda

Sejumlah Pemuda Bentrok hingga Blokade Jalan di Kupang, Bermula 2 Orang Ribut Usai Pesta Wisuda

Regional
Divonis Seumur Hidup karena Bunuh Pacar, Anggota TNI di Balikpapan Ajukan Banding

Divonis Seumur Hidup karena Bunuh Pacar, Anggota TNI di Balikpapan Ajukan Banding

Regional
Bobby Nasution Ultimatum Lurah Tak Maksimal Serap Dana Kelurahan: Tak Tercapai, Potong Saja

Bobby Nasution Ultimatum Lurah Tak Maksimal Serap Dana Kelurahan: Tak Tercapai, Potong Saja

Regional
Jokowi: Saat Ini, Nilai Investasi ke Luar Jawa Lebih Besar

Jokowi: Saat Ini, Nilai Investasi ke Luar Jawa Lebih Besar

Regional
Kirim 12 Relawan ke Lumajang, PMI Jember Juga Bawa Motor dan Jip untuk Distribusi Logistik

Kirim 12 Relawan ke Lumajang, PMI Jember Juga Bawa Motor dan Jip untuk Distribusi Logistik

Regional
Jalur Puncak Bogor akan Ditutup Saat Libur Nataru

Jalur Puncak Bogor akan Ditutup Saat Libur Nataru

Regional
Usai Nonton Dangdut, 2 Remaja di Blora Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai

Usai Nonton Dangdut, 2 Remaja di Blora Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai

Regional
Kasus Konten Vulgar S di Bandara YIA, 2.000 Video dan 3.700 Foto Porno Disita Jadi Bukti

Kasus Konten Vulgar S di Bandara YIA, 2.000 Video dan 3.700 Foto Porno Disita Jadi Bukti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.