2 Mahasiswa Tuntut DPRD NTT Panggil Pejabat yang Pesta di Pulau Semau

Kompas.com - 30/08/2021, 21:48 WIB
Dua mahasiswa di Kupang, saat menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD NTT, Senin (30/8/2021) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREDua mahasiswa di Kupang, saat menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD NTT, Senin (30/8/2021)

KUPANG, KOMPAS.com - Dua mahasiswa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD NTT, Senin (30/8/2021).

Dalam aksinya, dua mahasiswa bernama Mario Yosrandi Sara dan Hendra Langoday, mengecam sejumlah pejabat yang hadir dalam acara pesta dan panggung hiburan yang digelar di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Jumat (27/8/2021).

Sejumlah pejabat hadir dalam acara yang melibatkan ratusan orang tersebut. Seperti, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, wali kota dan bupati di NTT, serta sejumlah pejabat lainnya.

"Kami meminta DPRD Provinsi NTT memanggil pihak-pihah terkait, guna mempertanggungjawabkan kerumunan yang terjadi," kata Mario, kepada Kompas.com, Senin.

Kedua mahasiswa mengecam acara yang digelar di tengah pandemi Covid-19 itu.

Baca juga: Heboh, Pejabat NTT Bernyanyi di Tengah Kerumunan Warga yang Berjoget Tanpa Masker, Wagub: Semua Sudah Vaksin

"Kami juga meminta pihak kepolisian, untuk memanggil dan mengonfirmasi Gubernur NTT dan para bupati, guna menjelaskan kerumunan tersebut," ujar Mario yang berasal dari Kabupaten Timor Tengah Utara itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mario meminta polisi dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit anggaran yang digunakan dalam acara tersebut.

Selain itu, mereka meminta gugus tugas Provinsi NTT dan semua gugus tugas kabupaten diNTT memberikan penjelasan kepada publik.

Penjelasan itu terkait kehadiran para bupati atau wakil bupati di lokasi dan mengikuti kerumunan tersebut.

Sebelumnya, sejumlah video dan foto beberapa pejabat di Nusa Tenggara Timur (NTT), mengikuti pesta dan panggung hiburan viral di media sosial.

Dalam video itu, terlihat ratusan orang dalam kerumunan dan diduga melanggar protokol kesehatan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

21.000 Pelajar di Pekanbaru Telah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

21.000 Pelajar di Pekanbaru Telah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Regional
Seorang Warga Tewas Saat Konflik di Lokasi Tambang Bolaang Mongondow, Polisi Masih Dalami Motif Pelaku

Seorang Warga Tewas Saat Konflik di Lokasi Tambang Bolaang Mongondow, Polisi Masih Dalami Motif Pelaku

Regional
Rokok dan Minuman Beralkohol Ilegal Senilai Rp 65,8 Miliar Disita di Batam

Rokok dan Minuman Beralkohol Ilegal Senilai Rp 65,8 Miliar Disita di Batam

Regional
4 Fakta di Balik Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Pengakuan Debt Collector dan Buru Pemodal

4 Fakta di Balik Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Pengakuan Debt Collector dan Buru Pemodal

Regional
Soal Pembelajaran Tatap Muka, Pemkab Sleman Siapkan Tambahan 85 SD

Soal Pembelajaran Tatap Muka, Pemkab Sleman Siapkan Tambahan 85 SD

Regional
Vaksinasi Massal di Bukittinggi, Warga Bisa Dapat Hadiah Sepeda hingga Motor

Vaksinasi Massal di Bukittinggi, Warga Bisa Dapat Hadiah Sepeda hingga Motor

Regional
Pembudidaya Ikan Terjebak Eceng Gondok di Waduk Jatiluhur, Hasil Panen Tak Bisa Dijual

Pembudidaya Ikan Terjebak Eceng Gondok di Waduk Jatiluhur, Hasil Panen Tak Bisa Dijual

Regional
Bakal Ada Pajak untuk Penggunaan Air Tanah di Semarang

Bakal Ada Pajak untuk Penggunaan Air Tanah di Semarang

Regional
7 Tradisi Maulid Nabi di Indonesia, Ada Weh-wehan hingga Masak Nasi Suci Ulam Sari

7 Tradisi Maulid Nabi di Indonesia, Ada Weh-wehan hingga Masak Nasi Suci Ulam Sari

Regional
Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Arahan Sandiaga Uno untuk Pariwisata Jabar

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Arahan Sandiaga Uno untuk Pariwisata Jabar

Regional
Istri Siri Oknum ASN Pemkab Madiun Datangi BKD, Merasa Ditelantarkan Suami dan Minta Dinikahi Sah

Istri Siri Oknum ASN Pemkab Madiun Datangi BKD, Merasa Ditelantarkan Suami dan Minta Dinikahi Sah

Regional
[POPULER NUSANTARA] Asal-usul hingga Legenda Marga Ginting | Belum Vaksin, Korban Pemerkosaan Ditolak Lapor ke Polisi

[POPULER NUSANTARA] Asal-usul hingga Legenda Marga Ginting | Belum Vaksin, Korban Pemerkosaan Ditolak Lapor ke Polisi

Regional
Minta Menkominfo Blokir PUBG, Gubernur Aceh: Agar Syariat Islam Terlaksana...

Minta Menkominfo Blokir PUBG, Gubernur Aceh: Agar Syariat Islam Terlaksana...

Regional
'Korban Disuruh Vaksin Dulu Baru Akan Diterima Laporan Dugaan Percobaan Pemerkosaan Itu'

"Korban Disuruh Vaksin Dulu Baru Akan Diterima Laporan Dugaan Percobaan Pemerkosaan Itu"

Regional
Pria Dikira Mencuri dan Dibakar hingga Tewas, Ternyata Tak Ada Warga yang Kehilangan Motor

Pria Dikira Mencuri dan Dibakar hingga Tewas, Ternyata Tak Ada Warga yang Kehilangan Motor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.