Diduga Terjatuh dari Perahu Saat Cuaca Buruk, Seorang Nelayan di Maluku Hilang di Laut

Kompas.com - 30/08/2021, 19:25 WIB
Tim SAR Pos Namlea berisap untuk mencari seorang nelayan yang hilang di peraiaran Pulau Kelang, Kabupaten Seram bagian Barat, Maluku, Senin (30/8/2021) HUMAS BASARNAS AMBONTim SAR Pos Namlea berisap untuk mencari seorang nelayan yang hilang di peraiaran Pulau Kelang, Kabupaten Seram bagian Barat, Maluku, Senin (30/8/2021)

AMBON, KOMPAS.com - Seorang nelayan di Pulau Kelang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, dilaporkan hilang saat pergi melaut.

Nelayan bernama La Nane (54) itu dilaporkan hilang saat sedang melaut di perairan Pulau Kelang pada Sabtu (28/8/2021).

Baca juga: Ken Dedes: Wanita Terpelajar, Ibu Para Raja

Kuat dugaan korban hilang setelah terjatuh dari perahu saat cuaca buruk menerpa perairan tersebut.

Kepala Basarnas Ambon Mustari mengatakan, insiden itu baru diketahui tim SAR setelah menerima laporan keluarga korban pada Minggu (29/8/2021) pukul 15.30 WIT.

Saat ini, tim SAR masih mencari korban di perairan tersebut.

“Hari ini sudah hari kedua kita melakukan pencarian dan hasilnya masih nihil,” kata Mustari kepada Kompas.com, Senin (30/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mustari menjelaskan, warga setempat juga sempat melakukan pencarian saat korban dinyatakan hilang. Namun, warga hanya menemukan perahu yang digunakan korban.

“Sempat dicari warga saat pertama kali dinyatakan hilang tapi yang didapat hanya perahu korban yang terapung di laut. Jadi kami menduga korban ini terjatuh dari atas perahu,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses pencarian korban melibatkan tim SAR Pos Namlea, personel Polairud yang bertugas di Pulau Manipa, dan juga warga setempat, dengan menggunakan speedboat milik Basarnas dan juga kapal nelayan.

“Sampai hari ini kita belum menemukan korban dan rencananya besok kita akan lanjutkan lagi pencarian,” katanya.

Baca juga: Terlibat Kasus Narkoba, 3 Anggota Polisi di Maluku Dipecat

Untuk diketahui, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon telah memperingatkan adanya gelombang tinggi mencapai 2,5 meter di sejumlah peraiaran Maluku dalam beberapa hari ke depan.

BMKG pun mengimbau para nelayan agar waspada dengan gelombang tinggi disertai cuaca buruk di sejumlah peraiaran Maluku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Warga Termakan Isu Hoaks, Realisasi Vaksinasi Sumbar Baru 27 Persen

Banyak Warga Termakan Isu Hoaks, Realisasi Vaksinasi Sumbar Baru 27 Persen

Regional
Cerita Basarnas Evakuasi Pria Mabuk yang Panjat Tower SUTET: Salah Sedikit, Nyawa Taruhannya

Cerita Basarnas Evakuasi Pria Mabuk yang Panjat Tower SUTET: Salah Sedikit, Nyawa Taruhannya

Regional
Ibu 3 Anak yang Diduga Diperkosa Dilaporkan Balik, LPSK Ingatkan UU Perlindungan Saksi dan Korban

Ibu 3 Anak yang Diduga Diperkosa Dilaporkan Balik, LPSK Ingatkan UU Perlindungan Saksi dan Korban

Regional
Kronologi Pria Tewas Dibakar Massa Usai Dituduh Mencuri Motor di Bangkalan, Polisi Tangkap 2 Orang

Kronologi Pria Tewas Dibakar Massa Usai Dituduh Mencuri Motor di Bangkalan, Polisi Tangkap 2 Orang

Regional
2 Orang Tewas Tersambar Petir Usai Memancing di Gowa, Begini Kronologinya...

2 Orang Tewas Tersambar Petir Usai Memancing di Gowa, Begini Kronologinya...

Regional
Turun ke Level 2, Kabupaten Madiun Buka 59 Tempat Pariwisata

Turun ke Level 2, Kabupaten Madiun Buka 59 Tempat Pariwisata

Regional
Sembari Menunduk, Pria yang Bunuh Adik Ipar gara-gara Sampah Plastik: Saya Harap Tidak Dihukum Mati

Sembari Menunduk, Pria yang Bunuh Adik Ipar gara-gara Sampah Plastik: Saya Harap Tidak Dihukum Mati

Regional
Komisioner KPU Bangka Belitung Pudjiarti Meninggal, Tinggalkan Seorang Putri yang Masih TK

Komisioner KPU Bangka Belitung Pudjiarti Meninggal, Tinggalkan Seorang Putri yang Masih TK

Regional
10 Daerah di Riau Naik PPKM Level 3, Ternyata Ini Penyebabnya

10 Daerah di Riau Naik PPKM Level 3, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Puting Beliung Terjang 5 Desa di Kabupaten Bone, BPBD Sulsel Salurkan Bantuan

Puting Beliung Terjang 5 Desa di Kabupaten Bone, BPBD Sulsel Salurkan Bantuan

Regional
Dari Ketupat Sumpil hingga Endog-endogan, Ini 7 Kuliner Khas Maulid Nabi di Indonesia

Dari Ketupat Sumpil hingga Endog-endogan, Ini 7 Kuliner Khas Maulid Nabi di Indonesia

Regional
Debt Collector Pinjol Ini Akui Edit Foto Nasabah dan Sebar ke Daftar Kontak Saat Tagih Utang

Debt Collector Pinjol Ini Akui Edit Foto Nasabah dan Sebar ke Daftar Kontak Saat Tagih Utang

Regional
21.000 Pelajar di Pekanbaru Telah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

21.000 Pelajar di Pekanbaru Telah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Regional
Seorang Warga Tewas Saat Konflik di Lokasi Tambang Bolaang Mongondow, Polisi Masih Dalami Motif Pelaku

Seorang Warga Tewas Saat Konflik di Lokasi Tambang Bolaang Mongondow, Polisi Masih Dalami Motif Pelaku

Regional
Rokok dan Minuman Beralkohol Ilegal Senilai Rp 65,8 Miliar Disita di Batam

Rokok dan Minuman Beralkohol Ilegal Senilai Rp 65,8 Miliar Disita di Batam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.