Mural Bernada Kritik Sempat Ada di Bandung, Ini Kata Pengamat Komunikasi hingga Seniman

Kompas.com - 29/08/2021, 06:40 WIB
Mural yang memperlihatkan sosok yang diduga mirip Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sempat terpampang di tembok luar jembatan Pasupati, Jalan Prabu Dimuntur, Kota Bandung. Tangkapan layar instagram @bdg.infoMural yang memperlihatkan sosok yang diduga mirip Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sempat terpampang di tembok luar jembatan Pasupati, Jalan Prabu Dimuntur, Kota Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com – Belum lama ini sebuah gambar yang dibuat di dinding luar Jembatan Pasopati, Kota Bandung, sempat menjadi perbincangan publik, gambar seorang pria dengan masker yang menutupi matanya itu sempat menjadi perhatian.

Belum diketahui siapa pembuat gambar itu, yang pasti kini aparat setempat telah menghapus gambar yang dinilai kontroversi itu.

Bahkan pihak kepolisian turun tangan mencari pembuat gambar untuk dimintai keterangan apa maksud dari gambar yang multitafsir itu.

Baca juga: Ada Mural Mirip Jokowi di Bandung, Kini Dihapus, Polisi Cari Pembuatnya

Wakil Rektor III Universitas Pasundan Bandung sekaligus pengamat komunikasi publik Deden Ramdan mengatakan, ada sebagian pihak yang memandang mural tersebut sebagai hal yang dianggap melanggar simbol-simbol negara, dalam hal ini gambar mirip Presiden RI Jokowi atau kepala negara.

Namun yang jadi persoalan, katanya, adalah bagaimana kita menafsirkan mural tersebut. Pasalnya mural itu pun multitafsir.

"Ini persoalan tafsir karena mural ini multitafsir," ujarnya, Kamis (26/8/2021).

Baca juga: Soal Mural Bernada Kritik, Ridwan Kamil: Jangan-jangan karena Kita Jarang Dialog

Deden menilai dari sisi hierarki tingkat pusat ke bawah dalam hal ini kelurahan atau aparat desa, ada yang memandang mural itu pelanggaran simbol negara yang patut untuk dihapus.

"Hari ini ketika bicara di kota Bandung dengan tafsirannya seperti itu, kalau saya lihat aparatur itu sendiri tentu berbeda cara menafsirkannya. Jadi saya memandang hal seperti ini ciri khas dinamika dari bagaimana negara Indonesia, sebagai negara yang melaksanakan nilai demokrasi ini di uji," ucapnya.

Senada dengan hal itu, seorang perupa asal Bandung, John Martono menilai, mural itu bukanlah tanda yang jelas mengarahkan atau mengajak orang untuk melakukan sesuatu.

“Jadi kalau dampak sosial secara nyata (dari mural itu) saya nggak bisa bilang karena ini ada multitafsir. Ini ada masyarakat beragam dan orang lihatnya sepintas, nggak ada yang duduk diam menelisik sosok gambar (mural) tersebut," ungkapnya, Sabtu (28/8/2021)

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perempuan Tangerang Diperkosa dan Dirampok di Dalam Angkot, Selamat Usai Dilempar Pelaku ke Sungai

Perempuan Tangerang Diperkosa dan Dirampok di Dalam Angkot, Selamat Usai Dilempar Pelaku ke Sungai

Regional
Cegah Bentrok Susulan, 2 Kompi Pasukan Brimob dan TNI Dikerahkan ke Maluku Tengah

Cegah Bentrok Susulan, 2 Kompi Pasukan Brimob dan TNI Dikerahkan ke Maluku Tengah

Regional
Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Langkat Pernah Ungkap Soal Kerangkeng di Rumahnya, Ini Pengakuannya

Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Langkat Pernah Ungkap Soal Kerangkeng di Rumahnya, Ini Pengakuannya

Regional
7 Fakta Menarik Kalimantan Timur, Provinsi Ibu Kota Baru Nusantara, yang Dihuni 6 Persen Lansia

7 Fakta Menarik Kalimantan Timur, Provinsi Ibu Kota Baru Nusantara, yang Dihuni 6 Persen Lansia

Regional
Kapolresta Pastikan Oknum Polisi Pemerkosa Mahasiswi di Banjarmasin Dipecat Tidak Hormat

Kapolresta Pastikan Oknum Polisi Pemerkosa Mahasiswi di Banjarmasin Dipecat Tidak Hormat

Regional
Dinkes Gunungkidul Pastikan Penularan Probable Omicron Sudah Berhenti

Dinkes Gunungkidul Pastikan Penularan Probable Omicron Sudah Berhenti

Regional
Bentrokan Warga di Maluku Tengah, 2 Korban Dilaporkan Tewas, 3 Terluka

Bentrokan Warga di Maluku Tengah, 2 Korban Dilaporkan Tewas, 3 Terluka

Regional
Kabupaten Semarang Dilanda Banjir dan Longsor Setelah Diguyur Hujan Deras

Kabupaten Semarang Dilanda Banjir dan Longsor Setelah Diguyur Hujan Deras

Regional
Warga Dua Desa di Maluku Tengah Bentrok, Sejumlah Rumah Terbakar

Warga Dua Desa di Maluku Tengah Bentrok, Sejumlah Rumah Terbakar

Regional
Evakuasi 27 Orang Dalam Kerangkeng di Rumah Bupati Lahat, Polisi Diadang Warga, Ini Ceritanya

Evakuasi 27 Orang Dalam Kerangkeng di Rumah Bupati Lahat, Polisi Diadang Warga, Ini Ceritanya

Regional
Kembali Dipenjara, Eks Bupati Talaud Berlinang Air Mata dan Bilang 'Enggak Apa-apa, Cuma 4 Tahun'

Kembali Dipenjara, Eks Bupati Talaud Berlinang Air Mata dan Bilang "Enggak Apa-apa, Cuma 4 Tahun"

Regional
Kabur dari Ponpes, 2 Santriwati Asal Subang dan Jakarta Berbohong Telah Diculik hingga Diperkosa

Kabur dari Ponpes, 2 Santriwati Asal Subang dan Jakarta Berbohong Telah Diculik hingga Diperkosa

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov Banten Tetap Berlakukan PTM 50 Persen

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov Banten Tetap Berlakukan PTM 50 Persen

Regional
Sakit Hati Jadi Alasan Oknum ASN di Kalbar Lempar Bom Molotov Saat Acara Pelantikan Pejabat

Sakit Hati Jadi Alasan Oknum ASN di Kalbar Lempar Bom Molotov Saat Acara Pelantikan Pejabat

Regional
Kapolres Banjar Jemput Warga yang Tolak Isolasi Terpusat, Pasien Pertama sejak Nihil Kasus Covid-19

Kapolres Banjar Jemput Warga yang Tolak Isolasi Terpusat, Pasien Pertama sejak Nihil Kasus Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.