Melihat dari Dekat Cenderawasih di Tanah Papua, Pengunjung Dilarang Pakai Parfum yang Menyengat

Kompas.com - 28/08/2021, 06:26 WIB
Seekor bird of paradise atau yang dikenal lokal sebagai burung cenderawasih, terlihat di Desa Malagufuk, Sorong, Papua, Rabu (23/8/2017). Papua adalah rumah bagi sepertiga hutan hujan yang tersisa di Indonesia, namun perburuan dan penggundulan hutan yang merajalela telah menghancurkan populasi burung di banyak hutan di Papua. AFP PHOTO/STRSeekor bird of paradise atau yang dikenal lokal sebagai burung cenderawasih, terlihat di Desa Malagufuk, Sorong, Papua, Rabu (23/8/2017). Papua adalah rumah bagi sepertiga hutan hujan yang tersisa di Indonesia, namun perburuan dan penggundulan hutan yang merajalela telah menghancurkan populasi burung di banyak hutan di Papua.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Burung cenderawasih merupakan salah satu burung endemik tanah Papua. Selain melihat keindahan burung surga itu dari gambar atau Youtube, cenderawasih bisa diamati dari dekat secara langsung.

Dikutip dari Indonesia.go.id, ada dua tempat di Kabupaten Jayapura yang saat ini untuk lokasi pengamatan burung cenderawasih yang dekat dengan pusat kota.

Jaraknya tak jauh hanya sekitar 1 jam dari Kota Sentani Jayapura.

Kedua tempat itu adalah Wisata Alam Bird of Paradise di Kampung Tablasupa, Distrik Depapre, dan Bird Watching Isyo Hill di Kampung Repang Muaif, Distrik Nimbokrang.

Baca juga: 10 Kucing Hutan di Indonesia, Sebagian Besar Terancam Punah

Kedua tempat itu dikelola oleh masyarakat adat setempat.

Untuk mengamati burung ini, jangan sekali-sekali memakai parfum yang baunya menyengat. Sebab satwa ini peka terhadap bau yang asing dan akan membuat mereka menjauh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat berjalan mendekati lokasi bermain burung cenderawasih harus senyap. Sekali terdengar berisik, burung akan menghilang dari pandangan.

Jika kita mau mengabadikan burung ini, kita perlu membawa kamera dengan tele panjang dan tripod.

Baca juga: Macan Dahan, Top Predator Hutan Kalimantan yang Kini Terancam Punah

Kampung Tablasupa

Burung Cenderawasih.https://pesona.travel Burung Cenderawasih.
Untuk menuju hutan di Kampung Tablasupa, bisa ditempuh dengan perjalanan darat, naik kendaraan pribadi ataupun angkutan umum.

Dari Kota Sentani, lokasi ini bisa ditempuh dengan jarak 1,5 jam. Lokasi untuk melihat burung cenderawasih di Tablasupa tersebar di sejumlah titik, yakni di Pantai Amai dan Hutan Tablasupa.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Blitar Gelar Uji Coba Pertunjukan Seni di Makam Bung Karno, Ratusan Penonton Hadir

Kota Blitar Gelar Uji Coba Pertunjukan Seni di Makam Bung Karno, Ratusan Penonton Hadir

Regional
Cerita Korban Perkosaan Ditolak Saat Lapor Polisi karena Tak Memiliki Sertifikat Vaksin, Sempat Tertahan di Gerbang

Cerita Korban Perkosaan Ditolak Saat Lapor Polisi karena Tak Memiliki Sertifikat Vaksin, Sempat Tertahan di Gerbang

Regional
Gara-gara Lupa Matikan Api di Tungku, Sebuah Rumah di Ponorogo Terbakar, 1 Orang Terluka

Gara-gara Lupa Matikan Api di Tungku, Sebuah Rumah di Ponorogo Terbakar, 1 Orang Terluka

Regional
Kapolsek Parigi Diduga Cabuli Anak Tersangka, Keluarga Korban: Tak Ada Damai...

Kapolsek Parigi Diduga Cabuli Anak Tersangka, Keluarga Korban: Tak Ada Damai...

Regional
Yogyakarta Masuk PPKM Level 2, Satgas Covid-19: Tugas Kita Makin Berat

Yogyakarta Masuk PPKM Level 2, Satgas Covid-19: Tugas Kita Makin Berat

Regional
Pembelajaran Tatap Muka di Pekanbaru, Durasi Belajar Ditambah Jadi 4 Jam

Pembelajaran Tatap Muka di Pekanbaru, Durasi Belajar Ditambah Jadi 4 Jam

Regional
2 Orang Tewas akibat Kecelakaan Maut di Sumba Tengah, Begini Kronologinya...

2 Orang Tewas akibat Kecelakaan Maut di Sumba Tengah, Begini Kronologinya...

Regional
Viral, Video Bupati Jember Bernyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Turun Tangan

Viral, Video Bupati Jember Bernyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Turun Tangan

Regional
20 Sekolah di Gunungkidul Kemalingan dalam 5 Bulan, Ini Imbauan Dinas Pendidikan

20 Sekolah di Gunungkidul Kemalingan dalam 5 Bulan, Ini Imbauan Dinas Pendidikan

Regional
Terungkap, Bos Situs Judi Online Asal Jakarta Diduga Punya 5.000 Nomor Ponsel, Ini Kata Polisi

Terungkap, Bos Situs Judi Online Asal Jakarta Diduga Punya 5.000 Nomor Ponsel, Ini Kata Polisi

Regional
Pemkab Klaten Bakal Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di 5 Tempat Wisata, Mana Saja?

Pemkab Klaten Bakal Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di 5 Tempat Wisata, Mana Saja?

Regional
Melihat Ekowisata Kampung Blekok Situbondo, Upaya Melestarikan Ribuan Burung Air

Melihat Ekowisata Kampung Blekok Situbondo, Upaya Melestarikan Ribuan Burung Air

Regional
Banyak Warga Termakan Isu Hoaks, Realisasi Vaksinasi Sumbar Baru 27 Persen

Banyak Warga Termakan Isu Hoaks, Realisasi Vaksinasi Sumbar Baru 27 Persen

Regional
Cerita Basarnas Evakuasi Pria Mabuk yang Panjat Tower SUTET: Salah Sedikit, Nyawa Taruhannya

Cerita Basarnas Evakuasi Pria Mabuk yang Panjat Tower SUTET: Salah Sedikit, Nyawa Taruhannya

Regional
Ibu 3 Anak yang Diduga Diperkosa Dilaporkan Balik, LPSK Ingatkan UU Perlindungan Saksi dan Korban

Ibu 3 Anak yang Diduga Diperkosa Dilaporkan Balik, LPSK Ingatkan UU Perlindungan Saksi dan Korban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.