Kompas.com - 27/08/2021, 18:07 WIB
Seekor buaya muara berada di kawasan industri pertambangan Morosi, Konawe, Sultra dijadikan santapan oleh para TKA asal China yang bekerja di PT OSS. (Foto Istimewa) KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATISeekor buaya muara berada di kawasan industri pertambangan Morosi, Konawe, Sultra dijadikan santapan oleh para TKA asal China yang bekerja di PT OSS. (Foto Istimewa)

 

KENDARI, KOMPAS.com- Manajemen PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang beroperasi di kawasan industri Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara meminta maaf atas tindakan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang telah menguliti dan memakan seekor buaya pada Rabu (26/8/2021).

Juru Bicara Manajemen PT OSS Tommy mengungkapkan, tindakan para TKA yang membunuh serta menyantap daging buaya itu dilakukan secara spontan, karena mereka tidak tahu tentang aturan perlindungan hewan.

“Jadi buaya tersebut akan dikonsumsi oleh mereka, dan untuk aturan buaya dilarang dibunuh mereka tidak tahu. Kami pihak Manajemen PT OSS meminta maaf atas tindakan tersebut, dan memastikan tindakan serupa tidak akan terjadi lagi,” jelasnya.

Baca juga: Viral Foto TKA Asal China Potong dan Kuliti Buaya untuk Disantap, BKSDA Sultra: Dijadikan Sop

Terkait foto TKA sedang menguliti buaya beredar di media sosial, kata Tommy, foto tersebut diambil oleh karyawan lokal PT OSS, lalu disebarkan di media sosial karena dianggap unik.

“Pekerja juga yang foto spontan karena mungkin tidak pernah melihat hal tersebut, jadi difoto dan disebar di medsos,” terangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Nasib Buaya Rawa Morosi, Habitat Rusak karena Tambang dan Jadi Santapan TKA

Lebih lanjut Tommy menjelaskan, buaya itu dibeli para TKA yang bekerja di pabrik pemurnian nikel dari masyarakat setempat.

Ia menambahkan, masyarakat menangkap buaya tersebut di sekitaran Sungai Pohara.

“Jadi TKA dapat buaya itu dari masyarakat yang menjual, di mana setelah masyarakat menangkap buaya itu kemudian menawarkan kepada TKA,” jelas Tommy.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah tenaga kerja asing asal China yang bekerja di PT Obsidian Stanless Steel (OSS), Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) sedang memotong buaya untuk disantap viral di media sosial. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Langkat Ditangkap, Masih Satu Keluarga, Ini Kronologi Lengkapnya

8 Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Langkat Ditangkap, Masih Satu Keluarga, Ini Kronologi Lengkapnya

Regional
Udang Tangkapan Nelayan Lokal Timika Papua Diekspor ke Jepang

Udang Tangkapan Nelayan Lokal Timika Papua Diekspor ke Jepang

Regional
Banjir Rob di Manado, 21 Rumah Terdampak, Perahu Nelayan 'Parkir' di Badan Jalan

Banjir Rob di Manado, 21 Rumah Terdampak, Perahu Nelayan 'Parkir' di Badan Jalan

Regional
Jumlah Pengunjung Tempat Wisata di Jabar Maksimal 75 Persen Saat Nataru

Jumlah Pengunjung Tempat Wisata di Jabar Maksimal 75 Persen Saat Nataru

Regional
Jokowi Ajak Masyarakat Sintang Perbaiki Wilayah Bekas Tambang dengan Tanam Pohon

Jokowi Ajak Masyarakat Sintang Perbaiki Wilayah Bekas Tambang dengan Tanam Pohon

Regional
Dihantam Ombak dan Angin Kencang, Kapal Muatan 30 Ton Batu Bara Tenggelam di Perairan Kaltim, 3 Orang Hilang

Dihantam Ombak dan Angin Kencang, Kapal Muatan 30 Ton Batu Bara Tenggelam di Perairan Kaltim, 3 Orang Hilang

Regional
Bupati Jepara Temani Dubes Indonesia untuk Tunisia Ziarah Makam Sunan Muria dan Sunan Kudus

Bupati Jepara Temani Dubes Indonesia untuk Tunisia Ziarah Makam Sunan Muria dan Sunan Kudus

Regional
Pejabat Desa di Aceh Kabur Setelah Korupsi Rp 300 Juta

Pejabat Desa di Aceh Kabur Setelah Korupsi Rp 300 Juta

Regional
Peringatan Waspada, Pasang Air Laut Setinggi 2,72 Meter Ancam Wilayah Bangka Belitung

Peringatan Waspada, Pasang Air Laut Setinggi 2,72 Meter Ancam Wilayah Bangka Belitung

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 8 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 8 Desember 2021

Regional
50.000 Kendaraan Diprediksi Melintasi Tol Semarang-Batang Saat Puncak Natal dan Tahun Baru

50.000 Kendaraan Diprediksi Melintasi Tol Semarang-Batang Saat Puncak Natal dan Tahun Baru

Regional
Cerita Bayu, Korban Erupsi Gunung Semeru Dapat Jaket dari Jokowi, Rumah Rusak Disapu Awan Panas

Cerita Bayu, Korban Erupsi Gunung Semeru Dapat Jaket dari Jokowi, Rumah Rusak Disapu Awan Panas

Regional
Dosen Unsri yang Dituduh Lecehkan 3 Mahasiswinya Lewat Chat WA Bakal Lapor Balik ke Polisi

Dosen Unsri yang Dituduh Lecehkan 3 Mahasiswinya Lewat Chat WA Bakal Lapor Balik ke Polisi

Regional
Sebuah Kapal Patah Kemudi di Teluk Maumere, ABK dan Penumpang Selamat

Sebuah Kapal Patah Kemudi di Teluk Maumere, ABK dan Penumpang Selamat

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Desember 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.