Tak Terima Capaian Vaksin Kalbar Disebut Rendah, Gubernur: Butuh 7,6 Juta, Dikirim 1,3 Juta Dosis

Kompas.com - 27/08/2021, 16:58 WIB
Gubernur Kalbar Sutarmidji KOMPAS.com/HENDRA CIPTAGubernur Kalbar Sutarmidji

PONTIANAK, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji kesal dengan anggapan bawah vaksinasi Covid-19 rendah karena baru 16 persen.

Menurut dia, memang benar vaksin dosis pertama di Kalbar 16 persen atau 633.419 jiwa dan vaksin dosis kedua 10 persen atau 411.236, namun hal tersebut karena stok vaksin yang dikirim baru 1,3 juta dosis.

"Target vaksinasi Kalbar sebesar 3,8 juta orang. Artinya membutuhkan 7,6 juta dosis. Sementara vaksin yang baru dikirim baru sekitar 1,3 juta dosis," kata Sutarmidji dalam keterangan suara yang diterima Kompas.com, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Kota Pontianak Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Sutarmidji: PPKM Mikro Lebih Ketat

Dengan total persentase vaksinasi tersebut, terang Sutarmidji, pihaknya telah menggunakan sekitar 90 persen stok vaksin yang ada.

"Tapi ngomong seakan-akan Kalbar capaian vaksinnya rendah. Saya protes Pak Menteri kalau ngomong seperti itu. Kecuali Kemenkes sudah kirimkan kita 2 juta dosis, tapi yang baru kita pakai hanya 1 juta,” ujar Sutarmidji.

Sebagai informasi, cakupan vaksinasi di Kalbar memang  terbilang rendah jika dibandingkan dengan rata-rata vaksinasi nasional, yakni 29 persen untuk dosis pertama, dan 16 persen untuk dosis kedua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Seteru dengan Bupati Sambas, Sutarmidji: Jika Diingatkan Harusnya Bersyukur, Bukan Baper

Sutarmidji menjelaskan, stok vaksin yang dikirim Kementerian Kesehatan juga terbatas.

Harusnya, terang Sutarmidji, cara menghitungnya adalah berapa yang diberikan dan berapa yang telah terpakai. Bukan hanya menghitung persentase vaksinasi di daerah.

“Kalau mau capaiannya tinggi, distribusinya juga harus merata. Jangan sampai, misalnya Jakarta 70 persen, Kalbar cuma 16 persen. Pasti target tidak tercapai,” ungkap Sutarmidji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Korupsi Dana PNPM Mandiri Rp 1,6 Miliar, Bendahara UPK Simpan Pinjam di Sidoarjo Ditahan

Diduga Korupsi Dana PNPM Mandiri Rp 1,6 Miliar, Bendahara UPK Simpan Pinjam di Sidoarjo Ditahan

Regional
Vaksinasi Belum Capai 40 Persen, 11 Kabupaten di Kalbar Naik ke PPKM Level 3

Vaksinasi Belum Capai 40 Persen, 11 Kabupaten di Kalbar Naik ke PPKM Level 3

Regional
Hari Kedua Penerapan E-Parking di Medan, Jukir Malah Kebingungan Tak Paham Pakai Uang Elektronik

Hari Kedua Penerapan E-Parking di Medan, Jukir Malah Kebingungan Tak Paham Pakai Uang Elektronik

Regional
Salatiga Masuk PPKM Level 2, Wali Kota: Jangan Bangga dan Euforia Dulu

Salatiga Masuk PPKM Level 2, Wali Kota: Jangan Bangga dan Euforia Dulu

Regional
Masuk Bursa Capres Litbang Kompas, Ridwan Kamil: Survei Bukan Jaminan

Masuk Bursa Capres Litbang Kompas, Ridwan Kamil: Survei Bukan Jaminan

Regional
Tusuk WN Selandia Baru dengan Pecahan Botol di Bali, WN Maroko Ditangkap

Tusuk WN Selandia Baru dengan Pecahan Botol di Bali, WN Maroko Ditangkap

Regional
Status PPKM Bangka Turun Satu Tingkat ke Level 3 gara-gara Capaian Vaksinasi Rendah

Status PPKM Bangka Turun Satu Tingkat ke Level 3 gara-gara Capaian Vaksinasi Rendah

Regional
Perayaan Maulid Nabi di Keraton Yogyakarta Digelar Sedehana, Tanpa Gunungan dan Arak-arakan Prajurit

Perayaan Maulid Nabi di Keraton Yogyakarta Digelar Sedehana, Tanpa Gunungan dan Arak-arakan Prajurit

Regional
Cerita Pendaki Gunung Andong yang Sempat Hilang 2 Hari, Sempat Telepon Minta Tali, tetapi...

Cerita Pendaki Gunung Andong yang Sempat Hilang 2 Hari, Sempat Telepon Minta Tali, tetapi...

Regional
3 Kecamatan di Bengkulu Tengah Terdampak Banjir, Ratusan Rumah Warga Terendam

3 Kecamatan di Bengkulu Tengah Terdampak Banjir, Ratusan Rumah Warga Terendam

Regional
Polisi Sebut 2 Situs Judi Online yang Digerebek di Pekanbaru Dibuka Pria Asal Jakarta

Polisi Sebut 2 Situs Judi Online yang Digerebek di Pekanbaru Dibuka Pria Asal Jakarta

Regional
Beredar Kabar Bupati Kuantan Singingi Andi Putra Ditangkap KPK, Ini Kata Polisi

Beredar Kabar Bupati Kuantan Singingi Andi Putra Ditangkap KPK, Ini Kata Polisi

Regional
Belum Capai Target 70 Persen Vaksinasi, Banyuwangi Masih Masuk PPKM Level 2

Belum Capai Target 70 Persen Vaksinasi, Banyuwangi Masih Masuk PPKM Level 2

Regional
Polda Lampung Usut 6 Laporan Pinjol Ilegal, Pelapor Merasa Diteror

Polda Lampung Usut 6 Laporan Pinjol Ilegal, Pelapor Merasa Diteror

Regional
Cerita Seputar TKP Tragedi Susur Sungai Ciamis: Nama Korban Pertama yang Hanyut Jadi Nama Kampung dan Dikenal Angker

Cerita Seputar TKP Tragedi Susur Sungai Ciamis: Nama Korban Pertama yang Hanyut Jadi Nama Kampung dan Dikenal Angker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.