Konflik Pilkada di Yalimo Papua, 1.000 Warga Mengungsi, Pembakaran Rumah Terjadi Lagi

Kompas.com - 27/08/2021, 06:16 WIB
Massa pendukung Erdi Dabi-Jhon Wilil tengah mendengar pernyataan Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, yang datang ke Distrik Elelim, Yalimo, Papua, Senin (5/7/2021) KOMPAS.com/DHIAS SUWANDIMassa pendukung Erdi Dabi-Jhon Wilil tengah mendengar pernyataan Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, yang datang ke Distrik Elelim, Yalimo, Papua, Senin (5/7/2021)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Aksi pembakaran sejumlah rumah yang dilakukan sekelompok orang masih terjadi di Yalimo, Papua. Menurut polisi, aksi tersebut buntut dari konflik Pilkada di wilayah itu.

Sementara, lebih dari 1.000 orang warga Yalimo, terutama warga pendatang dari luar Papua, masih mengungsi di Wamena dan sekitarnya.

Sekelompok orang juga dilaporkan masih melakukan pencegatan agar orang-orang tidak keluar-masuk dari dan ke Yamino, dan ini dibenarkan kepolisian Papua.

Baca juga: Lantik Ribka Haluk sebagai Penjabat Bupati Yalimo, Ini Wejangan Gubernur Papua Lukas Enembe

Aksi terakhir ini menyebabkan masyarakat Yalimo mulai kesulitan mendapatkan akses memadai di bidang kesehatan, pendidikan dan kebutuhan pokok, kata seorang warga setempat.

Karena itulah, seorang pengamat meminta agar pemerintah pusat dan pemprov Papua segera bertindak cepat agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

Konflik terkait pemilihan bupati dan wakilnya di Kabupaten Yalimo, meledak setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan kemenangan pasangan Erdi Dabi-John Wilil dan memutuskan pelaksanaan pilkada ulang di Yalimo, akhir Juni lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ratusan Sopir Terkunci di Yalimo, Kapolda Papua: Kami Upayakan Pembukaan Akses

Alasannya, Erdi Dabi dinilai masih berstatus mantan terpidana, sehingga baru dapat mengajukan diri sebagai calon bupati lima tahun mendatang.

Putusan MK ini dijawab dengan kemarahan massa pendukungnya dengan melakukan aksi pembakaran bangunan dan kendaraan bermotor pada akhir dan awal Juli di Yalimo.

Lebih dari 30 gedung kantor pemerintah, sekitar 126 rumah toko, serta lebih dari 110 kendaraan bermotor ludes dibakar, demikian data kepolisian yang dirilis awal Juli lalu.

Buntutnya, lebih dari 1.000 orang warga Yamino, yang didominasi pendatang dari luar Papua, memilih menyelamatkan diri dan mengungsi ke Wamena dan sekitarnya.

Baca juga: Soal Konflik di Yalimo Papua, Ketua MRP: Hanya Selesai dengan Adat

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Buka Kawasan Wisata, Pemkab Gunungkidul Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Belum Buka Kawasan Wisata, Pemkab Gunungkidul Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
Aplikasi PeduliLindungi Tersebar di Fasilitas Umum, Satgas Yakin Cakupan Vaksin di Blitar Bisa 100 Persen

Aplikasi PeduliLindungi Tersebar di Fasilitas Umum, Satgas Yakin Cakupan Vaksin di Blitar Bisa 100 Persen

Regional
Warga Diimbau Hati-hati dan Waspada Saat Melintas di Jalan Raya Pantura Lamongan

Warga Diimbau Hati-hati dan Waspada Saat Melintas di Jalan Raya Pantura Lamongan

Regional
Hendak Pulang, 7 Atlet Dayung Sumbar yang Berlaga di PON Papua Ternyata Positif Covid-19

Hendak Pulang, 7 Atlet Dayung Sumbar yang Berlaga di PON Papua Ternyata Positif Covid-19

Regional
Anak Korban Konflik Tambang di Bolaang Mongondow Minta Keadilan ke Kapolri

Anak Korban Konflik Tambang di Bolaang Mongondow Minta Keadilan ke Kapolri

Regional
Bupati Ciamis Beri Santunan untuk Keluarga Korban Meninggal Tragedi Susur Sungai

Bupati Ciamis Beri Santunan untuk Keluarga Korban Meninggal Tragedi Susur Sungai

Regional
Mien R Uno, Ibu Sandiaga Uno, Dianugerahi Doktor Honoris Causa Bidang Kewirausahaan dari UPI Bandung

Mien R Uno, Ibu Sandiaga Uno, Dianugerahi Doktor Honoris Causa Bidang Kewirausahaan dari UPI Bandung

Regional
Eksplorasi Lanjutan Kapal Van der Wijck di Lamongan Berakhir, Ini Hasilnya...

Eksplorasi Lanjutan Kapal Van der Wijck di Lamongan Berakhir, Ini Hasilnya...

Regional
Pelatih Voli di Demak Diduga Cabuli 13 Anak Didiknya, Satu Korban Hamil 8 Bulan

Pelatih Voli di Demak Diduga Cabuli 13 Anak Didiknya, Satu Korban Hamil 8 Bulan

Regional
Mata Kakek Alin Berkaca-kaca Lihat Rumahnya, Dulu Nyaris Roboh, Bocor Sana-sini, Kini Jadi Layak Huni

Mata Kakek Alin Berkaca-kaca Lihat Rumahnya, Dulu Nyaris Roboh, Bocor Sana-sini, Kini Jadi Layak Huni

Regional
Mesin ATM di Minimarket Dibobol Maling, Uang Ratusan Juta Rupiah Raib, Polisi: Pelaku Lebih dari 1 Orang

Mesin ATM di Minimarket Dibobol Maling, Uang Ratusan Juta Rupiah Raib, Polisi: Pelaku Lebih dari 1 Orang

Regional
Terima Gratifikasi Rp 16 Miliar Terkait Izin Bandara Bali Utara, Mantan Sekda Buleleng Ditahan

Terima Gratifikasi Rp 16 Miliar Terkait Izin Bandara Bali Utara, Mantan Sekda Buleleng Ditahan

Regional
Komplotan Penjambret yang Tewaskan Korbannya di Surabaya Ditangkap

Komplotan Penjambret yang Tewaskan Korbannya di Surabaya Ditangkap

Regional
Saat Eceng Gondok Membuat 22 Wisatawan Terjebak di Tengah Waduk Jatiluhur

Saat Eceng Gondok Membuat 22 Wisatawan Terjebak di Tengah Waduk Jatiluhur

Regional
Satu Korban Susur Sungai Asal Brebes Baru 'Mondok' dan Sekolah 3 Bulan

Satu Korban Susur Sungai Asal Brebes Baru "Mondok" dan Sekolah 3 Bulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.