Wali Kota Magelang Surati Presiden, Ingin Selesaikan Masalah Aset TNI yang Ditempati Pemkot

Kompas.com - 26/08/2021, 18:55 WIB
Logo atau lambang TNI terpasang di atas gedung kantor Wali Kota Magelang, Rabu 925/8/2021). Dok Prokompim Kota MagelangLogo atau lambang TNI terpasang di atas gedung kantor Wali Kota Magelang, Rabu 925/8/2021).

MAGELANG, KOMPAS.com - Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz menyatakan masih berikhtiar untuk sesegera mungkin menyelesaikan perkara aset berupa tanah dan bangungan milik eks Mako Akabri yang ditempati Pemkot Magelang.

Aziz berujar untuk merampungkan persoalan ini memerlukan proses dan prosedur yang tidak cepat. Bahkan, ikhtiar sudah dilakukan sejak era pemerintahan sebelum dirinya.

"Semua ingin berusaha menyelesaikan ini sesegera mungkin. Cuma hanya prosedurnya. Yang jelas kami sudah ke Menkopolhukam (Menteri Koordintor Politik, Hukum dan HAM), juga sudah ke Mendagri (Menteri Dalam Negeri," kata Aziz, saat memberikan keterangan pers di Kantor Wali Kota Magelang, Kamis (26/8/2021).

Baca juga: Kantor Wali Kota Magelang Tiba-tiba Dipasang Logo TNI, Layanan Pemkot Tetap Jalan

Pihaknya mengaku sedang mengirim surat ke Presiden RI Joko Widodo untuk memohon bantuan penyelesaian masalah aset ini.

"Nah ini sekarang kita sedang mengirim surat ke Presiden mohon untuk nuwun sewu penyelesaiannya. Karena sudah terlalu lama dan saya menyadari pihak TNI harus juga mempertanggungjawabkan karena ini aset," lanjut Aziz.

Sebagai informasi, polemik ini muncul lagi setelah logo TNI tiba-tiba terpasang di muka atas gedung kantor Wali Kota Magelang, Jalan Sarwo Edhie Wibowo Kota Magelang, Rabu (26/8/2021).

Aziz menyatakan, tidak ada pemberitahuan atau izin sebelumnya kepada Pemkot Magelag terkait pemasangan logo berbentuk segilima itu. Walau demikian, Aziz memastikan hal itu tidak mempengaruhi aktivitas pegawai dan pelayanan masyarakat.

"Tidak, kami tidak merasa (terganggu) kita sama-sama tetap beraktivitas, layanan masyarakat juga tetap berjalan normal," jelasnya.

Aziz optimistis, masalah ini bisa diselesaikan pada era kepemimpinannya. Ia pun merasa sudah berusaha mencari titik temu dengan berkoordinasi, berkonsultasi, hingga memohon bantuan dari tingkat provinsi sampai pusat. 

"Untuk menyelesaikan, kalau istilahnya dalam keluarga, Wali Kota atau Pemkot ini kan salah satu anaknya. Tinggal sekarang bapaknya, pemerintah pusat, kakaknya pemerintah provinsi, bagaimana membantu untuk menyelesaikan," jelasnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Emak-emak Murka Kejar Pria Bermasturbasi Viral di Medsos

Video Emak-emak Murka Kejar Pria Bermasturbasi Viral di Medsos

Regional
Kakek Bunuh Istri gara-gara Sering Main HP, Jasad Dibuang ke Sungai dan Buat Laporan Palsu

Kakek Bunuh Istri gara-gara Sering Main HP, Jasad Dibuang ke Sungai dan Buat Laporan Palsu

Regional
KPK Dalami Potensi TPPU Dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur di Buru Selatan

KPK Dalami Potensi TPPU Dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur di Buru Selatan

Regional
Terungkap Motif Narapidana Bakar Mobil Pejabat Lapas Pekanbaru

Terungkap Motif Narapidana Bakar Mobil Pejabat Lapas Pekanbaru

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Januari 2022

Regional
Satu Rumah Terbakar di Permukiman Padat, Pemiliknya Sedang Menjemput Anaknya di Sekolah

Satu Rumah Terbakar di Permukiman Padat, Pemiliknya Sedang Menjemput Anaknya di Sekolah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Januari 2022

Regional
Pamit ke Kebun Sawit, Pria Ini Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Musi Rawas

Pamit ke Kebun Sawit, Pria Ini Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Musi Rawas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Januari 2022

Regional
Kesal Korban Sibuk Main Handphone, Suami di Aceh Timur Bunuh Istri

Kesal Korban Sibuk Main Handphone, Suami di Aceh Timur Bunuh Istri

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Januari 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Januari 2022

Regional
Video Jemaah Shalat Subuh Berhamburan Saat Gempa Lombok, Ini Penjelasannya

Video Jemaah Shalat Subuh Berhamburan Saat Gempa Lombok, Ini Penjelasannya

Regional
Sejarah Indische Partij: Pendiri, Latar Belakang, Tujuan, dan Alasan Pembubaran

Sejarah Indische Partij: Pendiri, Latar Belakang, Tujuan, dan Alasan Pembubaran

Regional
Ratusan Korban Keracunan Makanan di Lebak Mulai Membaik, Tersisa 2 Orang

Ratusan Korban Keracunan Makanan di Lebak Mulai Membaik, Tersisa 2 Orang

Regional
Duduk Perkara Bentrok di Sorong yang Mengakibatkan 18 Orang Tewas, Berawal Kesalahpahaman

Duduk Perkara Bentrok di Sorong yang Mengakibatkan 18 Orang Tewas, Berawal Kesalahpahaman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.