Lomba Mural Yogyakarta Pesertanya dari Berbagai Daerah, Gambar Bertahan 8 Jam Sebelum Dihapus Aparat

Kompas.com - 26/08/2021, 18:46 WIB
Bamsuck menunjukkan foto mural yang dihapus hari minggu lalu ditemui di Jembatan Kewek, Senin (23/8/2021) KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWOBamsuck menunjukkan foto mural yang dihapus hari minggu lalu ditemui di Jembatan Kewek, Senin (23/8/2021)

"Sampai sekarang untuk teman-teman lebih muda, saya bilang yang di Tangerang dan Jawa Timur itu berbentuk street art. Street art bentuknya bisa graffiti atau membuat lukisan dengan cat semprot dan meninggalkan nama atau inisial," jelas dia.

Terkait penghapusan mural yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak lain, menurut dia kejadian itu menjadi hal biasa di dunia street art. Bahkan, sambung dia menghapus mural tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tetapi juga dilakukan antar seniman bahkan dihapus oleh suporter sepak bola.

"Penghapusan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja di wilayah atau jalanan saling menghapus itu suatu fenomena yang biasa antara seniman, antara seniman graffiti dan suporter PSIM," ujar Ari lagi.

Sebelumnya, maraknya mural atau gambar dengan media dinding dihapus di beberapa daerah.

Atas beberapa kejadian itu, aksi "Gejayan Memanggil" mengajak para seniman untuk mengikuti lomba mural.

Humas lomba mural "Gejayan Memanggil" Mimin Muralis menyampaikan, mural atau gambar adalah kebudayaan yang dialami oleh manusia saat mulai anak-anak.

Penghapusan atau pemberangusan karya mural adalah sebagai bentuk kekeliruan penguasa atau orang dewasa.

“Coret-coretan di tembok adalah cara-cara ketika kebebasan bersuara terbatas dan sekarang coretan itu pun dibatasi,’ katanya saat dihubungi, Selasa (24/8/2021).

Dia menambahkan, dengan maraknya penghapusan mural yang terjadi di beberapa daerah pihaknya melihat bahwa generasi sekarang merupakan generasi yang tertekan dengan kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi.

“Kami berusaha melihat generasi sekarang yang tertekan dengan kebijakan pemerintah menangani pandemi dengan cara otoriter,” ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal 6 Taman Nasional Indonesia yang Ditetapkan Sebagai Situs Warisan Dunia

Mengenal 6 Taman Nasional Indonesia yang Ditetapkan Sebagai Situs Warisan Dunia

Regional
Seorang Warga Bengkulu Tewas Diduga akibat Diserang Babi Hutan

Seorang Warga Bengkulu Tewas Diduga akibat Diserang Babi Hutan

Regional
Murid PAUD di Cianjur Meninggal Sehari Usai Divaksin Covid-19, Satgas: Diduga KIPI

Murid PAUD di Cianjur Meninggal Sehari Usai Divaksin Covid-19, Satgas: Diduga KIPI

Regional
Tembus Angka 111 di Awal Tahun, Kasus DBD di Manggarai Barat Tertinggi di NTT

Tembus Angka 111 di Awal Tahun, Kasus DBD di Manggarai Barat Tertinggi di NTT

Regional
8 Kiai Bergelar Pahlawan Nasional, Ada KH Hasyim Asyari hingga KH Ahmad Dahlan

8 Kiai Bergelar Pahlawan Nasional, Ada KH Hasyim Asyari hingga KH Ahmad Dahlan

Regional
Pelaku yang Rampok 1 Keluarga di Lombok Ditangkap

Pelaku yang Rampok 1 Keluarga di Lombok Ditangkap

Regional
Juli-Desember 2021, 322 Orang Positif Covid-19 Tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado

Juli-Desember 2021, 322 Orang Positif Covid-19 Tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado

Regional
Geger, Warga Jambi Temukan Bayi Perempuan yang Baru Lahir di Teras Rumah

Geger, Warga Jambi Temukan Bayi Perempuan yang Baru Lahir di Teras Rumah

Regional
Saat Bupati Blora Serahkan Kertas Berisi Permohonan kepada Jokowi

Saat Bupati Blora Serahkan Kertas Berisi Permohonan kepada Jokowi

Regional
Kasus Kematian Kakek SA, Bidang Propam Polda Kalsel Periksa 6 Anggota Polres Banjar

Kasus Kematian Kakek SA, Bidang Propam Polda Kalsel Periksa 6 Anggota Polres Banjar

Regional
Arteria Dahlan Minta Jaksa Agung Copot Kajati Rapat Berbahasa Sunda, Dedi Mulyadi: Apa Salahnya?

Arteria Dahlan Minta Jaksa Agung Copot Kajati Rapat Berbahasa Sunda, Dedi Mulyadi: Apa Salahnya?

Regional
Pernyataan Arteria Dahlan Tuai Polemik, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Pernyataan Arteria Dahlan Tuai Polemik, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Regional
Jambret WN Perancis di Kawasan Mandalika, 2 Pelaku Ditangkap

Jambret WN Perancis di Kawasan Mandalika, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Kasus Dugaan Persekusi Gereja di Lampung, Polisi Tetapkan 1 Orang sebagai Tersangka

Kasus Dugaan Persekusi Gereja di Lampung, Polisi Tetapkan 1 Orang sebagai Tersangka

Regional
Dianggap Habis Panen Durian, Satu Keluarga di Lombok Dianiaya Perampok, 1 Orang Tewas

Dianggap Habis Panen Durian, Satu Keluarga di Lombok Dianiaya Perampok, 1 Orang Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.