Ratusan Burung Dilindungi Dimasukkan Dalam Rongsokan Besi Tua, Hendak Diselundupkan ke Surabaya

Kompas.com - 26/08/2021, 18:40 WIB
Barang bukti ratusan burung dilindungi yang diselundupkan ke Surabaya. Dokumentasi Ditpolairud Polda JatimBarang bukti ratusan burung dilindungi yang diselundupkan ke Surabaya.

SURABAYA, KOMPAS.com - Aparat Polda Jawa TImur (Jatim) menggagalkan penyelundupan satwa dilindungi dari Balikpapan ke Surabaya melalui jalur laut.

Aksi bisa digagalkan meski pelaku menyembunyikan burung jenis murai dan cucak hijau itu ke dalam tumpukan rongsokan besi tua.

Aksi penyelundupan tersebut terdeteksi Tim Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jatim pukul 01.00 WIB Kamis (26/8/2021) di Pelabuhan Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Baca juga: Orangutan Sumatera dan Beo Hasil Penyelundupan Dipulangkan ke Medan dari Jakarta

Satwa burung dilindungi itu diangkut dua truk pengangkut besi tua dengan nomor polisi S 9344 UT dan L 8622 UB yang berlayar dengan KM Dharma Fery VII dari Balikpapan menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Tim lalu membuntuti kedua truk yang tiba-tiba berhenti di Jalan Perak Timur Surabaya dan disusul sebuah mobil Toyota Calya warna abu-abu nopol L 1832 CX.

"Tim melihat ada pemindahan satwa burung yang dilindungi itu ke mobil Toyota Calya," terang Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Arnapi dikonfirmasi Kamis siang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi pun lalu melalukan pemeriksaan dan mengamankan semua barang bukti baik truk, mobil dan pemiliknya.

"Satwa liar jenis burung disimpan dalam boks dan dimasukkan di dalam tumpukan rongsokan besi tua," kata Arnapi.

Baca juga: Universitas Negeri Surabaya Tawarkan Pendidikan Gratis untuk Atlet yang Berjuang di Paralimpiade Tokyo

Satwa burung dilindungi yang diselundupkan yakni cucak hijau sebanyak 108 ekor, dan murai sebanyak 24 ekor.

Seorang yang diduga pemilik dan pengangkut satwa tersebut yakni MK ditahan untuk kepentingan pemeriksaan.

Pelaku disebut melanggar pasal 40 ayat (2) jo pasal  21 ayat (2) huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman 5 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Regional
Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Regional
2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

Regional
Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran 'Omah PSS' Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran "Omah PSS" Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Regional
Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, 'Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit...'

Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, "Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit..."

Regional
Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Regional
Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Regional
Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Regional
Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Regional
Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Regional
Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Regional
Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Regional
Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Regional
Sumur Bor Milik Warga di Tuban Keluarkan Gas Mudah Terbakar

Sumur Bor Milik Warga di Tuban Keluarkan Gas Mudah Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.