Dokter di Medan Pakai Pelat Konsulat Rusia Palsu, Polisi Amankan 4 Mobil dan Cari Motifnya

Kompas.com - 26/08/2021, 12:44 WIB
Tiga mobil pelat CC dan satu pelat BK diamankan Polrestabes Medan, Kamis (26/8/2021). Pelat CC merupakan pelat konsulat Rusia. Pemilik mobil yakni seorang dokter kini diperiksa polisi. DOK. TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELYTiga mobil pelat CC dan satu pelat BK diamankan Polrestabes Medan, Kamis (26/8/2021). Pelat CC merupakan pelat konsulat Rusia. Pemilik mobil yakni seorang dokter kini diperiksa polisi.

KOMPAS.com - Oknum dokter di Medan diduga memalsukan pelat mobil CC, yang merupakan pelat mobil konsulat Rusia. Padahal, konsulat Rusia tidak ada di Medan. 

Sat Reskrim Polrestabes Medan pun mengamankan empat mobil dengan pelat konsulat Rusia pada Rabu (25/8/2021).

"Iya, benar ada empat mobil yang kami amankan," kata Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung, Kamis (26/8/2021), seperti dikutip dari Tribun Medan.

Rafles berjanji pihaknya akan merilis kasus ini dalam waktu dekat jika duduk perkaranya sudah jelas. Dia cuma mengatakan, ada beberapa orang yang sudah ditangkap.

Baca juga: Kronologi WN Rusia Tersesat di Gunung Sang Hyang, Basarnas: Sempat Kirim Pesan Sudah di Puncak, tetapi...

Polisi cari motif pelaku

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan bahwa Konsulat Rusia sebenarnya tidak ada di Medan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga, polisi masih mendalami apa motif oknum dokter itu memakai pelat kendaraan Konsulat Rusia.

"Ada yang plat CC dari Rusia yang notabenenya Konsulat Rusia itu tidak ada di Medan," kata Hadi, seperti dikutip dari Tribun Medan, Kamis.

Baca juga: Oknum Dokter dan Perawat Diduga Mesum di Areal Bandara Haluoleo Kendari

Ia menambahkan, dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polrestabes Medan, ada satu unit mobil Pajero (berpelat CC) yang mengandung unsur pidana.

"Kemudian tiga kendaraan lainnya mungkin nanti dikenakan tilang, bukti pelanggaran dan dilimpahkan ke lalu lintas," sebut Hadi.

Ia pun mengatakan kasus itu masih dikembangkan apakah ada kendaraan lainnya yang digunakan atau menggunakan plat CC tersebut.

"Pelaku yang diamankan berprofesi sebagai dokter. Motifnya memakai pelat CC sampai saat ini masih didalami penyidik. Masih digali motifnya pemilik kendaraan ini," ujar Hadi.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Oknum Dokter di Medan Diduga Palsukan Pelat Mobil Konsulat Rusia, Ditangkap Bersama Tiga Unit Mobil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Miliki Harta Rp 38 Miliar, Ini Profil Dodi Reza Alex Noerdin, Dilantik Ayah Jadi Bupati Musi Banyuasin, Kini Susul ke Penjara

Miliki Harta Rp 38 Miliar, Ini Profil Dodi Reza Alex Noerdin, Dilantik Ayah Jadi Bupati Musi Banyuasin, Kini Susul ke Penjara

Regional
Harimau yang Terkam 2 Warga di Merangin Berhasil Ditangkap

Harimau yang Terkam 2 Warga di Merangin Berhasil Ditangkap

Regional
Dirawat Selama 2 Malam di RS, Mahasiswa yang Dibanting Polisi Diperiksa Dokter Spesialis

Dirawat Selama 2 Malam di RS, Mahasiswa yang Dibanting Polisi Diperiksa Dokter Spesialis

Regional
Kantor Pinjol Pontianak yang Digerebek Polisi Tak Miliki Plang Nama, Aktivitasnya Dikeluhkan Warga

Kantor Pinjol Pontianak yang Digerebek Polisi Tak Miliki Plang Nama, Aktivitasnya Dikeluhkan Warga

Regional
Jumlah Tersangka Pinjol Ilegal Akan Bertambah, Ini Kata Polda Jabar

Jumlah Tersangka Pinjol Ilegal Akan Bertambah, Ini Kata Polda Jabar

Regional
Tragedi Susur Sungai, MTs Harapan Baru Ciamis Terancam Sanksi dari Kemenag

Tragedi Susur Sungai, MTs Harapan Baru Ciamis Terancam Sanksi dari Kemenag

Regional
Menelusuri Sumber Mata Air Sendang Kuncen di Kota Madiun

Menelusuri Sumber Mata Air Sendang Kuncen di Kota Madiun

Regional
Susur Sungai Siswa MTs di Ciamis Tanpa Alat Keselamatan, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Susur Sungai Siswa MTs di Ciamis Tanpa Alat Keselamatan, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Regional
5 Fakta Kantor Pinjol di Pontianak, Tanpa Plang Nama, Jalankan 14 Aplikasi Ilegal dengan 1.600 Nasabah

5 Fakta Kantor Pinjol di Pontianak, Tanpa Plang Nama, Jalankan 14 Aplikasi Ilegal dengan 1.600 Nasabah

Regional
Buntut Tewasnya 11 Siswa MTs Harapan Baru, Ini Pernyataan Ridwan Kamil soal Kegiatan Susur Sungai

Buntut Tewasnya 11 Siswa MTs Harapan Baru, Ini Pernyataan Ridwan Kamil soal Kegiatan Susur Sungai

Regional
Angin Kencang di Pinrang, Atap Rumah Warga yang Rusak Ditutup Tenda

Angin Kencang di Pinrang, Atap Rumah Warga yang Rusak Ditutup Tenda

Regional
Saat Menteri Risma Debat dengan Mahasiswa soal Supplier Bansos: Saya Menteri Tidak Ngurusi Ini

Saat Menteri Risma Debat dengan Mahasiswa soal Supplier Bansos: Saya Menteri Tidak Ngurusi Ini

Regional
3 Desa di Kintamani Bangli Terisolasi akibat Gempa Bali

3 Desa di Kintamani Bangli Terisolasi akibat Gempa Bali

Regional
Pariwisata Internasional Dibuka, Bandara Hang Nadim Batam Butuh Mesin PCR bagi Wisman

Pariwisata Internasional Dibuka, Bandara Hang Nadim Batam Butuh Mesin PCR bagi Wisman

Regional
Cerita YouTuber Phesi Esterju, Editing Video Sederhana Bisa Dapatkan 555.000 Subscriber, Ini Rahasianya

Cerita YouTuber Phesi Esterju, Editing Video Sederhana Bisa Dapatkan 555.000 Subscriber, Ini Rahasianya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.