Kompas.com - 26/08/2021, 06:55 WIB
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X saat ditemui di Banhsal Kepatihan, Kota Yogyakarta, menjealskan soal 3 daerah muncul zona merah, Senin (3/4/2021) KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWOGubernur DIY, Sri Sultan HB X saat ditemui di Banhsal Kepatihan, Kota Yogyakarta, menjealskan soal 3 daerah muncul zona merah, Senin (3/4/2021)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) belum mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat sekolah dan universitas berlangsung.

HB X ingin semua pengajar dan peserta didik divaksinasi Covid-19 sebelum PTM kembali berlangsung.

"Saya minta guru sudah kita selesaikan vaksin, pelajar harus sudah divaksin,” katanya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (25/8/2021).

Baca juga: Pemerintah DIY Perbolehkan Warga Buat Mural Asal...

Syarat semua guru dan siswa sudah divaksinasi, kata HB X, untuk menekan risiko terjadinya penularan Covid-19 saat PTM berlangsung di sekolah.

Karena itu, Ngarso Dalem berharap vaksinasi untuk guru dan pelajar terus digencarkan.

"Supaya di September atau awal Oktober ini bisa kita selesaikan,” sebutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, HB X mempersilakan sekolah menggelar uji coba PTM. Selama uji coba berjalan, guru dan siswa yang belum divaksin boleh terlibat.

Sebagai informasi, di DIY ada lebih dari 120.000 pelajar tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Selain itu, ada sekitar 300.000 mahasiswa di DIY.

Baca juga: Mal di DIY Kembali Buka, Hanya Terima Pengunjung yang Sudah Divaksin

Menurut Sekretaris Daerah (sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, baru 5 persen dari pelajar yang sudah divaksinasi.

Keadaan tersebut membuat PTM di DIY belum bisa dimulai.

"Walaupun Pak Menteri Pendidikan mengatakan vaksinasi bukan syarat untuk tatap muka, tapi daerah boleh menentukan (syarat)," sebut Aji.

Hanya saja, dia mengakui sudah ada beberapa sekolah dan perguruan tinggi yang menggelar persiapan PTM.

Kegiatan itu dibatasi dengan jumlah peserta didik hanya 50 persen dari kapasitas ruangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Regional
Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Regional
Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Regional
Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Regional
Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Regional
Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Regional
Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Regional
Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Regional
Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Regional
Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Regional
Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Regional
Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Regional
Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Regional
Seorang Warga Dibakar karena Rebutan Lahan, Camat Akan Diperiksa Polisi

Seorang Warga Dibakar karena Rebutan Lahan, Camat Akan Diperiksa Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.