KILAS DAERAH

Jalan Masamba-Radda Diperbaiki, Wabup Luwu Utara Minta BBPJN Pertimbangkan Aspriasi Warga

Kompas.com - 25/08/2021, 20:34 WIB
 Wakil Bupati (Wabup) Luwu Utara (Lutra) Suaib Mansur saat mengikuti Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Tahap II pengendalian Sungai Masamba ? Radda di Ruang Rapat Wabup, Selasa (24/8/2021).
DOK. Humas Pemkab Luwu Utara Wakil Bupati (Wabup) Luwu Utara (Lutra) Suaib Mansur saat mengikuti Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Tahap II pengendalian Sungai Masamba ? Radda di Ruang Rapat Wabup, Selasa (24/8/2021).

 

KOMPAS.com – Wakil Bupati (Wabup) Luwu Utara (Lutra) Suaib Mansur meminta agar pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI mempertimbangkan aspirasi warga terkait masalah perbaikan dan peninggian Jalan Masamba-Radda, khususnya untuk wilayah Masamba.

“Kami semua dan khususnya warga juga mengerti bahwa ada kaidah teknis dalam pembangunan dan perbaikan jalan yang menjadi acuan bagi pemerintah. Dalam hal ini, pihak BBPJN sebagai wadah untuk melakukan perbaikan jalan nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (25/8/2021).

Pasalnya, kata Suaib, perbaikan jalan nasional tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) dan dilaksanakan oleh BBPJN VI.

Pernyataan itu, ia sampaikan saat mengikuti Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Tahap II pengendalian Sungai Masamba–Radda di Ruang Rapat Wabup, Selasa (24/8/2021).

Baca juga: Mendes Ingatkan Pentingnya Pemutakhiran Data dalam Pembangunan Desa

Dalam kesempatan tersebut, Suaib juga meminta meminta pihak BBPJN VI agar melakukan revisi design atau penyesuaian perencanaan perbaikan jalan nasional yang melintasi Kota Masamba.

Sebab, akibat banjir bandang yang terjadi pada Senin (13/7/2021) lalu, bentang alam di Luwu Utara, utamanya di Kota Masamba dan Desa Radda, mengalami perubahan secara signifikan.

“Karena bentang alam yang sudah berubah akibat banjir bandang, perbaikan yang dilakukan harus menyesuaikan dengan keadaan alam sekarang. Jadi, peninggian jalan harus tetap dilakukan dengan masukan dari masyarakat kepada pihak balai guna mengukur ketinggian jalan,” jelas Suaib yang juga mantan Kepala Dinas (Kadis) PUPR.

Pada kesempatan yang sama, salah satu perwakilan masyarakat Madehang mengatakan, pihaknya tidak menolak perbaikan dan peninggian jalan apabila hal itu tidak dapat dihindari.

Baca juga: Dongkrak Pertanian Produktivitas, Kementan Realisasikan Program Pembangunan Jalan

Meski demikian, ia meminta pihak balai untuk memperhatikan aspek sosial ekonomi terhadap warga yang bermukim di sepanjang jalan nasional, khususnya  dalam Kota Masamba yang menjadi titik peninggian jalan.

“Kami tidak menolak perbaikan jalan. Hanya saja kami minta tinggi jalan yang dinaikkan juga memperhatikan kepentingan kami sebagai masyarakat dan pelaku ekonomi di Masamba,” ucap Madehang.

Sebab, kata dia, apabila terjadi kenaikan jalan nasional depan rumah sebesar 100 sentimeter (cm), dapat dibayangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk menyesuaikan bangunan rumah dan usaha masyarakat sekitarnya.

Baca juga: Kementerian PUPR Genjot Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari

Dilaksanakan pada 2021

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPUTRPKP2) Machful Djaya mengatakan, perbaikan jalan nasional lintas Kota Masamba dan Desa Radda Kecamatan Baebunta akan dilaksanakan pada 2021.

Khusus untuk di Desa Radda, kata dia, volume jalan akan dibangun sepanjang 500 meter (m). Selain itu juga akan dibangun dua jembatan beton dengan bentang atau panjang 10 m serta satu jembatan box culvert dengan panjang 5 m dan kedalaman 4 m.

“Dari perencanaan awal untuk Radda, pihak balai akan membangun dua jembatan konstruksi beton, satu box culvert dengan rentang 5 m dan kedalaman 4 m,” ujar Machful, usai pertemuan.

Baca juga: Meski Cuaca Ekstrem, Pembangunan Jalan Nasional di NTT Lampaui Target

Ia mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak balai terkait kedalaman pekerjaan box culvert 4 meter yang cukup dalam.

Kendati demikian, Machful menyatakan, pengerjaan tersebut nantinya akan melihat kondisi lapangan dan tentu akan menyesuaikan.

“Ini pekerjaan sipil, jadi memungkinkan terjadi perubahan di lapangan. Untuk di jalan nasional yang melintasi dalam Kota Masamba, pihak balai akan melakukan revisi dengan pertimbangan aspirasi masyarakat. Jadi ketika mutual check awal (MC-0) nanti, masyarakat akan dilibatkan untuk menentukan elevasi jalan,” jelas Machful.

Baca juga: Atasi Genangan Air di Kota Masamba, Pemkab Luwu Utara Buka Saluran Drainase di 3 Titik

Sebagai informasi, selain pihak BBPJN VI dan Kabid Bina Marga DPUTRPKP2 Machful Djaya, pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Lutra Abdul Hakim Bukara, Kabid Tata Ruang dan Pertanahan DPUTRPKP2 Marzuki, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) Radda Muh. Jamin, serta perwakilan masyarakat Kota Masamba dan Desa Radda.

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.