Pria Ini Tega Perkosa Anaknya yang Berusia 11 Tahun hingga Hamil

Kompas.com - 25/08/2021, 17:22 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial SWN (37) asal Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tega mencabuli anak kandungnya yang masiih di bawah umur.

Pencabulan tersebut dilakukan pelaku berulang kali hingga korban yang berusia 11 tahun hamil dan melahirkan bayi secara prematur.

Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, perbuatan pelaku terungkap setelah polisi mendapatkan laporan dari kerabat korban.

Setelah memeriksa kondisi korban dan meminta keterangan sejumlah saksi, polisi menemukan bukti pencabulan yang dilakukan pelaku.

"Petugas kemudian menangkap pelaku di rumahnya tanpa perlawanan," kata AKBP Eva Guna Pandia saat jumpa pers di Kantor Polres Bojonegoro, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Patungan Rp 100.000 dan Pinjam Seragam Banser, Para Sekdes di Bojonegoro Bikin Film Perjuangan

Saat diperiksa penyidik, pelaku mengakui perbuatannya. SWN telah memerkosa anaknya sebanyak sembilan kali.

Perbuatan itu pertama kali dilakukan pelaku pada November 2020. Saat itu, pelaku mengunjungi korban di rumah ibunya. Pelaku telah bercerai dengan istrinya beberapa tahun lalu.

Melihat korban sendirian di rumah, pelaku memaksa korban dengan cara mengancam dan membentak sambil memelototkan mata.

"Pelaku pun leluasa melakukan persetubuhan terhadap korban yang tidak berdaya melawan," terangnya.

 

Perbuatan itu terus diulangi pelaku hingga sembulan kali. Terakhir kali, pelaku memerkosa anaknya itu  pada Januari 2021.

"Akibat perbuatan pelaku, korban pun mengandung dan melahirkan bayi perempuan secara prematur," ungkapnya.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Polres Bojonegoro Timbulkan Kerumunan dan Abaikan Prokes

AKBP Eva Guna Pandia menyatakan, pelaku terbukti melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya dan dijerat dengan pasal 76 D jo pasal 81 ayat 3 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak.

"Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulau Lae-lae: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pulau Lae-lae: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Ganjar Kenang Sosok Buya Syafii Maarif: Bapak Bangsa yang 'Ngayomi dan Ngayemi'

Ganjar Kenang Sosok Buya Syafii Maarif: Bapak Bangsa yang "Ngayomi dan Ngayemi"

Regional
Terekam CCTV, Angggota DPR Benny K Harman Diduga Tampar Karyawan Restoran di Labuan Bajo, Keduanya Saling Lapor Polisi

Terekam CCTV, Angggota DPR Benny K Harman Diduga Tampar Karyawan Restoran di Labuan Bajo, Keduanya Saling Lapor Polisi

Regional
Sambangi SMAN 9 Bandar Lampung, Bobby Nasution Langsung Kunjungi Ruang BK: Kenangan Dikejar Kepsek

Sambangi SMAN 9 Bandar Lampung, Bobby Nasution Langsung Kunjungi Ruang BK: Kenangan Dikejar Kepsek

Regional
Takut Diperkosa untuk Kedua Kalinya, Seorang Gadis Cekik Leher Ayah Tiri dan Lompat dari Motor

Takut Diperkosa untuk Kedua Kalinya, Seorang Gadis Cekik Leher Ayah Tiri dan Lompat dari Motor

Regional
Lion Air Tinggalkan 10 Penumpang dari Bengkulu Gara-gara Ganti Pesawat

Lion Air Tinggalkan 10 Penumpang dari Bengkulu Gara-gara Ganti Pesawat

Regional
Kisah Devi, PMI Asal Sumbawa yang Diduga Dianiaya oleh Majikan di Lybia, Kirim Foto Luka Bakar ke Ayahnya

Kisah Devi, PMI Asal Sumbawa yang Diduga Dianiaya oleh Majikan di Lybia, Kirim Foto Luka Bakar ke Ayahnya

Regional
Rumah Panggung Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Bima Tewas

Rumah Panggung Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Bima Tewas

Regional
Pasar Hewan Ditutup Imbas PMK, Pedagang Kambing di Blora Alami Kerugian

Pasar Hewan Ditutup Imbas PMK, Pedagang Kambing di Blora Alami Kerugian

Regional
PT KAI Bantah Minta Uang Ganti Rugi dari Minibus Tertabrak Kereta: Sudah 'Clear'

PT KAI Bantah Minta Uang Ganti Rugi dari Minibus Tertabrak Kereta: Sudah "Clear"

Regional
Gempa M 6,5 di Maluku Barat Daya Rusak Rumah Warga dan Bangunan Sekolah

Gempa M 6,5 di Maluku Barat Daya Rusak Rumah Warga dan Bangunan Sekolah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 27 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 27 Mei 2022

Regional
Ingin Bunuh Diri Bersama, Ibu di Grobogan Campur Racun Tikus ke Sarapan Anaknya

Ingin Bunuh Diri Bersama, Ibu di Grobogan Campur Racun Tikus ke Sarapan Anaknya

Regional
Guru Mengaji Presiden Jokowi, Gus Karim Kenang Buya Syafii Maarif sebagai 'Gus Dur-nya Muhammadiyah'

Guru Mengaji Presiden Jokowi, Gus Karim Kenang Buya Syafii Maarif sebagai "Gus Dur-nya Muhammadiyah"

Regional
159 Ekor Sapi di Lhokseumawe Terinfeksi PMK, Tersebar di Semua Kecamatan

159 Ekor Sapi di Lhokseumawe Terinfeksi PMK, Tersebar di Semua Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.