Penyerangan Geng Motor di Sumedang, 4 Orang Luka Parah Setelah Saling Senggol di Jalan dengan Kelompok Lain

Kompas.com - 25/08/2021, 13:39 WIB
Dua geng motor terlibat bentrok. Tujuh tersangka diamankan Satreskrim Polres Sumedang, Rabu (25/8/2021). KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHDua geng motor terlibat bentrok. Tujuh tersangka diamankan Satreskrim Polres Sumedang, Rabu (25/8/2021).

SUMEDANG, KOMPAS.com - Sebanyak empat orang alami luka parah setelah diserang geng motor lain di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Penyebabnya akibat saling senggol di jalan, yang berujung pada penyerangan oleh salah satu kelompok geng motor terhadap kelompok motor lainnya.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, peristiwa penyerangan itu sempat terjadi dua kali, yaitu pada Senin (23/8/2021) malam dan Selasa (24/8/2021) dini hari.

Baca juga: Pemilik Pabrik Obat Keras Ilegal di Sumedang Mengaku Belajar dari Peracik Obat Bandung

"Dari dua kejadian ini, empat korban luka cukup parah akibat senjata tajam jenis golok dan senjata tajam lainnya. Satu korban dirujuk ke RSUD Cideres, Majalengka," ujar Eko saat jumpa pers di Mapolres Sumedang, Rabu (25/2021).

Eko menuturkan, tiga korban diserang oleh tujuh tersangka di lingkungan indekos di belakang Plaza Asia Sumedang, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara.

Baca juga: Aksi Pengejaran Geng Motor, Polisi Bekuk Puluhan Pelaku Setelah Kerap Lukai Pengendara Saat Malam Hari

Sedangkan, satu orang lainnya diserang di indekos di wilayah Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara.

"Tujuh tersangka yang melakukan aksi penyerangan sudah kami amankan berikut barang bukti berupa senjata tajam jenis golok dan pipa besi, serta barang bukti lainnya," tutur Eko.

Eko menyebutkan, baik korban maupun tujuh tersangka yang diamankan merupakan warga Kabupaten Sumedang.

"Untuk mencegah terjadinya bentrok susulan, kami telah memanggil dua ketua kelompok geng motor ini. Kami bina dan kami pastikan tidak akan ada aksi bentrok susulan," sebut Eko.

Eko menambahkan, tujuh tersangka yang telah diamankan dijerat Pasal  170 KUH Pidana, dan atau Pasal 351 ayat (1) KUH Pidana, dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

Sementara itu, salah seorang tersangka RF mengatakan, ia kesal kepada korban karena sebelumnya korban dengan motor berknalpot bisingnya, seperti seolah-olah menantang saat melintas di depannya.

"Awalnya kesal karena saat melintas itu seperti yang nantang. Saya hampiri lalu saling pukul. Karena masih kesal, malamnya saya datangi kosannya (indekos)," kata RF.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2022

Regional
5 Mercusuar Bersejarah di Indonesia, Ada yang Dibangun di Aceh, tapi Gunakan Tenaga Ratusan Warga Ambon

5 Mercusuar Bersejarah di Indonesia, Ada yang Dibangun di Aceh, tapi Gunakan Tenaga Ratusan Warga Ambon

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2022

Regional
Dua Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Dibebaskan, Ini Kata Polisi

Dua Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Dibebaskan, Ini Kata Polisi

Regional
Dua Tersangka Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Dibebaskan, Korban Hamil

Dua Tersangka Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Dibebaskan, Korban Hamil

Regional
Sopir Ekspedisi Ditahan di Polsek Tanpa Status Hukum Jelas, Kapolda Lampung Cari Pelapornya

Sopir Ekspedisi Ditahan di Polsek Tanpa Status Hukum Jelas, Kapolda Lampung Cari Pelapornya

Regional
Vaksinasi Booster di NTB Dimulai 19 Januari, Lansia Jadi Prioritas

Vaksinasi Booster di NTB Dimulai 19 Januari, Lansia Jadi Prioritas

Regional
7 Kilang Minyak Milik Indonesia, dari yang Tertua hingga Terbesar

7 Kilang Minyak Milik Indonesia, dari yang Tertua hingga Terbesar

Regional
Mengenal Garis Pemisah Fauna di Nusantara: Garis Wallace, Garis Weber, dan Garis Lydekker

Mengenal Garis Pemisah Fauna di Nusantara: Garis Wallace, Garis Weber, dan Garis Lydekker

Regional
Sejarah Pesawat Pertama buatan Indonesia, Mimpi BJ Habibie yang Terhalang Krisis Moneter

Sejarah Pesawat Pertama buatan Indonesia, Mimpi BJ Habibie yang Terhalang Krisis Moneter

Regional
Kasus Pembakaran Rumah Jurnalis di Aceh, Pangdam IM: Kami Berkomitmen Penegakan Hukum

Kasus Pembakaran Rumah Jurnalis di Aceh, Pangdam IM: Kami Berkomitmen Penegakan Hukum

Regional
5 Remaja yang Lempar Mobil Demi Konten Dibebaskan Polisi, Ini Alasannya

5 Remaja yang Lempar Mobil Demi Konten Dibebaskan Polisi, Ini Alasannya

Regional
Dijanjikan Jadi Veteran, 52 Lansia di NTT Diduga Tertipu Miliaran Rupiah

Dijanjikan Jadi Veteran, 52 Lansia di NTT Diduga Tertipu Miliaran Rupiah

Regional
Digugat Warganya Terkait Pengisian Perangkat Desa, Bupati Blora: Kita Hadapi

Digugat Warganya Terkait Pengisian Perangkat Desa, Bupati Blora: Kita Hadapi

Regional
Polisi Bongkar Makam Siswi SD di Grobogan yang Diduga Tewas Dianiaya Temannya

Polisi Bongkar Makam Siswi SD di Grobogan yang Diduga Tewas Dianiaya Temannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.