Cerita di Balik SMP yang Dikunjungi Jokowi Saat ke Samarinda

Kompas.com - 25/08/2021, 05:32 WIB
Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar di SMP 22 Samarinda, Kaltim, Selasa (24/8/2021). IstimewaPresiden Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar di SMP 22 Samarinda, Kaltim, Selasa (24/8/2021).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 22 di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mendadak jadi sorotan setelah dikunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (24/8/2021).

Kehadiran Jokowi ke sekolah ini dalam rangka meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar.

Di balik kunjungan itu, ada cerita suka dan duka menyelimuti perjalanan sekolah ini. 

Jika berkunjung ke sekolah ini, akan tampak deretan piala dan penghargaan tersusun rapi dalam dua lemari kaca, hampir penuh.

Baca juga: Dampingi Jokowi ke Kaltim, Prabowo Ikut Tinjau Vaksinasi hingga Beri Pengarahan Gubernur

Namun di balik panen prestasi, terselip kisah pilu.

Kepala SMP 22 Samarinda, Asmuran, mengisahkan perjalanan sekolah ini bermula 43 tahun lalu.

Awal dibangun, sekolah ini diperuntukan bagi pendidikan keterampilan perempuan, pada 1978.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namanya, Sekolah Kepandaian Putri (SKP). Sekolah ini setingkat SMP, tapi kosentrasinya lebih ke kejuruan.

"Waktu itu sekolah ini siswanya perempuan semua. Namanya juga SKP," ungkap dia kepada Kompas.com di Samarinda, Selasa (24/8/2021).

Dua lemari kaca berisi piala dan piagam atas raihan prestasi yang ditorehkan siswa-siswi SMP 22 Samarinda, Kaltim, Selasa (24/8/2021).Istimewa Dua lemari kaca berisi piala dan piagam atas raihan prestasi yang ditorehkan siswa-siswi SMP 22 Samarinda, Kaltim, Selasa (24/8/2021).


Setelah 23 tahun berjalan, sekolah ini berubah status dari SKP menjadi Sekolah Lanjutan Tingkat Menengah Pertama (SLTP) pada 2001 hingga memasuki 2004 baru berubah jadi SMP 22 Samarinda.

Baca juga: Jokowi Bagikan 3 Kaus Bergambar Wajahnya ke Warga Samarinda

Selama perjalanan itu, sekolah ini menemui banyak masalah, baik sarana prasarana, akademik maupun non-akademik.

Seperti, keterbatasan guru dan ruang kelas, hingga berbagai masalah lainnya.

Namun berganti tahun pembenahan demi pembenahan dilakukan, sampai akhirnya menjadi salah satu sekolah dikenal unggul dalam urusan kesenian dari sekolah lain.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditanya Maju Pilpres 2024, Sandi: Biar Masyarakat yang Menentukan

Ditanya Maju Pilpres 2024, Sandi: Biar Masyarakat yang Menentukan

Regional
Satu 'Debt Collector' Pinjol Ilegal Sleman Ditetapkan sebagai Tersangka

Satu "Debt Collector" Pinjol Ilegal Sleman Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Tak Mau Dinasehati, Anggota DPRD Sumba Tengah Aniaya Pendeta

Tak Mau Dinasehati, Anggota DPRD Sumba Tengah Aniaya Pendeta

Regional
4 Bus Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Tangerang-Merak, Sopir Tewas, Belasan Orang Luka-luka

4 Bus Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Tangerang-Merak, Sopir Tewas, Belasan Orang Luka-luka

Regional
Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Pontianak, 14 Orang Ditangkap

Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Pontianak, 14 Orang Ditangkap

Regional
Peneliti Temukan Puluhan Titik Fosil Hewan di Waduk Saguling

Peneliti Temukan Puluhan Titik Fosil Hewan di Waduk Saguling

Regional
PON XX 2021, Terimakasih Papua, Torang Bisa!

PON XX 2021, Terimakasih Papua, Torang Bisa!

Regional
79 Karyawan yang Diamankan dari Kantor Pinjol di Sleman Dipulangkan

79 Karyawan yang Diamankan dari Kantor Pinjol di Sleman Dipulangkan

Regional
Menunggu 1,5 Jam di Puskesmas, Korban Tenggelam Tak Tertolong karena Tak Ada Dokter Jaga

Menunggu 1,5 Jam di Puskesmas, Korban Tenggelam Tak Tertolong karena Tak Ada Dokter Jaga

Regional
Dianiaya Suami, Jasmi Embuskan Napas Terakhir di Pangkuan Anak, Ini Kisahnya

Dianiaya Suami, Jasmi Embuskan Napas Terakhir di Pangkuan Anak, Ini Kisahnya

Regional
Warga Bantul Terpapar Covid-19 dari Klaster Tilik Bertambah Jadi 11 Orang

Warga Bantul Terpapar Covid-19 dari Klaster Tilik Bertambah Jadi 11 Orang

Regional
Polisi Telusuri Pemilik Pinjol Ilegal yang Digerebek di Yogyakarta

Polisi Telusuri Pemilik Pinjol Ilegal yang Digerebek di Yogyakarta

Regional
Fakta Baru Polisi Banting Mahasiswa hingga Kejang-Kejang, Ditahan dan Terancam Pasal Berlapis

Fakta Baru Polisi Banting Mahasiswa hingga Kejang-Kejang, Ditahan dan Terancam Pasal Berlapis

Regional
“Beli Tomat ke Ujung Pandang, Jawa Barat Bukan Jago Kandang”

“Beli Tomat ke Ujung Pandang, Jawa Barat Bukan Jago Kandang”

Regional
11 Siswa MTs Tewas Saat Susur Sungai, Ini Instruksi Ridwan Kamil Minta untuk Kemenag Jabar dan Bupati Ciamis

11 Siswa MTs Tewas Saat Susur Sungai, Ini Instruksi Ridwan Kamil Minta untuk Kemenag Jabar dan Bupati Ciamis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.