"Saya Hanya Bisa Lihat Orang-orang Ambil Bantuan Beras dan Duit, Hati Saya Menangis"

Kompas.com - 25/08/2021, 05:20 WIB
Sumirah (89), warga Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, hidup sebatang kara di indekos berukuran sekitar 2x3 meter. KOMPAS.COM/GHINAN SALMANSumirah (89), warga Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, hidup sebatang kara di indekos berukuran sekitar 2x3 meter.

 

Menangis tak dapat bantuan

Selama pandemi Covid-19, baik saat PSBB maupun PPKM saat ini, ia mengaku tak pernah mendapat bantuan sekali pun dari RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan setempat.

Ia tak tahu mengapa orang seperti dirinya tak mendapatkan bantuan.

"Tidak pernah, saya tidak pernah dapat (bantuan selama Covid-19). Saya sudah tanya RT/RW (terkait bantuan), katanya ndak ada jatahe (jatahnya), bilang begitu, Nak," tutur Sumirah, menitikkan air mata.

Sambil sesekali menyeka air mata dengan hijab hitamnya, Sumirah menjelaskan, dirinya juga tak pernah didata, baik oleh pihak kelurahan, kecamatan, maupun petugas dari Pemkot Surabaya lainnya.

Baca juga: Tangis 2 Bocah Yatim Piatu Usai Ibunya Meninggal karena Covid-19: Tiap Pagi, Tak Ada Mama Lagi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terakhir, pemerintah mendata namanya perihal Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada 2009 dan 2013.

Setelah itu, ia tak pernah lagi mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Padahal, Sumirah telah menyerahkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk pendataan lebih lanjut kepada RT-RW, di antaranya seperti fotokopi KTP, KK, dan SKTM.

Namun, hingga saat ini, dirinya tak kunjung mendapatkan bantuan.

"Saya pernah tanya ke Pak RT, 'Lah kok belum dapat (bantuan) apa-apa, Pak?' Dia bilangnya belum ada jatahnya. Saya sampai pernah fotokopi sampai rangkap 20 pas diminta, ya belum ada kabar apa-apa, belum dapat apa-apa sama sekali," kata dia.

Baca juga: Pedagang Korban Kebakaran Diizinkan Berjualan di Halaman Pasar Kembang Surabaya

Sumirah lantas mempertanyakan apa sebenarnya yang membuat dirinya tak kunjung mendapatkan bantuan.

Padahal, data yang diperlukan, seperti KTP, KK, dan SKTM, telah dimilikinya dan diserahkan kepada pihak terkait.

"Saya sampai pernah bilang ke RT RW begini, 'Pak, saya mau tanya, apa saya ini gelandangan? Kok sampai tidak didata?' Lalu diminta KTP, tapi ya begitu, tidak ada kabar apa-apa," tutur dia.

Sumirah mengaku sedih ketika melihat tetangga dan warga lain mengantre bantuan dari pemerintah.

Dia hanya bisa memandangi, sembari berusaha tetap mengucap syukur dalam hati lantaran masih diberi kesehatan hingga saat ini.

"Mulai corona, saya tidak dapat (bantuan) apa-apa, sumpah demi Allah, Nak. Belum pernah juga disenggol (mendapat kabar)," ujarnya.

"Saya lihat orang-orang ambil beras dan duit, hati saya menangis, Nak," sambung Sumirah.

Andalkan bantuan warga sekitar

Untuk menyambung hidupnya, Sumirah mengaku hanya mengandalkan bantuan dari warga sekitar dan tetangga terdekat.

Meski begitu, Sumirah merasa bersyukur bisa hidup sehat di usianya saat ini.

"Setiap hari dikasih tetangga, saudara-saudara kiri kanan sudah seperti anak dan cucu-cucu saya sendiri)," ujar perempuan kelahiran 18 Februari 1932 itu.

Ketika sakit pun, Sumirah mengaku kerap dirawat oleh tetangga dan warga yang peduli terhadapnya.

"Kalau sakit, saya didatangi dan dibantu tetangga dan ibu-ibu PKK. Tapi alhamdulillah, saya belum pernah sakit parah, pernah ke puskesmas, bilangnya sehat semua," tutur dia.

Baca juga: Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Sumatera-Jawa, Polrestabes Surabaya Sita 13 Kg Sabu-sabu

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Mobil Polres Maluku Tengah Rusak Imbas Bentrok Warga dan Polisi di Desa Tamilow

4 Mobil Polres Maluku Tengah Rusak Imbas Bentrok Warga dan Polisi di Desa Tamilow

Regional
12 Ruko di Sintang Kalbar Terbakar, Satu Orang Terjebak dan Tewas

12 Ruko di Sintang Kalbar Terbakar, Satu Orang Terjebak dan Tewas

Regional
Kecewa Hasil Pilkades, Warga di Sumut Rekayasa Teror Peti Mati, Begini Ceritanya

Kecewa Hasil Pilkades, Warga di Sumut Rekayasa Teror Peti Mati, Begini Ceritanya

Regional
Jokowi: Rakyat Indonesia Berduka atas Meninggalnya Korban akibat Letusan Gunung Semeru

Jokowi: Rakyat Indonesia Berduka atas Meninggalnya Korban akibat Letusan Gunung Semeru

Regional
Banjir Rob Masih Berpotensi Landa Banyuwangi Sampai 9 Desember

Banjir Rob Masih Berpotensi Landa Banyuwangi Sampai 9 Desember

Regional
Sistem Drainase, Pompa, dan Kondisi Kanal Jadi sebab Makassar Banjir

Sistem Drainase, Pompa, dan Kondisi Kanal Jadi sebab Makassar Banjir

Regional
Pelajar SMK Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun Bambu, Ada Luka Bacok di Punggung

Pelajar SMK Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun Bambu, Ada Luka Bacok di Punggung

Regional
Menyamar Jadi Laki-laki, Seorang Perempuan Mencabuli Remaja SMP

Menyamar Jadi Laki-laki, Seorang Perempuan Mencabuli Remaja SMP

Regional
Mengaku Istri Tentara hingga Polisi, Wanita Ini Tipu Sejumlah Orang hingga Rp 750 Juta, Begini Modusnya

Mengaku Istri Tentara hingga Polisi, Wanita Ini Tipu Sejumlah Orang hingga Rp 750 Juta, Begini Modusnya

Regional
Presiden Jokowi Tinjau Gladak Perak dan Lokasi Pengungsian Terdampak Erupsi Semeru

Presiden Jokowi Tinjau Gladak Perak dan Lokasi Pengungsian Terdampak Erupsi Semeru

Regional
Pria yang Bakar Rumah Orangtuanya karena Sakit Hati Tak Dapat Warisan Positif Konsumsi Sabu

Pria yang Bakar Rumah Orangtuanya karena Sakit Hati Tak Dapat Warisan Positif Konsumsi Sabu

Regional
Raup Cuan dari Hobi 'Thrifting', Beli Produk Bekas Berkualitas, Harga Miring tapi 'Branded'

Raup Cuan dari Hobi "Thrifting", Beli Produk Bekas Berkualitas, Harga Miring tapi "Branded"

Regional
Menyamar Jadi Petugas Covid-19, Komplotan Penipu Gasak Uang hingga Perhiasan Milik Warga

Menyamar Jadi Petugas Covid-19, Komplotan Penipu Gasak Uang hingga Perhiasan Milik Warga

Regional
Banjir Landa Sulsel, Jalan Trans Sulawesi Ditutup

Banjir Landa Sulsel, Jalan Trans Sulawesi Ditutup

Regional
Sederhana, Ini Konten YouTube yang Membuat Mantan Pekerja Serabutan Raup Puluhan Juta Rupiah

Sederhana, Ini Konten YouTube yang Membuat Mantan Pekerja Serabutan Raup Puluhan Juta Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.