Sebelum Dipakai Jokowi, Baju Kampret Baduy Tak Diminati, Setelah Viral Paling Diburu Pembeli

Kompas.com - 24/08/2021, 05:31 WIB
Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat orang Kanekes atau Suku Badui saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama DPD dan DPR, Senin (16/8/2021). YouTube/Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat orang Kanekes atau Suku Badui saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama DPD dan DPR, Senin (16/8/2021).

"Awalnya di e-commerce itu enggak ada peminatnya, sekarang laris manis sampai omzetnya jutaan, sampai lah Rp 8 jutaan. Alhamdulillah, rezeki saya, rezeki perajin juga," ucap Asep.

Tak hanya masyarakat, kini para pegawai di instasi pemerintahan, BUMN, BUMS, hingga para pejabat mulai tertarik dan memesan pakaian adat Baduy untuk digunakan pada hari-hari besar.

"Sekarang banyak yang tahu, sekarang pejabat juga banyak yang pesan," ujar dia.

Sementara, Rifai pemilik Galeri Ore Bae Cindramata Banten mengaku, penjualan tas koja seperti yang digunakan oleh Jokowi paling diburu.

"Kalau baju itu keluar cuma dua, lomar empat, kalau tas koja itu sampai 20-an yang keluar (terjual)," kata Rifai saat dihubungi Kompas.com.

Tas koja biasa digunakan pembeli dari kalangan traveller, pendaki, hingga anak vespa.

"Tas koja memang sebelum dipakai Pak Jokowi juga sudah banyak peminatnya. Buat travelling biasanya," ujar Rifai yang memiliki galeri di jalan Ayip Usman, Kebaharan Dukuh, Kota Serang itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Rifai, pakaian kampret memang digunakan hanya pada peringatan hari-hari besar. Itu pun dipesan oleh aparatur sipil negara di Provinsi Banten.

Rifai menjual baju dan celana suku Baduy dengan harga Rp 250.000 hingga Rp 300.000 tergantung ukuran.

Sedangkan tas koja dari harga Rp 35.000 hingga Rp 250.000 tergantung ukuran.

Masyarakat yang berminat bisa memesan melalui marketplace atau datang langsung ke galeri.

Dia berharap, dengan viralnya pakaian adat Baduy dapat membangkitkan penjualan para pelaku UMKM di Banten khususnya masyarakat asli Baduy.

"Kita dapat dari hasil pemberdayaan masyarakat di Baduy di tengah pandemi. Kita bantu penjualan untuk permudah warga Jabodetabek mencari aksesoris Baduy," kata Rifai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 Saat Nataru Dibatalkan, Gibran: Tunggu Instruksi Lengkap Pak Luhut

PPKM Level 3 Saat Nataru Dibatalkan, Gibran: Tunggu Instruksi Lengkap Pak Luhut

Regional
17 Orang Hilang akibat Erupsi Semeru, Jokowi: Seluruh Kekuatan Sudah Berada di Lapangan untuk Pencarian

17 Orang Hilang akibat Erupsi Semeru, Jokowi: Seluruh Kekuatan Sudah Berada di Lapangan untuk Pencarian

Regional
Setubuhi Gadis di Bawah Umur Kenalan dari Instagram, Sopir di Wonogiri Ditangkap

Setubuhi Gadis di Bawah Umur Kenalan dari Instagram, Sopir di Wonogiri Ditangkap

Regional
PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Ini Penjelasan Moeldoko

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Ini Penjelasan Moeldoko

Regional
Disebut Jual Tengkleng Terlalu Mahal, Harsi Mengaku Tak Buat Daftar Harga karena Tak Bisa Baca Tulis

Disebut Jual Tengkleng Terlalu Mahal, Harsi Mengaku Tak Buat Daftar Harga karena Tak Bisa Baca Tulis

Regional
Ibu Muda Diperkosa Berulang Kali oleh Teman Suami, Mengaku Dicekoki Narkoba dan Bayinya Dianiaya Pelaku

Ibu Muda Diperkosa Berulang Kali oleh Teman Suami, Mengaku Dicekoki Narkoba dan Bayinya Dianiaya Pelaku

Regional
PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru Dibatalkan, Wagub Bali: Terima Kasih...

PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru Dibatalkan, Wagub Bali: Terima Kasih...

Regional
IKA UB Bentuk Tim agar Kasus Hukum Mahasiswi yang Bunuh Diri di Makam Ayah Ditangani secara Transparan

IKA UB Bentuk Tim agar Kasus Hukum Mahasiswi yang Bunuh Diri di Makam Ayah Ditangani secara Transparan

Regional
Epidemiolog Khawatir Mobilitas Warga Meningkat Saat Natal dan Tahun Baru Setelah PPKM Level 3 Dibatalkan

Epidemiolog Khawatir Mobilitas Warga Meningkat Saat Natal dan Tahun Baru Setelah PPKM Level 3 Dibatalkan

Regional
Kapal Nelayan Karam di Laut Kalbar karena Mesin Rusak dan Gelombang, 4 ABK Selamat

Kapal Nelayan Karam di Laut Kalbar karena Mesin Rusak dan Gelombang, 4 ABK Selamat

Regional
Curhat Harsi Usai Harga Tengkleng Jualannya Dianggap Mahal dan Jadi Viral: Warung Jadi Sepi...

Curhat Harsi Usai Harga Tengkleng Jualannya Dianggap Mahal dan Jadi Viral: Warung Jadi Sepi...

Regional
Tengkleng Bu Harsi Solo Viral karena Dianggap Mahal, Pembeli Mengaku Bayar Rp 150.000 untuk 2 Porsi

Tengkleng Bu Harsi Solo Viral karena Dianggap Mahal, Pembeli Mengaku Bayar Rp 150.000 untuk 2 Porsi

Regional
Cerita Ayu, Ibu Hamil 9 Bulan yang Lolos dari Awan Panas Gunung Semeru, Berlari hingga Kaki Terinjak-injak Warga

Cerita Ayu, Ibu Hamil 9 Bulan yang Lolos dari Awan Panas Gunung Semeru, Berlari hingga Kaki Terinjak-injak Warga

Regional
Usai Bentrok dengan Polisi, Warga Desa Tamilow Maluku Tengah Blokade Jalan

Usai Bentrok dengan Polisi, Warga Desa Tamilow Maluku Tengah Blokade Jalan

Regional
Polisi Bersitegang dengan Warga Desa Tamilow, Polda Maluku: Jika Anggota Salah Tak Akan Dibela

Polisi Bersitegang dengan Warga Desa Tamilow, Polda Maluku: Jika Anggota Salah Tak Akan Dibela

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.