Bupati Gresik Siapkan Voucer Belanja Rp 200.000 untuk Warga Isoman yang Bersedia Pindah ke Gejos

Kompas.com - 23/08/2021, 19:42 WIB
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (tengah) dan Wakil Bupati Aminatun Habibah (kiri), saat menerima bantuan dari PT Petro Oxo Nusantara, Jumat (13/8/2021). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHBupati Gresik Fandi Akhmad Yani (tengah) dan Wakil Bupati Aminatun Habibah (kiri), saat menerima bantuan dari PT Petro Oxo Nusantara, Jumat (13/8/2021).

GRESIK, KOMPAS.com - Berbagai langkah dilakukan oleh Satgas penanganan Covid-19 Gresik, agar pasien bergejala ringan yang masih menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah, bersedia melakukan karantina di tempat isolasi terpusat (isoter).

Pemkab Gresik sendiri telah menyiapkan Rumah Sakit Lapangan (RSL) di area Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) sebagai lokasi isoter.

Baca juga: Bongkar Penjualan Tabung Oksigen di Atas HET, Kapolres Gresik: Rakyat Sedang Susah, Jangan Ambil Untung Pribadi

Voucer belanja

Untuk membujuk warga yang menjalani isoman di rumah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, berjanji akan memberikan voucer belanja senilai Rp 200.000, bagi mereka yang berkenan melakoni masa isolasi di Gejos.

Hal itu diungkapkan oleh Gus Yani-sapaan Fandi Akhmad Yani, ketika menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Amudi, kepala Desa Campurejo, dalam agenda rapat koordinasi di kantor Pemkab Gresik, Senin (23/8/2021).

"Bagi masyarakat Gakin (keluarga miskin) yang terpapar Covid-19 dan siap diisolasi terpusat di RSL Gejos, kami akan memberikan voucer belanja dan akan kami siapkan di Posko Covid-19 di eks Wilker (wilayah kerja). Perawatan isoter di RSL Gejos juga lebih terawat, paling hanya seminggu sudah (diperbolehkan) pulang," kata Gus Yani, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cerita Pasutri yang Turun dari Motor dan Hormat Bendera di Gresik: Saya Pikir Awalnya Ditilang...

Gus Yani mengatakan, pelaksanaan pemindahan pasien isoman ke tempat isolasi terpusat harus segera dilakukan.

Sebab, hal ini merupakan anjuran dari Presiden Joko Widodo.

Untuk pelaksanaan di lapangan, kata Gus Yani, harus menekankan sikap-sikap humanis dan sebisa mungkin tidak melakukan pemaksaan terhadap pasien terpapar Covid-19.

“Kami mengumpulkan para Kades dan Lurah, tiga pilar di kecamatan secara mendadak ini hanya untuk sebuah komitmen bersama, untuk pelaksanaan isoter ini secepatnya. Sebab kalau Pemerintah Desa tidak mau membantu, kami akan kesulitan melaksanakan," ujar Gus Yani.

Baca juga: Bersebelahan dengan Pabrik, Rumah Isoter Ini Dijamin Tak Akan Kekurangan Oksigen

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Air Mata Mbah Mahriyeh, Menanti Kepulangan Sang Suami, Dipisahkan oleh Letusan Gunung Semeru

Air Mata Mbah Mahriyeh, Menanti Kepulangan Sang Suami, Dipisahkan oleh Letusan Gunung Semeru

Regional
Tiba-tiba Dapat Jaket dari Jokowi di Pengungsian, Bayu: Tak Lama-lama Pakai, Takut Bau Keringat Saya

Tiba-tiba Dapat Jaket dari Jokowi di Pengungsian, Bayu: Tak Lama-lama Pakai, Takut Bau Keringat Saya

Regional
Video Viral Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap dan Penganiayaan Oknum Polisi di Palu

Video Viral Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap dan Penganiayaan Oknum Polisi di Palu

Regional
Bau Menyengat di Kebun Bambu Karawang Ternyata Berasal dari Jasad Pelajar SMK

Bau Menyengat di Kebun Bambu Karawang Ternyata Berasal dari Jasad Pelajar SMK

Regional
Pelaku Penganiayaan Anak Disabilitas Yatim Piatu di Sukabumi Terancam 5 Tahun Penjara

Pelaku Penganiayaan Anak Disabilitas Yatim Piatu di Sukabumi Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kawasan Manado Town Square Diterjang Banjir Rob, Warga Malah Menonton Ombak

Kawasan Manado Town Square Diterjang Banjir Rob, Warga Malah Menonton Ombak

Regional
Gelombang Pasang Rusak 57 Rumah di Kotabaru Kalsel

Gelombang Pasang Rusak 57 Rumah di Kotabaru Kalsel

Regional
Soal Sekolah Libur atau Tidak Selama Periode Nataru, Disdik Solo Masih Tunggu Keputusan Pemerintah

Soal Sekolah Libur atau Tidak Selama Periode Nataru, Disdik Solo Masih Tunggu Keputusan Pemerintah

Regional
Percakapan Agen Asuransi dan Nasabah Diusulkan Direkam, Jadi Bukti Aduan ke OJK Jika Ada Sengketa

Percakapan Agen Asuransi dan Nasabah Diusulkan Direkam, Jadi Bukti Aduan ke OJK Jika Ada Sengketa

Regional
Bupati Bantul Berharap Ibu dari Pemuda yang Jual Perabotan Cabut Laporan Polisi

Bupati Bantul Berharap Ibu dari Pemuda yang Jual Perabotan Cabut Laporan Polisi

Regional
Rumah, Kapal, dan Bagan Nelayan Hancur Diterjang Rob, Warga Polewali Mengungsi

Rumah, Kapal, dan Bagan Nelayan Hancur Diterjang Rob, Warga Polewali Mengungsi

Regional
Aduan Perilaku 'Debt Collector' Mendominasi Sepanjang 2021, OJK: Karena Banyak yang Pinjam ke Pinjol Ilegal

Aduan Perilaku "Debt Collector" Mendominasi Sepanjang 2021, OJK: Karena Banyak yang Pinjam ke Pinjol Ilegal

Regional
Tak Punya Uang untuk Sewa PSK Online, Pria di Bali Nekat Gadaikan Motor Teman

Tak Punya Uang untuk Sewa PSK Online, Pria di Bali Nekat Gadaikan Motor Teman

Regional
BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Pasang yang Munculkan Rob di Sulut

BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Pasang yang Munculkan Rob di Sulut

Regional
Ancam Sebar Data Pribadi Nasabahnya, 2 Pegawai Pinjol Ilegal Ditangkap

Ancam Sebar Data Pribadi Nasabahnya, 2 Pegawai Pinjol Ilegal Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.