Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adik Kakak Jadi Bandar Sabu Bersenjata Api di Sumut

Kompas.com - 23/08/2021, 19:14 WIB
Dewantoro,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

MEDAN, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial IS (34), warga Dusun VII, Desa Sonomartani, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, ditangkap karena diduga menjadi bandar sabu.

IS ditangkap pada Minggu (22/8/2021) sore. Saat itu, dia sedang menunggu seseorang di tempat permainan biliar.

Saat ditangkap, IS kedapatan membawa narkoba jenis sabu, dan dua pucuk senjata api laras panjang dan laras pendek rakitan.

Baca juga: Sedang Istirahat di Jalan Pria Ini Ditangkap Polisi, Ternyata Bawa Sabu 13 Kg, Begini Ceritanya

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu mengatakan, untuk menangkap IS, pihaknya sudah melakukan penyelidikan selama sepekan.

"Saat ditangkap, tersangka membuang dan menjatuhkan barang bukti sabu-sabu itu tersebut ke tanah, tepat di bawah dia duduk," ujar Martualesi saat dihubungi, Senin (23/8/2021). 

Adapun IS merupakan seorang ayah. Dia mengaku sudah 2 bulan menjual sabu.

Dalam sehari, IS mengaku bisa mendapatkan keuntungan Rp 200.000 dari bisnis haram tersebut.

Pemasok sabu

Martualesi menjelaskan, IS juga mengakui bahwa sabu-sabu itu diperoleh dari abang kandungnya berinisial R.

Saat akan dilakukan penangkapan, R sudah melarikan diri.

Polisi kemudian menyita sabu seberat 0,18 gram dan 0,12 gram.

Baca juga: Polisi Tangkap Pria Bawa 13 Kilogram Sabu di Jalur Medan-Banda Aceh

Kemduian uang tunai sebesar Rp 700.000, satu tas pinggang, satu kotak senter kepala tembus pandang, satu timbangan elektrik, senjata laras panjang rakitan dan senjata laras pendek rakitan.

"Atas perbuatannya, tersangka IS dijerat Pasal 114 subsider Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," kata Martualesi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kronologi Paman di Konawe Selatan Bunuh Keponakan Berusia 10 Tahun, Pelaku Sempat Serang Tetangga

Kronologi Paman di Konawe Selatan Bunuh Keponakan Berusia 10 Tahun, Pelaku Sempat Serang Tetangga

Regional
Sosok Letda Oktavianus Danramil Aradide yang Gugur Ditembak OPM Paniai, Dikenal Pengayom Masyarakat

Sosok Letda Oktavianus Danramil Aradide yang Gugur Ditembak OPM Paniai, Dikenal Pengayom Masyarakat

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
'Saat Takbiran Suami Saya Dipukuli'

"Saat Takbiran Suami Saya Dipukuli"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tasmah Kehilangan Suami dan 2 Anak Kecelakaan Tol Cikampek | Pemudik Meninggal di Pelabuhan Bakauheni

[POPULER NUSANTARA] Tasmah Kehilangan Suami dan 2 Anak Kecelakaan Tol Cikampek | Pemudik Meninggal di Pelabuhan Bakauheni

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Malam Hujan Ringan

Regional
Libur Lebaran, Kota Lama Semarang Diserbu Wisatawan

Libur Lebaran, Kota Lama Semarang Diserbu Wisatawan

Regional
162.000 Wisatawan Berlibur ke Semarang Saat Lebaran, Melonjak 32 Persen

162.000 Wisatawan Berlibur ke Semarang Saat Lebaran, Melonjak 32 Persen

Regional
BMKG Deteksi 169 Titik Panas di Kaltim, Meningkat Drastis dari Sebelumnya

BMKG Deteksi 169 Titik Panas di Kaltim, Meningkat Drastis dari Sebelumnya

Regional
Cegah Lakalantas Saat Balik, Kakorlantas: Maksimal Berkendara 4 Jam

Cegah Lakalantas Saat Balik, Kakorlantas: Maksimal Berkendara 4 Jam

Regional
Dua Rumah di Situbondo Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 225 Juta

Dua Rumah di Situbondo Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 225 Juta

Regional
Mengintip Tim Drogba, Anggota Polres Magetan Penolong Pemudik yang Sulit 'Nanjak'

Mengintip Tim Drogba, Anggota Polres Magetan Penolong Pemudik yang Sulit "Nanjak"

Regional
Sebelum Kecelakaan Maut, Sopir Bus Rosalia Indah Sempat Berhenti di Pekalongan untuk Hilangkan Kantuk

Sebelum Kecelakaan Maut, Sopir Bus Rosalia Indah Sempat Berhenti di Pekalongan untuk Hilangkan Kantuk

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com