Bupati Jombang Perintahkan Kades Telusuri Anak yang Orang Tuanya Meninggal karena Covid-19

Kompas.com - 23/08/2021, 09:44 WIB
Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Sabtu (26/6/2021). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍBupati Jombang Mundjidah Wahab, Sabtu (26/6/2021).

JOMBANG, KOMPAS.com- Bupati Jombang Mundjidah Wahab meminta para kepala desa di wilayahnya menelusuri dan mendata anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga masa depan anak-anak, baik dari sisi kelangsungan hidup sehari-hari, maupun terkait pendidikan dan kesehatan.

Hal itu disampaikan Mundjidah usai mengunjungi BRM (15), AR (12) dan AF (4), tiga bocah yang ibunya meninggal dunia akibat Covid-19, Minggu (15/8/2021) malam lalu.

Baca juga: Cerita Remaja 15 Tahun di Jombang Asuh 2 Adiknya Setelah Sang Ibu Meninggal karena Covid-19

Mundjidah menjelaskan, untuk menjamin kelangsungan hidup dan pendidikan anak-anak yang tidak memiliki orang tua, pihaknya menyiapkan beasiswa dan santunan yang disalurkan melalui dinas sosial dan dinas lainnya.

"Ada beasiswa, ada juga bantuan lainnya untuk anak-anak. Sekarang ini yang penting bagaimana kepala desa mendata. Nanti biar Asisten 1 yang memerintahkan camat," kata Mundjidah di Rumah Sehat SMPN 1 Mojowarno, Minggu (22/8/2021).

Dia meminta agar keberadaan dan kondisi anak-anak yang menjadi yatim piatu karena Covid-19 segera disampaikan kepada Dinas Sosial setempat agar bisa segera ditindaklanjuti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain Dinas Sosial, penanganan terhadap anak yatim piatu juga akan dilakukan dinas lainnya yang berkaitan pada penanganan jaminan kesejahteraan, pendidikan, maupun kesehatan.

"Apalagi anak yang karena orang tuanya meninggal karena Covid-19, ini harus didata lengkap. Harus tahu anak itu yang ngurus (merawat) siapa, kondisinya seperti apa, bagaimana kondisi di rumah," ujar Mundjidah.

Baca juga: Pasien Isoman di Jombang Mulai Dipindahkan ke Rumah Isolasi Terpusat

Dia menambahkan, selain mengupayakan bantuan sosial dan beasiswa, pihaknya juga mengupayakan agar anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19 bisa menempuh pendidikan di pesantren.

"Insyaallah semua pondok pesantren di sini sudah siap untuk ditempati. Tidak hanya pondok saya saja, semua (pesantren) siap," kata Mundjidah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

Regional
Kasus Korupsi Masker, Eks Pejabat Dinkes Banten Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masker, Eks Pejabat Dinkes Banten Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Regional
'Chat' Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

"Chat" Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

Regional
Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Regional
Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Regional
Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Regional
Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Regional
Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Regional
Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Regional
Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Regional
Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.