Sejak Internet Masuk ke Desanya, Ratusan Ibu Kampung Marketer Raup Jutaan Rupiah Tiap Bulan

Kompas.com - 20/08/2021, 14:53 WIB
Karyawan Kampung Marketer yang telah bertransformasi menjadi Komerce tengah melalukan aktivitas harian menjadi customer service (CS) online dari Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (18/8/2021). KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMIKaryawan Kampung Marketer yang telah bertransformasi menjadi Komerce tengah melalukan aktivitas harian menjadi customer service (CS) online dari Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (18/8/2021).

Meskipun terlihat sederhana, tapi beban tugas Wiwit tidak bisa dibilang ringan. Sebagai CS, dalam sehari dia bisa berbalas pesan dengan 60 pelanggan mitra bisnisnya.

Keterampilan yang dimiliki Wiwit ternyata tak diperoleh begitu saja.

Setiap karayawan baru akan mendapat pelatihan lebih dulu dari manajemen sebelum dipertemukan dengan calon mitra.

“Sebelum kerja di Komerce, saya sama sekali buta sama dunia kayak gini. Jangankan mimpi buat jadi CS, pengalaman mencoba belanja online saja belum pernah,” ungkapnya.

Namun hasil memang tak pernah menkhianati proses.

Dengan usaha yang tekun, ibu satu anak ini sekarang sudah hafal di luar kepala akan sistem kerja bisnis online.

Baca juga: Kisah Yanuarius, Pensiunan Guru yang Memilih Jadi Petani Cabai, Raup Omzet Puluhan Juta

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti CS profesional pada umumnya, jempol tangannya menari rampak di muka layar saat order datang satu-persatu.

“Sistem pembayarannya ada gaji pokok dan bonus untuk setiap barang yang terjual. Selama di Komerce, rata-rata penghasilan per bulan sekitar Rp 3 juta, padahal dulu di Singapura saya jadi ART (asisten rumah tangga) cuma digaji Rp 2,5 juta,” ujarnya.

Wiwit amat bersyukur atas kehidupannya yang jauh lebih baik di kampung halaman.

Pasalnya, tak hanya kaum hawa, sang suami juga turut diberdayakan oleh manajemen Komerce sebagai teknisi perawat jaringan internet.

“Dulu di Singapura saya pernah punya pengalaman buruk dilarang salat sama majikan, sekarang bukan cuma bisa salat malah bisa makan siang bareng keluarga. Dulu di Singapura saya suruh tidur di gudang, sekarang alhamdulillah sudah bisa ngangsur rumah sendiri,” katanya.

Serap angkatan kerja

Keberadaan Komerce di Desa Tunjungmuli kian hari kian menjadi magnet bagi para pencari lapangan kerja.

Sejak berdiri pada 2017, hingga kini Komerce telah memayungi lebih dari 500 karyawan.

“Kami menyebut para karyawan di Komerce dengan istilah talent untuk menghargai bakat yang dimiliki setiap karyawan tanpa membeda-bedakan latar belakang pendidikan,” kata public relation Komerce, Didi Setiadi.

Didi menjelaskan, sistem kerja Komerce adalah mempertemukan para talent dengan mitra bisnis pemilik toko online dan UMKM di penjuru Indonesia.

Baca juga: Terima Jasa Dongkrak Akun Medsos, Mahasiswa Raup Puluhan Juta Rupiah dan Pekerjakan Teman

Ada tiga bidang jasa yang ditawarkan kepada mitra bisnis, yakni program advertiser, customer service (CS) dan admin marketplace.

Biaya yang dibanderol untuk masing-masing program mulai dari CS sebesar Rp 600.000, admin marketplace sebesar Rp 900.000 dan advertiser tarifnya tergantung paket.

“Tarif ini khusus untuk gaji pokok para talent, di luar itu ada juga tambahan biaya administrasi Rp 500 ribu setiap bulan,” terangnya.

Didi mengungkapkan, Komerce sengaja menetapkan tarif yang terjangkau untuk membantu para pelaku bisnis online dan UMKM yang masih merintis usaha.

“Selain dapat gaji pokok, para talent juga akan mendapat bonus dari setiap produk yang terjual. Besarannya tergantung kesepakatan antara talent itu sendiri dengan pemilik toko online yang menjadi mitranya,” jelasnya.

Hasil yang menggiurkan ini pun menarik minat bukan hanya dari warga setempat.

Salah satu talent Komerce dari luar kota adalah Kiki Nur Anjali. Dara berusia 20 tahun ini merantau dari Kabupaten Sragen dan menetap di Purbalingga untuk bergabung dengan Komerce sejak 2019.

Selama itu, Kiki mendapat mitra bisnis sebuah toko jam tangan dari Kota bandung.

“Sehari saya bisa dapat 80 chat dari pelanggan, kalau dihitung setiap bulan bisa jualan sekitar 400 item, bonus untuk jual satu item Rp 5.000,” terangnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Pencari Kerja di Karimun Diduga Jadi Korban Penipuan

Ratusan Pencari Kerja di Karimun Diduga Jadi Korban Penipuan

Regional
PPKM Level 3 Batal, Objek Wisata Alam di Tasikmalaya Buka Saat Libur Nataru

PPKM Level 3 Batal, Objek Wisata Alam di Tasikmalaya Buka Saat Libur Nataru

Regional
Hamil 6 Bulan, Gadis Korban Asusila yang Digilir 5 Pemuda Lapor Polisi

Hamil 6 Bulan, Gadis Korban Asusila yang Digilir 5 Pemuda Lapor Polisi

Regional
Ibu Muda Mengaku Diperkosa 4 Teman Suami, Terduga Pemerkosa Malah Laporkan Balik Korban

Ibu Muda Mengaku Diperkosa 4 Teman Suami, Terduga Pemerkosa Malah Laporkan Balik Korban

Regional
Kisah Haru di Balik Erupsi Gunung Semeru, Rumini dan Ibunya Meninggal Berpelukan hingga Jasad Anak di Gendongan Ibu

Kisah Haru di Balik Erupsi Gunung Semeru, Rumini dan Ibunya Meninggal Berpelukan hingga Jasad Anak di Gendongan Ibu

Regional
Jokowi Minta KLHK dan Perusahaan Swasta Tanam Pohon di Sungai Kapuas dan Melawi

Jokowi Minta KLHK dan Perusahaan Swasta Tanam Pohon di Sungai Kapuas dan Melawi

Regional
Cerita Lengkap Nakes Didenda Rp 2 Miliar Usai Sidak Makanan Berformalin di Luwu Timur

Cerita Lengkap Nakes Didenda Rp 2 Miliar Usai Sidak Makanan Berformalin di Luwu Timur

Regional
Ribuan TKI Akan Tiba di Batam pada Akhir Tahun

Ribuan TKI Akan Tiba di Batam pada Akhir Tahun

Regional
Guru Pesantren di Bandung Perkosa 12 Santriwati, 8 Sudah Melahirkan dan 2 Hamil

Guru Pesantren di Bandung Perkosa 12 Santriwati, 8 Sudah Melahirkan dan 2 Hamil

Regional
Melawan Saat Dibekap, Gadis Ini Lolos dari Pemerkosaan di Salon Langganan

Melawan Saat Dibekap, Gadis Ini Lolos dari Pemerkosaan di Salon Langganan

Regional
Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Regional
21 Kecamatan di Medan Berpotensi Besar Banjir, BNPB: Paling Parah di Medan Belawan

21 Kecamatan di Medan Berpotensi Besar Banjir, BNPB: Paling Parah di Medan Belawan

Regional
Driver Ojol Tiba-tiba Jatuh dari Motor, Kejang, Lalu Meninggal, Warga Panik Dikira Kena Covid-19

Driver Ojol Tiba-tiba Jatuh dari Motor, Kejang, Lalu Meninggal, Warga Panik Dikira Kena Covid-19

Regional
Keluarga Korban Covid-19 di Kabupaten Madiun Diminta Biaya Pemakaman, Disebut untuk Mandikan Jenazah

Keluarga Korban Covid-19 di Kabupaten Madiun Diminta Biaya Pemakaman, Disebut untuk Mandikan Jenazah

Regional
Banjir Rob di Pesisir Karawang, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Banjir Rob di Pesisir Karawang, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.