Tak Terima Ditegur Saat Pesta Miras, Sebanyak 10 Remaja Aniaya Dua Pejabat Desa

Kompas.com - 19/08/2021, 16:50 WIB
Polres Majalengka saat menunjukkan barang bukti penganiayaan sejumlah remaja terhadap 2 pejabat desa, Kamis (19/8/2021). Barang bukti tersebut diantaranya berupa golok, celurit dan botol miras (minuman keras). (Kompas.com/MOHAMAD UMAR ALWI)Polres Majalengka saat menunjukkan barang bukti penganiayaan sejumlah remaja terhadap 2 pejabat desa, Kamis (19/8/2021). Barang bukti tersebut diantaranya berupa golok, celurit dan botol miras (minuman keras).

MAJALENGKA, KOMPAS.com - Dua pejabat desa di Majalengka, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan para remaja yang sedang melakukan pesta miras (minuman keras) pada Kamis (5/8/2021).

Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi, mengungkapkan dari kejadian itu para korban mengalami luka di bagian kepala, serta salah satu korbannya alami luka tusuk di bagian perut dengan benda tajam.

Baca juga: Desa Mati di Majalengka, Ditinggalkan Warga Sejak Tahun 2012 karena Rawan Bencana

"Karena mereka warganya, akhirnya pejabat desa itu menegurnya. Mereka karena terpengaruh miras (minuman keras), mabok, jadi melakukan penganiayaan," ujar Edwin, saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Majalengka, Kamis (19/8/2021).

Edwin menjelaskan, penganiayaan tersebut bermula pada 22.30 WIB saat dua pejabat desa itu menerima laporan warga bahwa ada segerombolan remaja sedang pesta miras.

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Tak Ada Zona Merah di Jawa Barat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akhirnya berdasarkan laporan tersebut dua pejabat desa itu bersama beberapa warga lainnya datang ke lokasi untuk menegur mereka agar tidak pesta miras dan pergi.

"Pelakunya kurang lebih 10 orang. dua orangnya sudah kami amankan dan delapan lainnya masih kami kejar. Mereka (pelaku) itu intinya tidak terima kalau ditegur," kata Edwin.

Kini, kedua pelaku itu diamankan polisi dan terjerat pasal 170 KUHPidana Jo pasal 2 Ayat (1) UU darurat, No 12, tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Dengan adanya peristiwa tersebut, pihak kepolisian akan melakukan razia warung-warung penjual miras, dan telah mengantongi alamat 10 warung yang diduga menjual miras. 

"10 (warung) itu akan kita lakukan razia. Kita sisiri dan akan lakukan penutupan lokasi tersebut," kata Edwin.

Baca juga: Jumlah Pengangguran Terbuka di Jabar Capai 2,1 Juta Orang

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teror 'Debt Collector' Pinjol Meresahkan, Ini Kata Praktisi Hukum Unair

Teror "Debt Collector" Pinjol Meresahkan, Ini Kata Praktisi Hukum Unair

Regional
81 Kg Sabu Asal Malaysia Senilai Rp 40 Miliar Disita, Pengedar Mengaku Diupah Rp 120 Juta

81 Kg Sabu Asal Malaysia Senilai Rp 40 Miliar Disita, Pengedar Mengaku Diupah Rp 120 Juta

Regional
Kata Ridwan Kamil di Munas PPP, soal Maju Pilpres 2024: Kalau Pintu Terbuka Ya Tidak Menolak

Kata Ridwan Kamil di Munas PPP, soal Maju Pilpres 2024: Kalau Pintu Terbuka Ya Tidak Menolak

Regional
Istri Wakil Wali Kota Medan Shaula Arindianti Meninggal Dunia

Istri Wakil Wali Kota Medan Shaula Arindianti Meninggal Dunia

Regional
Viral, Foto Roda Keranda Jenazah di Kuburan Dicuri Maling, Kaur Desa: Belum Pernah Terjadi Pencurian Begini...

Viral, Foto Roda Keranda Jenazah di Kuburan Dicuri Maling, Kaur Desa: Belum Pernah Terjadi Pencurian Begini...

Regional
Tidak Ada Pasien Covid-19 di DIY yang Meninggal Dunia Hari Ini

Tidak Ada Pasien Covid-19 di DIY yang Meninggal Dunia Hari Ini

Regional
Hujan Lebat hingga Malam, Sejumlah Kawasan di Ambon Terendam Banjir

Hujan Lebat hingga Malam, Sejumlah Kawasan di Ambon Terendam Banjir

Regional
Jadi Pembicara Munas PPP, Ridwan Kamil Soroti Cara Kampanye Partai Islam

Jadi Pembicara Munas PPP, Ridwan Kamil Soroti Cara Kampanye Partai Islam

Regional
Mengamuk, Seorang Pemuda di Samosir Bunuh Ayah dan Aniaya Ibunya, Polisi: Pelaku Sempat Dipasung

Mengamuk, Seorang Pemuda di Samosir Bunuh Ayah dan Aniaya Ibunya, Polisi: Pelaku Sempat Dipasung

Regional
Alami Gagal Jantung, Istri Wakil Wali Kota Medan Meninggal Dunia

Alami Gagal Jantung, Istri Wakil Wali Kota Medan Meninggal Dunia

Regional
Detik-detik Tragedi Susur Sungai: Pemancing Lihat 1 Orang Terpeleset, Seret Siswa Lainnya, Suasana Pun Berubah Panik

Detik-detik Tragedi Susur Sungai: Pemancing Lihat 1 Orang Terpeleset, Seret Siswa Lainnya, Suasana Pun Berubah Panik

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang Landa Madiun, 3 Rumah Roboh

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Madiun, 3 Rumah Roboh

Regional
Guru Honorer di NTB Tewas Gantung Diri di Ruang Tamu, Ini Dugaan Pemicunya

Guru Honorer di NTB Tewas Gantung Diri di Ruang Tamu, Ini Dugaan Pemicunya

Regional
Beredar Hoaks Pesawat Terbakar di Solo, Penyebarnya Diburu Polisi

Beredar Hoaks Pesawat Terbakar di Solo, Penyebarnya Diburu Polisi

Regional
Pelapor Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur Dilaporkan ke Polda Sulsel

Pelapor Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur Dilaporkan ke Polda Sulsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.