[POPULER NUSANTARA] Guru Honorer Terjerat Pinjol Ilegal | Kisah Veteran Berdarah Tionghoa Rawat Pesawat Catalina RI 005

Kompas.com - 19/08/2021, 07:31 WIB
Ilustrasi fintech nakal atau pinjaman online nakal. Dok.ShutterstockIlustrasi fintech nakal atau pinjaman online nakal.

KOMPAS.com - Demi membelikan susu untuk anaknya, Afifah Muflihati (29) harus menanggung utang ratusan juta Rupiah dari pelaku pinjaman online (pinjol) ilegal.

Tak hanya terbebani utang, perempuan yang berprofesi sebagai guru honorer ini juga dipermalukan dan menghadapi teror dari pihak pinjol ilegal.

Kejadian ini bermula saat Afifah melihat iklan aplikasi pinjol yang memberi pinjaman uang tanpa jaminan, bunga rendah, proses cepat, dalam jangka waktu lama.

Berita populer lainnya adalah seputar kisah veteran berdarah Tioghoa, Gho An Shan alias Gunawan, yang menjadi saksi kunci kiprah pesawat Catalina RI 005.

Pesawat itu diperbantukan untuk mengusir Belanda pada Agresi Militer II, tahun 1948 di Jambi.

Gunawan menuturkan, pesawat jenis amfibi tersebut digunakan untuk mengangkut bahan bakar dan kebutuhan logistik pejuang.

Selain itu Catalina RI 005 juga direncanakan untuk membombardir pangkalan udara di Talang Semut, Palembang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut adalah berita-berita yang menjadi sorotan pembaca Kompas.com.

1. Teror pinjol ilegal

Guru honorer Afifah didampingi kuasa hukumnya Muhammad SofyanKOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA Guru honorer Afifah didampingi kuasa hukumnya Muhammad Sofyan

Afifah Muflihati (29), seorang guru honorer menanggung utang Rp 206 juta di 40 aplikasi pinjol ilegal.

Kejadian yang dialami Afifah ini bermula pada 20 Maret 2021. Ia tergiur dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan pinjol ilegal tersebut.

"Prosesnya sangat cepat, tidak sampai lima menit sudah selesai. Saya hanya diminta untuk foto diri dan foto KTP, serta foto memegang KTP. Tidak ada lima menit, ada transferan Rp 3,7 juta dari tiga aplikasi online ke rekening saya," ujarnya, Senin (16/8/2021).

Namun, ternyata, kemudahan-kemudahan itu hanyalah iming-iming semata. Hari-hari setelahnya, Afifah malah diteror untuk segera melunasi pinjaman.

Teror tersebut tak hanya dialamatkan kepada kepada Afifah, tetapi juga menyasar 50 temannya yang berada di kontak telepon ponsel.

Muhammad Sofyan dari Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum (LPBH) Nahdlatul Ulama Cabang Salatiga selaku kuasa hukum Afifah Muflihati mengatakan, kasus yang dialami kliennya telah masuk ke tahap penyidikan.

"Kita sudah mendapat informasi status kasus yang dialami mbak Afifah sudah naik dari penyelidikan menjadi penyidikan," ucapnya.

Baca selengkapnya: Berawal Ketidaktahuan, Afifah Tanggung Utang Rp 206 Juta di 40 Pinjol Ilegal

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

Regional
Kasus Korupsi Masker, Eks Pejabat Dinkes Banten Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masker, Eks Pejabat Dinkes Banten Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Regional
'Chat' Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

"Chat" Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

Regional
Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Regional
Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Regional
Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Regional
Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Regional
Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Regional
Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Regional
Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Regional
Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.