Kasus Penyelundupan Anjing untuk Konsumsi di Kulon Progo Bakal Disidangkan

Kompas.com - 18/08/2021, 19:54 WIB

KULON PROGO, KOMPAS.com – Penyelundupan puluhan anjing yang diduga untuk bahan makanan bakal masuk meja hijau di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berkas perkara kasusnya sudah dinyatakan lengkap dan layak disidangkan.

Sampai saat ini, baru satu tersangka dengan nama S (48) asal Jawa Tengah yang segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kulon Progo.

“Posisi berkas sudah lengkap P21 (berkas lengkap). Sehingga bisa tahap kedua ke (Kejari) sini. Kami masih menunggu penyidik menyiapkan untuk antar tersangka dan barang bukti ke kantor kejaksaan. Belum (serah terima), terkait PPKM. Karena ada pembatasan penyidik tidak bisa berpindah pindah, maka ditangguhkan sementara,” Kata Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Kulon Progo, Martin Eko Priyanto, di kantornya, Rabu (18/8/2021).

Baca juga: Penganiaya Tetangga hingga Tewas Sering Protes ke Ketua RT gara-gara Kotoran Anjing

Penyelundupan anjing konsumsi ini terjadi pada pekan pertama Mei 2021.

Mobil Daihatsu Grandmax tertangkap memuat 78 anjing terjaring di Pos Penyekatan Temon, Jalan Wates-Yogyakarta, Kapanewon Temon.

Pos Penyekatan Temon ini bagian dari Operasi Ketupat Progo 2021 yang digelar Polres Kulon Progo.

Baca juga: Polisi Tahan Mobil Pengangkut 78 Ekor Anjing di Pos Penyekatan Pemudik

Selain fungsi pemantau arus lalu lintas, pos berfungsi untuk menekan arus mudik di tengah Pandemi Covid-19.

Polisi mendapati anjing-anjing itu dalam karung, diletakkan dalam bak mobil modifikasi, dan beberapa digantung pada bak itu. Anjing berasal dari wilayah Garut.

Baca juga: Penjelasan Polisi soal Sindikat Pencurian Anjing di Jayapura, Dijual Rp 500.000 Per Ekor

Polisi segera mengamankan pengemudi dan orang di samping pengemudi, mobil beserta puluhan anjing yang dibawanya.

Kedua orang itu S (50) asal Jakarta Timur dan S asal Jawa Tengah.

Mereka digiring ke kantor polisi. Langkah ini dilakukan lantaran hewan tidak dilengkapi Surat keterangan kesehatan hewan.

Selama pemeriksaan, polisi menitipkan barang bukti 68 ekor anjing untuk dirawat selama penyelidikan dan penyidikan.

Selain itu, ada 10 anjing yang mati dan telah dikuburkan.

“Yang 10, karena takut menimbulkan penyakit sehingga dilakukan penyisihan barang bukti dan dikuburkan langsung. Sisanya dititip pada pemerhati hewan,” kata Martin.

Martin mengungkapkan, membawa hewan maupun produk hewan dari suatu daerah ke daerah lain harus disertai surat keterangan kesehatan hewan yang dikeluarkan dinas peternakan atau pos kesehatan hewan asal hewan.

Baca juga: Pemangsa Ternak Warga di Dekat Alas Purwo Bukan Macan dan Anjing Hutan, tapi...

Hal ini bertujuan untuk pengendalian penyakit yang menyebar lewat satwa.

Terlebih, wilayah asal anjing pernah muncul banyak kasus rabies.

Bila tidak ada surat keterangan dari pemerintah asal, dikawatirkan rabies berkembang ke daerah lain.

“Intinya tidak boleh membawa hewan dari daerah tempat terkondisi penyakit atau rabies kemudian dipindahkan ke daerah lain,” kata Martin.

Kini, kasusnya telah P21. Sampai saat ini baru satu tersangka yang akan dilimpahkan ke kejaksaan.

S dijerat Pasal 89 ayat 2 junto 46 ayat 5 UU 41 tahun 2014 atas perubahan UU 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Dalam tahap dua ini kita akan menyiapkannya untuk ke persidangan,” kata Martin.

Baca juga: Diduga Konsumsi Anjing yang Diadopsi, Wawan Kotet Dilaporkan ke Polisi

Ancaman penjara antara 1 sampai 5 tahun dengan denda sedikitnya Rp 150 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Dihubungi terpisah, Kasubag Humas Polres Kulon Progo Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana membenarkan berkas sudah lengkap dan siap dilimpahkan ke kejaksaan.

“Sudah P21 tapi belum tahap kedua karena menunggu kesiapan,” kata Jeffry melalui pesan singkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertahanan Jebol, 10 Sapi di Blora Positif PMK, Suspek Banyak

Pertahanan Jebol, 10 Sapi di Blora Positif PMK, Suspek Banyak

Regional
Siswa SD di Lampung Ditusuk Saat Pertahankan Ponselnya dari Jambret

Siswa SD di Lampung Ditusuk Saat Pertahankan Ponselnya dari Jambret

Regional
Polisi: Kerugian akibat Pembakaran Rumah di Dogiyai Papua Capai Rp 6 M

Polisi: Kerugian akibat Pembakaran Rumah di Dogiyai Papua Capai Rp 6 M

Regional
Gempa M 6,5 Maluku Barat Daya, Petugas BPBD Pantau Dampak Kerusakan

Gempa M 6,5 Maluku Barat Daya, Petugas BPBD Pantau Dampak Kerusakan

Regional
Dokter Faisal Ditemukan Usai Hilang 20 Hari, Keluarga Senang tapi Kaget, Ini Sebabnya

Dokter Faisal Ditemukan Usai Hilang 20 Hari, Keluarga Senang tapi Kaget, Ini Sebabnya

Regional
Monyet di Wisata Air Wendit Berkeliaran ke Permukiman Warga, Petugas Bantah karena Tak Diberi Makan

Monyet di Wisata Air Wendit Berkeliaran ke Permukiman Warga, Petugas Bantah karena Tak Diberi Makan

Regional
Penempatan di Mentawai dan Solok, 6 CPNS Pemprov Sumbar Pilih Mundur

Penempatan di Mentawai dan Solok, 6 CPNS Pemprov Sumbar Pilih Mundur

Regional
Istri Mengurung Diri Saat Tahu Dokter Faisal Ditemukan Bersama Seorang Perempuan di Penginapan

Istri Mengurung Diri Saat Tahu Dokter Faisal Ditemukan Bersama Seorang Perempuan di Penginapan

Regional
PGE Investasi 33,9 Juta Dolar AS Cari Cadangan Minyak Baru di Aceh

PGE Investasi 33,9 Juta Dolar AS Cari Cadangan Minyak Baru di Aceh

Regional
Curug Cikuluwung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Curug Cikuluwung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Ambulans Jenazah di Ende Terobos Sungai untuk Melintas, Wabup: Akan Dibangun Jembatan

Ambulans Jenazah di Ende Terobos Sungai untuk Melintas, Wabup: Akan Dibangun Jembatan

Regional
Kemelut Koperasi Sawit di Riau, Kubu Anthony Hamzah Bantah Pernyataan Nusirwan

Kemelut Koperasi Sawit di Riau, Kubu Anthony Hamzah Bantah Pernyataan Nusirwan

Regional
Cerita Dokter Faisal, Dilaporkan Hilang 20 Hari, Ditemukan Bersama Seorang Perempuan di Penginapan

Cerita Dokter Faisal, Dilaporkan Hilang 20 Hari, Ditemukan Bersama Seorang Perempuan di Penginapan

Regional
Suhu Udara di Aceh Capai 36,2 Derajat Celcius, Ini Penjelasan BMKG

Suhu Udara di Aceh Capai 36,2 Derajat Celcius, Ini Penjelasan BMKG

Regional
2 Bulan Gangguan, Jaringan Internet di Merauke Ditargetkan Pulih Akhir Mei

2 Bulan Gangguan, Jaringan Internet di Merauke Ditargetkan Pulih Akhir Mei

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.