Kompas.com - 18/08/2021, 18:58 WIB
Sejumlah WNA Asal Australia meninggalkan Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Rabu (18/8/2021) Kemenkumham Bali Sejumlah WNA Asal Australia meninggalkan Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Rabu (18/8/2021)

BALI, KOMPAS.com - Sejumlah warga negara asing (WNA) asal Australia yang berada di Bali diketahui memilih pulang ke negaranya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah pada Rabu (18/8/2021).

Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan, kepulangan WN Australia tersebut bukan evakuasi atau repatriasi.

Baca juga: Kronologi 2 Anggota Satpol PP Berkelahi karena Nasi Kotak, Dilerai Tentara hingga Berdamai

"Jadi ini (kepulangan WN Australia) bukan repatriasi, kalau repatriasi itu seluruh penumpang adalah WN Australia, ini kepulangan biasa saja," kata Jamaruli dalam keterangan video, Rabu (18/8/2021).

Menurut Jamaruli, kepulangan WN Australia itu merupakan penerbangan komersial yang dilakukan oleh pihak swasta.

Pemerintah Australia, lanjut dia, hanya membantu memfasilitasi perizinan agar bisa berangkat dari Bali.

"Karena selama ini kan tidak boleh, tapi yang mau pulang tetap harus membayar tiket. Jadi bukan dibiayai negara seperti evakuasi, penumpang pesawat pun tidak seluruhnya warga Australia seperti repatriasi," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan data yang diterima Kemenkumham Bali, jumlah penumpang terdiri dari 178 penumpang dewasa, delapan penumpang anak-anak, dan 13 kru pesawat.

Dari 186 penumpang tersebut terdapat 80 WNI, 97 WN Australia, 2 WN Inggris, satu WN Jerman, satu WN Irlandia, tiga WN Selandia Baru, satu WN Turki, dan satu WN Suriah.

Jamaruli mengatakan, WNI yang ikut terbang dalam pesawat tersebut sudah memiliki izin tinggal tetap di Australia.

Baca juga: Kisah Sekolah bagi Kakek dan Nenek di Jember, Ajarkan Literasi Digital untuk Mengasuh Cucu

Sedangkan kebanyakan di antara warga Australia yang pulang itu, menurutnya, sudah cukup lama tinggal di Bali.

"Ada yang sudah hampir satu tahun, wajar kalau ingin bertemu dengan keluarganya," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berawal dari Terapi Patah Tulang, Dicky Ketagihan Lari hingga Jadi Atlet Marathon

Berawal dari Terapi Patah Tulang, Dicky Ketagihan Lari hingga Jadi Atlet Marathon

Regional
Sedang Tidur di Kamar Bersama Ibu, Bayi 2 Tahun Tewas Tertimpa Tembok yang Tiba-tiba Roboh

Sedang Tidur di Kamar Bersama Ibu, Bayi 2 Tahun Tewas Tertimpa Tembok yang Tiba-tiba Roboh

Regional
Alami Luka Tembak di Kaki, Tokoh KKB Temianus Magayang Dievakuasi ke RS Bhayangkara Jayapura

Alami Luka Tembak di Kaki, Tokoh KKB Temianus Magayang Dievakuasi ke RS Bhayangkara Jayapura

Regional
Cerita Satu Keluarga Asal Jakarta Kompak Jadi Copet di Mandalika, dari WSBK hingga Rencana Aksi di MotoGP 2022

Cerita Satu Keluarga Asal Jakarta Kompak Jadi Copet di Mandalika, dari WSBK hingga Rencana Aksi di MotoGP 2022

Regional
13 Rumah di Asrama Brimob Lhokseumawe Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp 1,5 Miliar

13 Rumah di Asrama Brimob Lhokseumawe Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp 1,5 Miliar

Regional
Kondisi Terkini Banjir yang Menerjang 9 Kelurahan di Kendal

Kondisi Terkini Banjir yang Menerjang 9 Kelurahan di Kendal

Regional
Beredar Video Mesum Pelajar di Salatiga, 4 Orang Diperiksa

Beredar Video Mesum Pelajar di Salatiga, 4 Orang Diperiksa

Regional
Soal Kasus WN Arab Siram Air Keras ke Istri, Perilaku Pelaku Disebut Berubah Usai Menikah

Soal Kasus WN Arab Siram Air Keras ke Istri, Perilaku Pelaku Disebut Berubah Usai Menikah

Regional
Lempari Mobil dengan Batu, ODGJ Asal Banyuwangi Jadi Korban Amuk Massa di Situbondo

Lempari Mobil dengan Batu, ODGJ Asal Banyuwangi Jadi Korban Amuk Massa di Situbondo

Regional
Hasil Tracing, 113 Siswa SMP di Pekanbaru Terpapar Covid-19

Hasil Tracing, 113 Siswa SMP di Pekanbaru Terpapar Covid-19

Regional
Aliansi Ormas Karawang Minta Maaf, tetapi Bantah soal Rebutan Pengolahan Limbah

Aliansi Ormas Karawang Minta Maaf, tetapi Bantah soal Rebutan Pengolahan Limbah

Regional
Alasan Sopir Truk Trailer Kabur Usai Tabrakan Maut Kediri: Takut Dikeroyok Massa

Alasan Sopir Truk Trailer Kabur Usai Tabrakan Maut Kediri: Takut Dikeroyok Massa

Regional
Viral, Mahasiswa KKN Kena Sanksi Adat karena Dinilai Menghina Desa

Viral, Mahasiswa KKN Kena Sanksi Adat karena Dinilai Menghina Desa

Regional
Tokoh KKB Temianus Magayang Ditembak karena Melawan Saat Penangkapan

Tokoh KKB Temianus Magayang Ditembak karena Melawan Saat Penangkapan

Regional
Tahun 2022, Bandung Menjadi Kota Angklung

Tahun 2022, Bandung Menjadi Kota Angklung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.