Dinkes Kalbar Ancam Tutup Laboratorium yang Pasang Harga Tes PCR di Atas Rp 525.000

Kompas.com - 18/08/2021, 12:30 WIB
Ilustrasi swab test Covid-19 SHUTTERSTOCKIlustrasi swab test Covid-19

PONTIANAK, KOMPAS.com – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson menegaskan kepada seluruh laboratorium mematuhi aturan baru terkait tarif tes polymerase chain reaction (PCR) sebesar Rp 525.000.

Menurut Harisson, laboratorium yang masih menjual dengan harga lama atau di atas yang telah ditentukan akan ditutup.

“Jangan coba main-main. Tarif tertinggi untuk tes PCR sekarang Rp 525.000. Laboratorium yang masih menggunakan harga lama akan kami tutup,” kata Harisson kepada wartawan, Selasa (17/8/2021).

Baca juga: Di Batam Biaya Tes PCR Sudah Turun Jadi Rp 525.000

Harisson menjelaskan, tariff PCR sebesar Rp 525.000 tersebut, sudah termasuk dengan pengambilan sampel swab hingga hasilnya keluar.

Harisson berharap, dengan tarif PCR yang lebih murah, masyarakat lebih mudah melakukan perjalanan dan terjamin keamanannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tarif tertingginya Rp 525.000. kalau kurang dari itu, boleh,” jelas Harisson.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan batas biaya tertinggi tes polimerase rantai ganda atau PCR untuk Covid-19 pada Senin (16/8/2021).

Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir mengatakan, batas biaya tertinggi tes PCR di Jawa-Bali sebesar Rp 495.000 dan Rp 525.000 di daerah lain.

"Kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan real time PCR diturunkan menjadi Rp 495.000 untuk daerah pulau Jawa dan Bali serta sebesar Rp 525.000 untuk daerah di luar pulau Jawa dan Bali," kata Abdul dalam konferensi pers secara virtual, Senin.

Baca juga: Biaya Tes PCR di Jambi Turun Jadi Rp 500.000, Wali Kota: Harga Bisa Murah kalau Reagennya Beli Langsung ke Singapura

Abdul meminta seluruh fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan laboratorium menerapkan ketentuan harga tertinggi tes PCR yang telah ditetapkan.

Selain itu, hasil pemeriksaan PCR harus dikeluarkan dalam durasi 24 jam dari pengambilan swab.

"Kami harap Dinkes provinsi dan kabupaten/kota harus melakukan pembinaan dan pengawasan dalam pelaksanaan tarif tertinggi untuk pemeriksaan tes PCR sesuai kewenangan masing-masing. Evaluasi tarif tertinggi ini akan ditinjau ulang sesuai kebutuhan," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunakan Rompi, Mantan Bupati Kupang Ditahan Kejati NTT Usai Diperiksa Selama 6 Jam soal Jual Beli Aset Pemda

Gunakan Rompi, Mantan Bupati Kupang Ditahan Kejati NTT Usai Diperiksa Selama 6 Jam soal Jual Beli Aset Pemda

Regional
Dilarang Bisnis Tokek Triliunan Rupiah oleh Keluarga, Seorang Ibu di Surabaya Kabur dari Rumah

Dilarang Bisnis Tokek Triliunan Rupiah oleh Keluarga, Seorang Ibu di Surabaya Kabur dari Rumah

Regional
Soal Pembakaran Kantor PSS Sleman, Manajemen Maafkan Pelaku, Dirut: Laporan ke Polisi Juga Dicabut

Soal Pembakaran Kantor PSS Sleman, Manajemen Maafkan Pelaku, Dirut: Laporan ke Polisi Juga Dicabut

Regional
3 Kurir Sabu Divonis Penjara Seumur Hidup

3 Kurir Sabu Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Polisi Tangkap 2 Pria Diduga Mafia Tanah di Kalsel, Tipu Korbannya hingga Rp 2,4 Miliar

Polisi Tangkap 2 Pria Diduga Mafia Tanah di Kalsel, Tipu Korbannya hingga Rp 2,4 Miliar

Regional
Kabupaten Bogor Terapkan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2

Kabupaten Bogor Terapkan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2

Regional
Sungai Blega Meluap, 4 Desa di Bangkalan Terendam Banjir

Sungai Blega Meluap, 4 Desa di Bangkalan Terendam Banjir

Regional
2 Sungai Meluap, 3.743 Rumah di HSU Kalsel Terendam Banjir

2 Sungai Meluap, 3.743 Rumah di HSU Kalsel Terendam Banjir

Regional
Diduga Kecewa Alat Tangkap Pagar Ikan Sidat Dibongkar, Massa di Poso Bakar Pos Perusahaan

Diduga Kecewa Alat Tangkap Pagar Ikan Sidat Dibongkar, Massa di Poso Bakar Pos Perusahaan

Regional
Kisah Joko yang Buta Usai Divaksin Terungkap dari Status Facebook Sang Istri

Kisah Joko yang Buta Usai Divaksin Terungkap dari Status Facebook Sang Istri

Regional
Kapolres Batanghari Diperiksa Propam Polda Jambi soal 24 Tahanan Kabur

Kapolres Batanghari Diperiksa Propam Polda Jambi soal 24 Tahanan Kabur

Regional
Pemerintah DIY Minta Pelaku Video Tak Senonoh di Bandara YIA Segera Ditangkap

Pemerintah DIY Minta Pelaku Video Tak Senonoh di Bandara YIA Segera Ditangkap

Regional
2 Terduga Teroris di Luwu Timur Telah Ditetapkan sebagai Tersangka, Dibawa ke Jakarta

2 Terduga Teroris di Luwu Timur Telah Ditetapkan sebagai Tersangka, Dibawa ke Jakarta

Regional
Video Viral Pria Acungkan Tongkat Besi ke Pemilik Toko Minta 'Sumbangan' di Medan, Polisi: Pelaku Sudah Diamankan

Video Viral Pria Acungkan Tongkat Besi ke Pemilik Toko Minta "Sumbangan" di Medan, Polisi: Pelaku Sudah Diamankan

Regional
Dua Kali Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi dan Ditahan, Kepala Desa Ini Kembali Menangi Pilkades

Dua Kali Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi dan Ditahan, Kepala Desa Ini Kembali Menangi Pilkades

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.