Kompas.com - 18/08/2021, 07:00 WIB
Yoyok, kolektor ikan gabus hias atau channa di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. KompasTVYoyok, kolektor ikan gabus hias atau channa di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

KOMPAS.com - Beternak ikan gabus hias atau lebih dikenal dengan channa kian digemari akhir-akhir ini.

Selain memiliki warna yang indah, ikan channa yang memiliki nama Latin famili Channidae tersebut bisa memberi keuntungan ekonomi tinggi.

Baca juga: Mengamuk Bawa Senjata Laras Panjang dan Pecah Pintu Kaca RS, Oknum Polisi Ditangkap, Ini Kronologinya

Salah satu pehobi channa di Kota Pontianak, Yoyok, menjelaskan, hobi memelihara ikan channa sudah digelutinya sejak 2018.

Saat itu dirinya hanya memelihara satu ekor, tetapi seiring perjalanan waktu, sekarang dirinya memiliki ratusan ekor ikan channa.

Baca juga: 2 Bocah Tewas Setelah Tenggelam di Kolam Ikan Hias Sedalam 1,5 Meter

Lambat laun Yoyok pun beralih menjadi penjual ikan channa. Menurutnya, channa maru dari Sungai Kapuas Hulu menjadi salah satu jenis unggulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari corak dan warna memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan ikan channa jenis lain. Lalu, untuk harga ikan channa yang menang kontes ikan bisa tembus Rp 10-80 juta per ekor.

Baca juga: Pesta Porang, Petani Cianjur Untung Besar

"Yang menarik dari ikan ini, perawatannya minim. Lalu untuk pakan tidak harus setiap hari. Untuk varian juga sangat banyak," katanya, dilansir dari KompasTV, Jumat (13/8/2021).

Ekspor ikan channa

Ilustrasi ikan channaSHUTTERSTOCK/AYCA YALCINER Ilustrasi ikan channa
Sementara itu, salah satu kolektor ikan channa lainnya yang juga berasal dari Pontianak, Alvin, mengaku sempat ekspor ke luar negeri dengan harga jutaan rupiah per ekor.

"Pernah ekspor ke Philipina, Vietnam. Kawan-kawan ada yang juga pernah kirim ke Eropa," katanya.

Menurut Alvin, channa merupakan ikan predator air tawar yang memiliki sejumlah daya tarik, antara lain dari warna, corak, dan keagresifan ikan.

Saat ini, kata Alvin, pehobi juga mempertimbangan tingkat keagresifan dalam memilih ikan channa

Baca juga: Olah Plastik Jadi Paving Blok, Pria Ini Setiap Hari Mengais Tong Sampah, Ajak Warga Peduli

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 5,3 Guncang Larantuka NTT Dini Hari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,3 Guncang Larantuka NTT Dini Hari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Air Mata Mbah Mahriyeh, Menanti Kepulangan Sang Suami, Dipisahkan oleh Letusan Gunung Semeru

Air Mata Mbah Mahriyeh, Menanti Kepulangan Sang Suami, Dipisahkan oleh Letusan Gunung Semeru

Regional
Tiba-tiba Dapat Jaket dari Jokowi di Pengungsian, Bayu: Tak Lama-lama Pakai, Takut Bau Keringat Saya

Tiba-tiba Dapat Jaket dari Jokowi di Pengungsian, Bayu: Tak Lama-lama Pakai, Takut Bau Keringat Saya

Regional
Video Viral Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap dan Penganiayaan Oknum Polisi di Palu

Video Viral Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap dan Penganiayaan Oknum Polisi di Palu

Regional
Bau Menyengat di Kebun Bambu Karawang Ternyata Berasal dari Jasad Pelajar SMK

Bau Menyengat di Kebun Bambu Karawang Ternyata Berasal dari Jasad Pelajar SMK

Regional
Pelaku Penganiayaan Anak Disabilitas Yatim Piatu di Sukabumi Terancam 5 Tahun Penjara

Pelaku Penganiayaan Anak Disabilitas Yatim Piatu di Sukabumi Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kawasan Manado Town Square Diterjang Banjir Rob, Warga Malah Menonton Ombak

Kawasan Manado Town Square Diterjang Banjir Rob, Warga Malah Menonton Ombak

Regional
Gelombang Pasang Rusak 57 Rumah di Kotabaru Kalsel

Gelombang Pasang Rusak 57 Rumah di Kotabaru Kalsel

Regional
Soal Sekolah Libur atau Tidak Selama Periode Nataru, Disdik Solo Masih Tunggu Keputusan Pemerintah

Soal Sekolah Libur atau Tidak Selama Periode Nataru, Disdik Solo Masih Tunggu Keputusan Pemerintah

Regional
Percakapan Agen Asuransi dan Nasabah Diusulkan Direkam, Jadi Bukti Aduan ke OJK Jika Ada Sengketa

Percakapan Agen Asuransi dan Nasabah Diusulkan Direkam, Jadi Bukti Aduan ke OJK Jika Ada Sengketa

Regional
Bupati Bantul Berharap Ibu dari Pemuda yang Jual Perabotan Cabut Laporan Polisi

Bupati Bantul Berharap Ibu dari Pemuda yang Jual Perabotan Cabut Laporan Polisi

Regional
Rumah, Kapal, dan Bagan Nelayan Hancur Diterjang Rob, Warga Polewali Mengungsi

Rumah, Kapal, dan Bagan Nelayan Hancur Diterjang Rob, Warga Polewali Mengungsi

Regional
Aduan Perilaku 'Debt Collector' Mendominasi Sepanjang 2021, OJK: Karena Banyak yang Pinjam ke Pinjol Ilegal

Aduan Perilaku "Debt Collector" Mendominasi Sepanjang 2021, OJK: Karena Banyak yang Pinjam ke Pinjol Ilegal

Regional
Tak Punya Uang untuk Sewa PSK Online, Pria di Bali Nekat Gadaikan Motor Teman

Tak Punya Uang untuk Sewa PSK Online, Pria di Bali Nekat Gadaikan Motor Teman

Regional
BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Pasang yang Munculkan Rob di Sulut

BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Pasang yang Munculkan Rob di Sulut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.