Kompas.com - 17/08/2021, 12:24 WIB
Mariano Parada koordinator Forum Generasi Pejuang 99 saat menggelar aksi damai terkait status lahan tinggal Haliwen-Depan Bandara di depan Gedung DPRD Kabupaten Belu, NTT Dokumen Mariano ParadaMariano Parada koordinator Forum Generasi Pejuang 99 saat menggelar aksi damai terkait status lahan tinggal Haliwen-Depan Bandara di depan Gedung DPRD Kabupaten Belu, NTT


KUPANG, KOMPAS.com - Masih membekas dalam ingatan Mariano Parada, saat menyerahkan langsung sepucuk surat kepada Presiden Joko Widodo, Rabu 28 Desember 2016 lalu.

Waktu itu, Jokowi baru saja meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mariano Parada yang merupakan tokoh pemuda eks Timor Timur (Timtim) bersama beberapa tokoh masyarakat, melakukan penghadangan dengan sebuah spanduk bertuliskan 'Kami Warga Eks Pengungsi Timor Timur Merindukan Kedatangan Bapak".

Penghadangan itu, dilakukan sesaat setelah kendaraan Presiden Jokowi hendak menuju ke Bandara AA Bere Talo di Atambua setelah kembali dari Motaain.

Baca juga: Prabowo Akan Beri Penghargaan Patriot Bela Negara ke 11.485 Eks Pejuang Timtim

Jokowi yang melihat sekumpulan warga eks Timtim, kemudian berhenti dan memanggil salah satu di antara mereka.

Mariano pun langsung bergerak cepat mendekati mobil Presiden Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya lalu dekati Pak Jokowi dan serahkan sepucuk surat dan cium tangan beliau. Saya minta maaf karena terpaksa menghadangnya. Saya bilang ini nasib warga eks Timtim tolong diperhatikan pak," kata Mariano, kepada Kompas.com, Selasa (17/8/2021).

"Saat menerima surat, beliau (Jokowi) hanya senyum dan bilang terima kasih. Lalu beliau kasih baju kaos hitam ada tulisan Jokowi di dada," sambung Mariano.

Mariano menuturkan, isi surat yang diberikan ke Jokowi, poinnya tentang refleksi semua warga eks pengungsi Timtim yang memilih bertahan demi kecintaannya untuk NKRI pasca-kalah jajak pendapat pada tahun 1999 silam.

Dalam surat itu pun tertulis warga eks Timtim, meminta adanya perhatian pemerintah pusat terkait sejumlah masalah yang membelit mereka.

Surat yang dikasih ke Jokowi, hingga saat ini belum juga dibalas.

Namun, Mariano tidak berkecil hati. Dia tetap yakin suatu saat pemerintah bisa memperhatikan nasib mereka.

"Mungkin suratnya tidak perlu dibalas juga tidak apa-apa. Yang penting, ditindaklanjuti dengan adanya perhatian (wujud) sebagaimana isi surat tersebut," ujar Mariano.

Tepat di hari peringatan HUT ke-76 RI, Mariano secara pribadi menyampaikan dirgahayu dan rasa syukur.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Para Perempuan Positif HIV di Papua, Masih Ingin Hidup dan Melihat Anak Beranjak Dewasa

Cerita Para Perempuan Positif HIV di Papua, Masih Ingin Hidup dan Melihat Anak Beranjak Dewasa

Regional
Istri Kopral TNI Dianiya Perampok, Bermula Pergoki Pelaku yang Hendak Beraksi

Istri Kopral TNI Dianiya Perampok, Bermula Pergoki Pelaku yang Hendak Beraksi

Regional
Lampiaskan Kemarahan, Oknum Suporter Aniaya Pedagang Angkringan

Lampiaskan Kemarahan, Oknum Suporter Aniaya Pedagang Angkringan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Joko Santoso Alami Kebutaan Usai Vaksin | Sopir Taksi Online Tewas Dibunuh Penumpangnya

[POPULER NUSANTARA] Joko Santoso Alami Kebutaan Usai Vaksin | Sopir Taksi Online Tewas Dibunuh Penumpangnya

Regional
Mahasiswi Unsri Diduga Korban Pelecehan Seksual Dosen Dicoret dari Daftar Yudisium, Ini Penjelasan Kampus

Mahasiswi Unsri Diduga Korban Pelecehan Seksual Dosen Dicoret dari Daftar Yudisium, Ini Penjelasan Kampus

Regional
Pria Ini Nekat Rampok Rumah dan Menganiaya Istri Anggota TNI

Pria Ini Nekat Rampok Rumah dan Menganiaya Istri Anggota TNI

Regional
Identitas Pemeran Video Tak Senonoh di Bandara YIA Diketahui, Polisi Buru Pelaku

Identitas Pemeran Video Tak Senonoh di Bandara YIA Diketahui, Polisi Buru Pelaku

Regional
Aniaya PKL, 8 Oknum Suporter di Batang Ditangkap Polisi

Aniaya PKL, 8 Oknum Suporter di Batang Ditangkap Polisi

Regional
Kata Pemkot Malang soal Joko Santoso yang Tidak Bisa Melihat Setelah Divaksin Covid-19

Kata Pemkot Malang soal Joko Santoso yang Tidak Bisa Melihat Setelah Divaksin Covid-19

Regional
2 Bulan Buron, Eks Kacab Bank Sultra yang Jadi Tersangka Korupsi Ditangkap di Jakarta

2 Bulan Buron, Eks Kacab Bank Sultra yang Jadi Tersangka Korupsi Ditangkap di Jakarta

Regional
Cerita Warga di Blitar Sembelih Kambing, Syukuran karena Sekdes Jadi Tersangka Penggelapan Dana PBB

Cerita Warga di Blitar Sembelih Kambing, Syukuran karena Sekdes Jadi Tersangka Penggelapan Dana PBB

Regional
Tagih Cicilan Utang Rp 75.000, 2 Pegawai Koperasi di Bolmut Sulut Malah Ditusuk

Tagih Cicilan Utang Rp 75.000, 2 Pegawai Koperasi di Bolmut Sulut Malah Ditusuk

Regional
Berawal Diminta Pindah dari Gubuk yang Ditempati, Pria di Sumut Dibakar Hidup-hidup oleh Sekelompok Orang

Berawal Diminta Pindah dari Gubuk yang Ditempati, Pria di Sumut Dibakar Hidup-hidup oleh Sekelompok Orang

Regional
DPRD Jember Pertanyakan Kelanjutan Kasus Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Pemakaman Covid-19

DPRD Jember Pertanyakan Kelanjutan Kasus Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Pemakaman Covid-19

Regional
Rugi akibat Gagal Panen, Sekdes di Blitar Nekat Gelapkan Dana PBB untuk Keperluan Pribadi

Rugi akibat Gagal Panen, Sekdes di Blitar Nekat Gelapkan Dana PBB untuk Keperluan Pribadi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.