Kompas.com - 17/08/2021, 07:57 WIB
Suasana di dermaga warna-warni Kampung Yoboi, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (18/7/2020) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDISuasana di dermaga warna-warni Kampung Yoboi, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (18/7/2020)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Indonesia genap berusia 76 tahun sejak Soekarno membacakan teks proklamasi di Jalan Pegangsaan Timoer 56 pada 17 Agustus 1945.

Sudah banyak pembangun yang dibuat negara selama 76 tahun, tetapi masih banyak juga kekurangan yang masih harus menjadi perhatian negara.

Untuk beberapa masyarakat di Papua, perayaan kemerdekaan Indonesia ke-76 memiliki berbagai makna.

Seperti yang diungkapkan Billy Tokoro, pemuda dari Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, yang berpandangan bila tema HUT ke-76 RI harus bisa diwujudkan hingga ke perkampungan.

Baca juga: 4 Anak asal Indramayu Dijadikan Pekerja Hiburan Malam di Papua, Begini Modus dan Jaringannya

"Sesuai dengan tema, Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh, ya saya berharap negara bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua," ujar Billy, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (16/8/2021) malam.

Untuk mengisi kemerdekaan, Billy mengaku tidak ingin bergantung kepada program pemerintah.

Dia menyebut, para pemuda di Kampung Yoboi telah secara mandiri membangun industri pariwisata yang saat ini telah menjadi penghasilan rutin bagi masyarakat.

"Untuk kami di Yoboi bagaimana kami bisa mandiri memajukan pariwisata di kampung yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat," kata Billy.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa di Selatan Banten Terjadi Beberapa Detik, Warga Bayah Panik

Gempa di Selatan Banten Terjadi Beberapa Detik, Warga Bayah Panik

Regional
Duduk Perkara Kapolrestabes Medan Diduga Terima Suap Rp 75 Juta dari Istri Bandar Narkoba, Berawal 'Nyanyian' Bripka Rikardo

Duduk Perkara Kapolrestabes Medan Diduga Terima Suap Rp 75 Juta dari Istri Bandar Narkoba, Berawal "Nyanyian" Bripka Rikardo

Regional
15 Hari Beroperasi, Tilang Elektronik di Sukoharjo Menjaring 763 Pengendara Sepeda Motor

15 Hari Beroperasi, Tilang Elektronik di Sukoharjo Menjaring 763 Pengendara Sepeda Motor

Regional
Kasus Panggung Ambruk di Kediri, Polisi Masih Kumpulkan Keterangan Ahli

Kasus Panggung Ambruk di Kediri, Polisi Masih Kumpulkan Keterangan Ahli

Regional
Cabuli Gadis Difabel, Kakek 70 Tahun Ditangkap

Cabuli Gadis Difabel, Kakek 70 Tahun Ditangkap

Regional
11 Jam Terapung dengan Rakit Jeriken di Laut, 6 Penumpang KM Tiga Bersaudara Ditemukan Selamat

11 Jam Terapung dengan Rakit Jeriken di Laut, 6 Penumpang KM Tiga Bersaudara Ditemukan Selamat

Regional
Gempa Magnitudo 5,4 di Banten, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,4 di Banten, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Terjadi Gempa Bumi Magnitudo 5,4 di Bayah Banten

Terjadi Gempa Bumi Magnitudo 5,4 di Bayah Banten

Regional
Aki Alat Pemantau Seismik di Gunung Sumbing Hilang Dicuri

Aki Alat Pemantau Seismik di Gunung Sumbing Hilang Dicuri

Regional
Kisah Kristin, Pedagang yang Keluhkan Suara Blower Saat Gibran Tinjau Pasar Legi, Sudah Berjualan sejak 1980

Kisah Kristin, Pedagang yang Keluhkan Suara Blower Saat Gibran Tinjau Pasar Legi, Sudah Berjualan sejak 1980

Regional
Update Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Bangka Belitung

Update Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Bangka Belitung

Regional
Terjadi 33 Kali Gempa Susulan di Selat Sunda, Ini Penjelasan BMKG

Terjadi 33 Kali Gempa Susulan di Selat Sunda, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Prakiraan Cuaca di Kabupaten Malang Hari Ini, 17 Januari 2022

Prakiraan Cuaca di Kabupaten Malang Hari Ini, 17 Januari 2022

Regional
Data Terkini, 274 Rumah di Lebak Rusak akibat Gempa Bumi

Data Terkini, 274 Rumah di Lebak Rusak akibat Gempa Bumi

Regional
20 Rumah Rusak akibat Puting Beliung di Pontianak

20 Rumah Rusak akibat Puting Beliung di Pontianak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.