Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenang 16 Tahun Hari Damai Aceh, Satu Per Satu Isi Kesepakatan Helsinki RI-GAM Terealisasi

Kompas.com - 16/08/2021, 10:00 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Implementasi butir Kesepakatan Helsinki antara Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang diteken 16 tahun lalu demi pelaksanaan damai Aceh, terus direalisasikan. Satu yang terlaksana hingga tahun ini, yakni pemberian lahan pertanian bagi mantan kombatan GAM, korban konflik, dan tahanan politik di Aceh.

Sebanyak 3.575 hektar lahan pertanian sudah diberikan dalam rentang waktu 2019-2021.  

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Fakhrurrazi Yusuf, saat peringatan 16 tahun Hari Damai Aceh, yang berlangsung di gedung Serbaguna Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh.

“Beberapa daerah yang sudah merealisasikan lahan pertanian dan sudah menyerahkan sertifikat tanahnya adalah Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya dan akan dilanjutkan tahun ini oleh Pemerintah Daerah Nagan Raya, dan seterusnya akan berlanjut ke daerah daerah lainnya,” ujar Fakhurrazi, pada acara seremonial peringatan Hari Damai Aceh, Minggu (15/8/2021).

Baca juga: Kesepakatan Helsinki: Latar Belakang, Isi, Proses, dan Pelaksanaan

Peringatan Hari Damai Aceh tahun ini dilaksanakan sangat sederhana, karena masih dalam situasi Pandemi Covid-19.

Tema peringatan tahun ini adalah "Menjadi Bingkai Perdamaian Dunia". Peringatan itu berlangsung secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan.

Bahkan selain dilaksanakan secara tatap muka, peringatan Hari Damai Aceh ini juga dilaksanakan secara virtual.

Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar, hadir dan memberi sambutan secara virtual pada acara peringatan tersebut.

Baca juga: Setelah 12 Tahun Perdamaian, Aceh Masih Dihantui Kemiskinan

Fakhrurrazi, juga menegaskan bahwa perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia, yang kini usianya sudah 16 tahun sejak ditandatangani pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia, disebut menjadi model penyelesaian konflik sejumlah negara.

"Banyak negara di dunia dan khusus di Asia Tenggara yang menjadikan referensi Mou Helsinki sebagai tolok ukur mereka berdamai untuk menyelesaikan semua persoalan, dan ini bukti damai sudah berjalan dengan baik di Aceh," katanya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Bisa Bertemu, Gibran Sebut Anies Baswedan Hubungi Dirinya Lewat Telepon Pamit Kembali ke Jakarta

Tak Bisa Bertemu, Gibran Sebut Anies Baswedan Hubungi Dirinya Lewat Telepon Pamit Kembali ke Jakarta

Regional
Minta-minta di Perempatan Lampu Merah Padang, 2 Badut Jalanan Disidang Tipiring

Minta-minta di Perempatan Lampu Merah Padang, 2 Badut Jalanan Disidang Tipiring

Regional
Cegah Bentrok Meluas, Ratusan Aparat TNI-Polri Dikerahkan ke Kota Tual

Cegah Bentrok Meluas, Ratusan Aparat TNI-Polri Dikerahkan ke Kota Tual

Regional
Ikut Program Asimilasi, Napi di Lapas Pontianak Ini Malah Kabur

Ikut Program Asimilasi, Napi di Lapas Pontianak Ini Malah Kabur

Regional
Sektor Pangan hingga Rokok Kretek Picu Inflasi di Bangka Belitung

Sektor Pangan hingga Rokok Kretek Picu Inflasi di Bangka Belitung

Regional
Viral Exit Tol Colomadu Bakal Ditutup Selamanya, Jasamarga Angkat Bicara

Viral Exit Tol Colomadu Bakal Ditutup Selamanya, Jasamarga Angkat Bicara

Regional
Kantor Ekspedisi di Rangkasbitung Dibobol Maling, Sejumlah Paket Berisi Handphone Dicuri

Kantor Ekspedisi di Rangkasbitung Dibobol Maling, Sejumlah Paket Berisi Handphone Dicuri

Regional
Tangani Banjir, Pemkot Semarang Usul Pembangunan 'Groundsill' di Sungai Mluweh

Tangani Banjir, Pemkot Semarang Usul Pembangunan "Groundsill" di Sungai Mluweh

Regional
Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Monitor Alat Berat di IKN

Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Monitor Alat Berat di IKN

Regional
2 Perwira Polres Tual Terkena Anak Panah Saat Lerai Bentrok Warga

2 Perwira Polres Tual Terkena Anak Panah Saat Lerai Bentrok Warga

Regional
Anak usia 14 Tahun Hamil 5 Bulan karena Diperkosa Ayah Tiri, Korban Diancam hingga Ketakutan

Anak usia 14 Tahun Hamil 5 Bulan karena Diperkosa Ayah Tiri, Korban Diancam hingga Ketakutan

Regional
Dugaan Tabrak Lari di Sragen, Pengemudi Sepeda Motor Tewas di TKP

Dugaan Tabrak Lari di Sragen, Pengemudi Sepeda Motor Tewas di TKP

Regional
2 Pekerja Bengkel di Babel Curi Aset Perusahaan untuk Dijual Lagi ke Rongsokan

2 Pekerja Bengkel di Babel Curi Aset Perusahaan untuk Dijual Lagi ke Rongsokan

Regional
Latihan Ilmu Kebal, Seorang Polisi di Sulsel Alami Luka Sayat di Leher dan Tusuk di Perut

Latihan Ilmu Kebal, Seorang Polisi di Sulsel Alami Luka Sayat di Leher dan Tusuk di Perut

Regional
40 Hari Buron, Sukarni Terduga Pembunuh Selingkuhan di Malang Tewas Gantung Diri

40 Hari Buron, Sukarni Terduga Pembunuh Selingkuhan di Malang Tewas Gantung Diri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.