Cerita Kakek Bakri, Diusir dari Malaysia dan Hidup di Kebun, Puluhan Tahun Menahan Rindu karena Terpisah dari Anak Istrinya

Kompas.com - 16/08/2021, 05:45 WIB
Daeng Patanga memperdengarkan alunan gambus di rumah warga di Tanjung Batu Nunukan Kaltara. Daeng merupakan eks TKI Malaysia yang tinggal di Nunukan demi mendapat kabar anak istrinya yang ada di Malaysia. Untuk survive ia membuat arang dan tinggal berpindah pindah dari satu kebun ke kebun lain Kompas.com/Ahmad DzulviqorDaeng Patanga memperdengarkan alunan gambus di rumah warga di Tanjung Batu Nunukan Kaltara. Daeng merupakan eks TKI Malaysia yang tinggal di Nunukan demi mendapat kabar anak istrinya yang ada di Malaysia. Untuk survive ia membuat arang dan tinggal berpindah pindah dari satu kebun ke kebun lain

NUNUKAN, KOMPAS.com – Petikan alat musik gambus terdengar syahdu diiringi lantunan selawat Badar yang mengalun merdu dari mulut kakek bernama Bakri alias Daeng Patanga (65).

Kakek asal Bone Sulawesi Selatan tersebut tinggal di tengah kebun dengan sebuah terpal semacam tenda sebagai rumahnya.

Eks TKI Malaysia ini, mulai berada di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara sejak 2016.

Baca juga: Kisah Mbah Mardi, Dapat Amplop Berisi Rp 2 Juta dari Orang Tak Dikenal, Bermula Tertipu Uang Palsu Rp 400.000

Bekerja jadi sopir, diusir dari Malaysia 23 tahun lalu

Ilustrasi Shutterstock Ilustrasi

Kakek Bakri sudah bekerja sebagai supir truk di daerah Sandakan Malaysia sejak 1982 atau di usia 26 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menderita hepatitis B, sehingga otoritas setempat mencatatkan namanya dalam daftar TKI deportasi.

"Saya dihalau (diusir) dari Malaysia tahun 1998, dipulangkan ke Bone Sulawesi Selatan tapi tidak pulang ke rumah, malu dengan keluarga," ujarnya memulai cerita, Minggu (15/8/2021)

Kakek Bakri lalu memutuskan pergi mencari kerja di daerah Palopo. Di sana ia membuka kebun coklat.

Sudah sekitar 17 tahun kebun tersebut ia kelola dan menikmati hasilnya. Sayangnya, terjadi perebutan lahan dengan warga lokal sekitar 2016.

Merasa diri sebagai pendatang, Kakek Bakri terpaksa mengalah dan memilih pergi ke Nunukan sampai hari ini.

Baca juga: Kisah Harimau Dikafani dan Dilayat, Warga Yakin Terjadi Bencana Jika Bangkainya Dibawa ke Luar Kampung

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ricuh hingga Gelas Dilempar dan Kaca Meja Pecah, Musda KBPP Polri Sulut Dibatalkan

Ricuh hingga Gelas Dilempar dan Kaca Meja Pecah, Musda KBPP Polri Sulut Dibatalkan

Regional
Setahun Gelapkan Dana Retribusi, 4 Bendahara Pasar di Pamekasan Kembalikan Rp 480 Juta

Setahun Gelapkan Dana Retribusi, 4 Bendahara Pasar di Pamekasan Kembalikan Rp 480 Juta

Regional
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Perusakan Rumah di Gresik, 1 Pelaku Masih di Bawah Umur

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Perusakan Rumah di Gresik, 1 Pelaku Masih di Bawah Umur

Regional
Imbas Demo Buruh di Gedung Grahadi, Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Macet Total

Imbas Demo Buruh di Gedung Grahadi, Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Macet Total

Regional
Paksakan Mendaki Saat Sakit, Pria Asal Karawang Pingsan di Gunung Raung

Paksakan Mendaki Saat Sakit, Pria Asal Karawang Pingsan di Gunung Raung

Regional
Ganjar Segera Rilis Besaran UMK 2022, Perusahaan Diminta Patuh

Ganjar Segera Rilis Besaran UMK 2022, Perusahaan Diminta Patuh

Regional
Ciamis Siapkan 5 Titik 'Check Point' Nataru di Perbatasan hingga Objek Wisata, Berlaku Desember 2021-Januari 2022

Ciamis Siapkan 5 Titik "Check Point" Nataru di Perbatasan hingga Objek Wisata, Berlaku Desember 2021-Januari 2022

Regional
Pembunuh Perempuan yang Mayatnya Dibuang ke Lahan Kosong Ternyata Masih 16 Tahun

Pembunuh Perempuan yang Mayatnya Dibuang ke Lahan Kosong Ternyata Masih 16 Tahun

Regional
Mediasi Sengketa Lahan Warga Tawiri dan TNI AU, Wali Kota Ambon: Ada Miskomunikasi

Mediasi Sengketa Lahan Warga Tawiri dan TNI AU, Wali Kota Ambon: Ada Miskomunikasi

Regional
Kadin Diharap Bantu UMKM Dapat Sertifikat Halal dan BPOM, agar Produk Mudah Dipasarkan

Kadin Diharap Bantu UMKM Dapat Sertifikat Halal dan BPOM, agar Produk Mudah Dipasarkan

Regional
Demo Buruh di Banten Tuntut UMK Naik 10-13,5 Persen, Atau Mogok Kerja Besar-besaran

Demo Buruh di Banten Tuntut UMK Naik 10-13,5 Persen, Atau Mogok Kerja Besar-besaran

Regional
Resmikan Bendungan Tugu dan Gongseng di Jatim, Jokowi Berharap Aktivitas Pertanian Meningkat

Resmikan Bendungan Tugu dan Gongseng di Jatim, Jokowi Berharap Aktivitas Pertanian Meningkat

Regional
Soal Video Penganiaayan Remaja di Ambon, Pelaku di Bawah Umur, Berawal dari Dendam Masa Lalu

Soal Video Penganiaayan Remaja di Ambon, Pelaku di Bawah Umur, Berawal dari Dendam Masa Lalu

Regional
Berawal Cari Alamat Rumah, Preman di Tasikmalaya Tewas Dikeroyok Warga

Berawal Cari Alamat Rumah, Preman di Tasikmalaya Tewas Dikeroyok Warga

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 30 November 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 30 November 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.