Curhat Penjual Pernak-pernik Agustusan di Parepare, Datang dari Garut tapi Sepi Pembeli

Kompas.com - 14/08/2021, 16:53 WIB
SULSEL (11082021K62-12) Cerita Dedi Mulyana, Warga Garut Jawa Barat, Pedagang Bendera di Kota Parepare, Sulawesi Selatan SUDDIN SYAMSUDDINSULSEL (11082021K62-12) Cerita Dedi Mulyana, Warga Garut Jawa Barat, Pedagang Bendera di Kota Parepare, Sulawesi Selatan

PAREPARE, KOMPAS.com – Sejumlah pedagang pernak-pernik jelang 17 Agustus mulai meramaikan berbagai sudut kota di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Semua pedagang pernak-pernik 17an itu adalah warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang memang tiap tahun berdagang di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Salah satunya adalah Dedi Mulyana, warga Kabupaten Garut, Jawa Barat itu, mulai datang menjajankan aneka pernak-pernik perayaan kemerdekaan sejak 5 Agustus 2021.

Baca juga: Bawa Kartu Vaksin Palsu, 3 Penumpang Kapal di Parepare Ditangkap Polisi

Namun sejak pandemi Dedi Mulyana dan teman-temanya mengeluhkan kurangnya pembeli.

“Di masa pandemi ini beda dengan dua tahun lalu pak. Sekarang sepi pembeli di Parepare, yang ada cuman Instansi pemerintahan yang membeli. Sebelum adanya Covid-19 rata-rata ketua RT/RW di Kota Parepare, Sulawesi Selatan memesan pada kami, setiap perayaan 17 an,“ kata Dedi Mulyana. Rabu (11/08/2021).

Selain keluhan kurangya pembeli pernak-pernik perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, Dedi Mulyana juga mengeluhkan pengeluaran biaya perjalanan dari Kabupaten Garut, Jawa Barat ke Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sebelum pandemi Covid-19, kami ke Parepare, Sulawesi Selatan ini hanya mengeluarkan biaya tiket pesawat, sekarang kita harus tes PCR. Ditambah lagi adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),“ ungkap Dedi.

Baca juga: Meski Diobral, Pernak-pernik Agustusan Masih Sepi Peminat

PPKM, menurut Dedi, membuat perayaan 17 Agustusan di Kota Parepare, dilarang.

Otomatis warga yang biasanya merayakan kemerdekaan Indonesia, tak lagi membeli pernak-pernik merah putih, khusunya bendera dengan umbul-umbul.

“Yang biasanya tiap hari kami bisa menjual 100 bendera dan umbul-umbul, kini di masa pandemi sehari hanya laku paling banyak 10 lembar. Kami berharap agar pandemi cepat berlalu, agar pedagang kecil seperti kami yang datang dari Jawa, bisa juga meraup untung," harap Dedi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir: Indonesia Populasi Muslim Terbesar Dunia, tapi Produk Halalnya Kalah dari Taiwan dan Brasil...

Erick Thohir: Indonesia Populasi Muslim Terbesar Dunia, tapi Produk Halalnya Kalah dari Taiwan dan Brasil...

Regional
Bantu Penanganan Erupsi Semeru, Polda Jatim Terjunkan Tim K-9 hingga Helikopter

Bantu Penanganan Erupsi Semeru, Polda Jatim Terjunkan Tim K-9 hingga Helikopter

Regional
KKB Bakar SMAN 1 Oksibil, Polda Papua: Saksi Sempat Lihat Sekelompok Orang Bawa Senjata Api

KKB Bakar SMAN 1 Oksibil, Polda Papua: Saksi Sempat Lihat Sekelompok Orang Bawa Senjata Api

Regional
SMAN 1 Oksibil Diduga Dibakar KKB Pimpinan Lamek Tapol, Ini Barang Bukti yang Ditemukan Petugas di Lokasi

SMAN 1 Oksibil Diduga Dibakar KKB Pimpinan Lamek Tapol, Ini Barang Bukti yang Ditemukan Petugas di Lokasi

Regional
Kota Banjarmasin Terendam Banjir Rob, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Kota Banjarmasin Terendam Banjir Rob, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Regional
Kejar Target Vaksinasi, Polisi Bawa Vaksinator Datangi Warga Pakai Helikopter di Pelalawan Riau

Kejar Target Vaksinasi, Polisi Bawa Vaksinator Datangi Warga Pakai Helikopter di Pelalawan Riau

Regional
Ada Rencana Mogok Kerja Nasional 6-10 Desember Tolak UMK 2022, Apindo Harap Tak Ada 'Sweeping' Pekerja

Ada Rencana Mogok Kerja Nasional 6-10 Desember Tolak UMK 2022, Apindo Harap Tak Ada "Sweeping" Pekerja

Regional
Palembang PPKM Level 3 Saat Nataru, Warga Masih Boleh Gelar Pesta Pernikahan

Palembang PPKM Level 3 Saat Nataru, Warga Masih Boleh Gelar Pesta Pernikahan

Regional
Ibu Muda Diancam dan Diperkosa Teman Suami Berkali-kali di Samping Anak yang Sedang Tidur

Ibu Muda Diancam dan Diperkosa Teman Suami Berkali-kali di Samping Anak yang Sedang Tidur

Regional
Mi Kristal Rumput Laut Kreasi Warga Karawang Makin Diminati, Cocok untuk Diet Rendah Karbohidrat

Mi Kristal Rumput Laut Kreasi Warga Karawang Makin Diminati, Cocok untuk Diet Rendah Karbohidrat

Regional
Penumpang Pesawat dan Kapal ke Kalbar Cukup Tes Antigen, Bakal Ada Tes PCR Acak

Penumpang Pesawat dan Kapal ke Kalbar Cukup Tes Antigen, Bakal Ada Tes PCR Acak

Regional
Akhir Pelarian Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA, Ditangkap di Bandung, Kini Jadi Tersangka

Akhir Pelarian Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA, Ditangkap di Bandung, Kini Jadi Tersangka

Regional
Cerita Anak Kakek Muslim yang Hibahkan Tanah ke Gereja: Bapak Tak Bedakan Keyakinan untuk Berbagi

Cerita Anak Kakek Muslim yang Hibahkan Tanah ke Gereja: Bapak Tak Bedakan Keyakinan untuk Berbagi

Regional
Kisah Sukses Koperasi di Karawang, Olah Rumput Laut Jadi Produk Kering Agar-agar sampai Mi, Per Tahun Raup Untung Rp 6 Miliar

Kisah Sukses Koperasi di Karawang, Olah Rumput Laut Jadi Produk Kering Agar-agar sampai Mi, Per Tahun Raup Untung Rp 6 Miliar

Regional
KKB Pimpinan Lamek Taplo Diduga Bakar SMA 1 Oksibil, Kapolres: Sengaja Memancing Aparat agar Bisa Ditembaki

KKB Pimpinan Lamek Taplo Diduga Bakar SMA 1 Oksibil, Kapolres: Sengaja Memancing Aparat agar Bisa Ditembaki

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.