Seorang Kakek Tewas dengan Bekas Jeratan di Leher, Uang Rp 10 Juta Miliknya Raib

Kompas.com - 14/08/2021, 15:07 WIB

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Makden (75) warga Desa Blang, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, ditemukan sudah tidak bernyawa di sebuah gubuk dekat rumahnya pada Jumat, (13/8/2020) sore.

Keluarga menyatakan uang tunai sebesar Rp 10 juta di kantong celana korban hilang.

Awalnya, jasad Makden ditemukan Sulaiman (45) saat melintas di depan gubuk itu.

Baca juga: Suami di Kediri Lapor Istrinya Tewas Bunuh Diri, Ternyata Dibunuh

Jasad Makden lalu dibawa ke rumah anaknya. Belakangan ditemukan bekas jeratan di leher korban dan warga langsung menghubungi polisi.

Kasat Reskrim AKP Fauzi menyebutkan, hari ini, Sabtu (14/8/2021), dilakukan olah tempat kejadian perkara.

Di tubuh korban, ditemukan bekas jeratan tali pada bagian leher. Diduga korban meninggal dunia karena dijerat dengan tali.

“Kita masih dalami semua keterangan saksi. Tim sudah lakukan olah tempat kejadian perkara,” kata Fauzi saat dihubungi.

Baca juga: Kakek, Nenek dan Cucu Ditemukan Tewas Penuh Luka di Kebun Sawit, Diduga Dibunuh

Sementara itu, Muslim, anak korban menyakini ayahnya dibunuh. Pasalnya, uang di kantong korban tidak ada lagi.

“Ayah saya biasa selalu menyimpan uang di kantong celana. Ini tidak ada uang itu. Saya duga beliau dibunuh buat ambil uangnya,” kata mUslim.

Dia meminta polisi mengusut tuntas kematian ayahnya. Apalagi ditemukan jeratan tali di leher korban.

“Kami harap pelakunya bisa ditangkap sampai dihukum seberat-beratnya,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terendam Banjir Rob, Ratusan Siswa SMKN 1 Sayung Belajar Daring

Terendam Banjir Rob, Ratusan Siswa SMKN 1 Sayung Belajar Daring

Regional
WNA Bulgaria Bobol Uang Nasabah dengan VIP Card, Polisi: Modus Cukup Canggih

WNA Bulgaria Bobol Uang Nasabah dengan VIP Card, Polisi: Modus Cukup Canggih

Regional
Polisi Amankan Pria Bawa 20 Bungkus Ganja di Bandara Sentani Jayapura

Polisi Amankan Pria Bawa 20 Bungkus Ganja di Bandara Sentani Jayapura

Regional
Pesisir Barat Gempa Magnitudo 5,1 BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Pesisir Barat Gempa Magnitudo 5,1 BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Keluhkan Sakit Perut, Siswi SD di Bengkulu Hamil 6 Bulan, Polisi Ringkus Pemerkosa

Keluhkan Sakit Perut, Siswi SD di Bengkulu Hamil 6 Bulan, Polisi Ringkus Pemerkosa

Regional
Mengunjungi Rumah Pemeran Utama Film 'Arul', Tinggal di Tebing Berdinding Bilik Bambu

Mengunjungi Rumah Pemeran Utama Film "Arul", Tinggal di Tebing Berdinding Bilik Bambu

Regional
Mengintip Progres Dua Proyek Raksasa Penyedia Air Baku untuk Ibu Kota Nusantara…

Mengintip Progres Dua Proyek Raksasa Penyedia Air Baku untuk Ibu Kota Nusantara…

Regional
Bentrok Perguruan Silat Kerap Terjadi, Apa yang Perlu Dilakukan untuk Menghentikannya?

Bentrok Perguruan Silat Kerap Terjadi, Apa yang Perlu Dilakukan untuk Menghentikannya?

Regional
Jelang Idul Adha, Ketersediaan Daging di Sumut Aman, Cukup untuk 3 Bulan

Jelang Idul Adha, Ketersediaan Daging di Sumut Aman, Cukup untuk 3 Bulan

Regional
Jepara Ourland Park: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Jepara Ourland Park: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Regional
Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Regional
Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Regional
Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.