Kisah Pemilik Rumah di Gunungkidul yang Disinggahi Jenderal Soedirman Saat Gerilya: Hanya Mau Dipanggil "Kang":

Kompas.com - 14/08/2021, 07:00 WIB
Samiyem pemilik Rumahnya yang disinggahi Jenderal Soedirman saat Bergerilya di Gunungkidul KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOSamiyem pemilik Rumahnya yang disinggahi Jenderal Soedirman saat Bergerilya di Gunungkidul

 

YOGYAKARTA,KOMPAS.com-Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman melakukan serangan gerilya dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur pada Desember 1948 sampai Juli 1949.

Selama perjalanan panjang perang gerilya, Soedirman melewati berbagai wilayah termasuk Gunungkidul.

Dikutip dari buku 'Peran Gunungkidul dalam Perang Gerilya Jendral Soedirman' karya Rudi Winarso dan Pamuji Raharjo, rute gerilya sepanjang 1009 kilometer yang dimulai dari Bintaran pada 19 Desember 1948 dan berakhir di Ndalem Mangkubumen 10 Juli 1949.

Sebelum Perintah Kilat No.1.PB/D/48 diumumkan, jauh hari TNI membuat keputusan berupa perintah Siasat No.1/Stop/48/5/48 yang ditandatangani Soedirman.

Baca juga: Tinjau Bandara Jenderal Soedirman, Jokowi: Penumpang Sudah 70 Persen, Alhamdulillah

Inti dari Perintah Siasat ini adalah TNI berjuang bergerilya.

Rutr Perang Gerilya Rakyat Semesta dari Kota Yogyakarta-Bantul-Gunungkidul-Wonogiri-Pacitan-Ponorogo-Trenggalek-Tulungagung-Kediri-Nganjuk-Sleman.

Selama di Gunungkidul, Jenderal Besar TNI Soedirman singgah di rumah warga. Salah satunya di Padukuhan Karangtengah, Kalurahan Karangduwet, Kapanewon Paliyan.

Rumah itu saat ini dihuni oleh pasangan Siswo Suparjiyo (90) dan Samiyem (80).

Ditemui Kompas.com di rumahnya, Samiyem dan Suparjiyo tengah menata singkong hasil kebun di samping rumah.

Samiyem mengaku masih kecil saat Pak Dirman datang ke rumah milik orangtuanya Sayuk Marto Pawiro.

Jika merujuk data sejarah, kedatangan Pak Dirman pada 20 Desember 1948 setelah melakukan perjalanan dari Girisekar, Panggang. Kedatangannya sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.

Lalu, ia melanjutkan perjalanan pada 21 Desember 1949 sekitar pukul 04.00 WIB subuh. Kedatangannya ditandu menggunakan kursi. 

"Tidak berbicara apapun saat itu Pak Dirman, datang jam 16.00 WIB perginya adzan subuh (saat keesokan harinya)," ucap Samiyem ditemui di rumahnya Kamis (12/8/2021). 

Baca juga: Ganjar Sambut Pilot dan Penumpang Pesawat Komersial Pertama di Bandara Jenderal Soedirman

Saat itu, Pak Dirman terbaring di rumahnya yang sederhana terbuat dari anyaman bambu. Dia terbaring di ruang tengah. Pak Dirman tidak mau disebut jendral ataupun komandan, hanya mau disebut 'kang' atau kakak.

Selama menginap, tidak banyak percakapan. Orangnya diam, dan hanya sesekali mengobrol.

Meski banyak yang mengawal, tetapi hanya empat orang yang ada di sekitar Pak Dirman. 

"Pakaiannya putih, cuma dikalungkan (sejenis sorban)," ucap Samiyem.

"Khusus yang mengawal pak Dirman hanya empat orang," ucap dia.

Saat ini seluruh alat yang dipakai Pak Dirman sudah dibawa ke museum, sementara di halaman rumahnya didirikan monumen yang ditandangani oleh istri Soedirman pada tahun 1995. Di monumen dibuat replika tandu dan patung Jendral Soedirman.

"Di sini makan telur," kata Siswo Suparjiyo yang juga rumahnya juga tak jauh dari Jendral Soedirman menginap.

Setelah menginap selama hampir 12 jam, Jenderal Soedirman melanjutkan perjalanan ke Playen dengan jalan kaki dan Pak Dirman masih ditandu selama 2 Jam.

Kepala Kundho Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Gunungkidul Agus Kamtono mengatakan, pihaknya sudah membukukan rute Jenderal Soedirman saat perang gerilya di Gunungkidul.

"Perjuangan Jendral Soedirman ternyata di Gunungkidul tempat persinggahan banyak sekali, ada di Paliyan, Playen, Ponjong, dan ada di Karangmojo," kata Agus.

Banyaknya lokasi persinggahan karena waktu itu Gunungkidul masih banyak hutan.

Sejak tahun 2019, kata Agus, pihaknya bekerja sama dengan Kodim 0730 Gunungkidul melakukan pelacakan terhadap peran masyarakat dalam perang gerilya Jenderal Soedirman. Sehingga muncullah buku  'Peran Gunungkidul dalam Perang Gerilya Jendral Soedirman'.

Perlu diketahui, Panglima Jendral Soedirman lahir di Kabupaten Purbalingga pada 24 Januari 1916.

Ia meninggal 29 Januari 1950 di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kusuma Negara, Yogyakarta. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dugaan Pemerkosaan Wanita Boyolali, Polda Jateng Masih Periksa Bukti

Dugaan Pemerkosaan Wanita Boyolali, Polda Jateng Masih Periksa Bukti

Regional
Kasus Ayah Curi Getah Karet demi Sekolah Anak Dihentikan, Kejari Tulang Bawang: Restorative Justice

Kasus Ayah Curi Getah Karet demi Sekolah Anak Dihentikan, Kejari Tulang Bawang: Restorative Justice

Regional
Penadah Mobil Rampasan Debt Collector yang Seret Polisi 1 Kilometer Ditangkap, Sudah Jadi Tersangka

Penadah Mobil Rampasan Debt Collector yang Seret Polisi 1 Kilometer Ditangkap, Sudah Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Januari 2022

Regional
Diduga Jalankan Praktik Prostitusi, Puluhan Warung Remang-remang di Mojokerto Ditutup Paksa

Diduga Jalankan Praktik Prostitusi, Puluhan Warung Remang-remang di Mojokerto Ditutup Paksa

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Dalam Sehari 283 Warga Asal Kabupaten Bogor Terpapar

Kasus Covid-19 Melonjak, Dalam Sehari 283 Warga Asal Kabupaten Bogor Terpapar

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Januari 2022

Regional
3 Tersangka Kasus Mafia Tanah Pembangunan Jalan Wisata Kendari-Toronipa Ditahan

3 Tersangka Kasus Mafia Tanah Pembangunan Jalan Wisata Kendari-Toronipa Ditahan

Regional
Ledakan di Rumah Grobogan, Polisi Sebut Penyebabnya Bahan Petasan untuk Mengusir Kelelawar

Ledakan di Rumah Grobogan, Polisi Sebut Penyebabnya Bahan Petasan untuk Mengusir Kelelawar

Regional
Polisi Periksa Kejiwaan Pelajar SMP di Kupang yang Terjatuh ke Jembatan Liliba

Polisi Periksa Kejiwaan Pelajar SMP di Kupang yang Terjatuh ke Jembatan Liliba

Regional
Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan, KPK Periksa 11 Pejabat Pemkab Buru Selatan

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan, KPK Periksa 11 Pejabat Pemkab Buru Selatan

Regional
Detik-detik Mobil Angkutan Desa Terbalik di NTT, Ban Meletus, 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Mobil Angkutan Desa Terbalik di NTT, Ban Meletus, 1 Penumpang Tewas

Regional
Kapolda Maluku: Apa Pun Alasannya, Masyarakat Tidak Boleh Pegang Senjata, Ini Sangat Berbahaya

Kapolda Maluku: Apa Pun Alasannya, Masyarakat Tidak Boleh Pegang Senjata, Ini Sangat Berbahaya

Regional
Polisi Buru Otak Pelaku Pemerkosaan Penyandang Disabilitas di Bogor

Polisi Buru Otak Pelaku Pemerkosaan Penyandang Disabilitas di Bogor

Regional
3 Prajurit Gugur Ditembak KKB, Panglima TNI Bantah Ada Upaya Provokasi: Kami Diserang

3 Prajurit Gugur Ditembak KKB, Panglima TNI Bantah Ada Upaya Provokasi: Kami Diserang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.