Kompas.com - 14/08/2021, 06:45 WIB
Barang bukti 1028 pil double L yang dilempar orang tidak dikenal ke dalam Lapas Kelas IIB Tuban, Jawa Timur. KOMPAS.COM/HAMIMBarang bukti 1028 pil double L yang dilempar orang tidak dikenal ke dalam Lapas Kelas IIB Tuban, Jawa Timur.

TUBAN, KOMPAS.com - Polisi menetapkan seorang narapidana berinisial MS sebagai tersangka kasus penyelundupan pil koplo sebanyak 1.028 butir pil double L di Lapas Kelas IIB Tuban, Jawa Timur.

MS, warga Desa Pucangan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, ditetapkan tersangka setelah pihak kepolisian memeriksa tersangka dan tiga orang narapidana lainnya sebagai saksi.

Ketiga narapidana yang menjadi saksi tersebut adalah MM, US, dan SI, pelaku yang mengambil bingkisan barang terlarang dari orang tak dikenal di luar Lapas.

Baca juga: Lapas Kelas IIB Tuban Dilempari 1.028 Pil Koplo oleh Orang Tak Dikenal

Kasat Reskoba Polres Tuban, AKP Daky Dzulqornain mengatakan, dari hasil penyidikan dan pemeriksaan semua saksi, MS memesan pil koplo tersebut dari luar Lapas.

Namun, MS meminta tolong SI, narapidana yang bertugas di dapur Lapas untuk mengambil kiriman barang terlarang tersebut di area lapangan Lapas.

"Pengakuannya SI hanya disuruh untuk mengambil barang tanpa dikasih tahu isinya dengan iming-iming akan diberikan imbalan uang," kata AKP Daky Dzulqornain, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (13/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah didalami oleh penyidik Satreskoba Polres Tuban, ribuan pil double L tersebut ternyata dipesan MS dari UF warga Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban yang masih dalam pengejaran.

"Untuk pelaku yang diduga sebagai pelempar barang terlarang itu kini masih buron, tapi kita sudah kantongi Identitas dan ciri-cirinya," terangnya.

Baca juga: Gara-gara Dana Bansos Tak Dicairkan Semua, Risma Marah Saat Berkunjung ke Tuban: Ini Saya Bongkar...

Daky menyampaikan, berdasarkan pengakuan tersangka MS, obat pil double L tersebut dipesan untuk konsumsi sendiri dan bukan untuk dijual kembali kepada tahanan di Lapas.

Namun, menurutnya, para saksi justru mengaku pernah diberi pil double L oleh tersangka untuk dikonsumsi dan membayar dengan imbalan memijat maupun membelikan kopi.

"Pengakuannya tidak semua napi diberi pil, hanya beberapa saja yang dekat dengan jumlah satu sampai dua butir," jelasnya.

Berdasarkan data Satreskoba Polres Tuban, tersangka MS yang sudah menjadi narapidana kasus narkoba dengan vonis 4 tahun penjara itu, ternyata pernah berusaha menyelundupkan pil double L ke dalam Lapas kelas IIB Tuban pada 2018.

MS saat itu meminta istrinya menyelundupkan pil double L melalui tempat makanan ke dalam Lapas. Tetapi, usahanya digagalkan petugas.

"MS kembali divonis dan saat itu istrinya juga divonis 3,5 tahun, sekarang upaya penyelundupan dilakukan lagi," tuturnya.

Baca juga: Positif Konsumsi Narkoba, Lima Anggota DPRD Labura Ditetapkan sebagai Tersangka oleh Polisi

Akibat perbuatannya, MS terancam akan lebih lama mendekam di tahanan sesuai Undang-undang 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 197 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara paling lama dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Sebelumnya, petugas Lapas kelas IIB Tuban, Kamis (12/8/2021), berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1028 butir pil double L ke dalam Lapas yang dilakukan dengan cara dilempar dari luar.

Pihak lapas sendiri tidak mengetahui pelaku pelemparan barang terlarang tersebut ke dalam lapas.

Petugas Lapas pun berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan mengamankan 4 orang narapidana yakni IS, MM, MS, dan US yang diduga sebagai pemesan barang terlarang tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Blora Dilarang Rayakan Pergantian Tahun di Area Publik dan Hotel

Warga Blora Dilarang Rayakan Pergantian Tahun di Area Publik dan Hotel

Regional
Pria yang Video TikTok-nya Viral Bersama Teman Perempuannya Berseragam Bhayangkari Ternyata Seorang Satpam

Pria yang Video TikTok-nya Viral Bersama Teman Perempuannya Berseragam Bhayangkari Ternyata Seorang Satpam

Regional
Sidang Korupsi Masjid Sriwijaya, Ini Alasan Jaksa Tuntut Eks Karo Kesra Sumsel 15 Tahun Bui, Lebih Berat Dibanding Sekda

Sidang Korupsi Masjid Sriwijaya, Ini Alasan Jaksa Tuntut Eks Karo Kesra Sumsel 15 Tahun Bui, Lebih Berat Dibanding Sekda

Regional
Muncul Relawan Airpres di Semarang, Dukung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Muncul Relawan Airpres di Semarang, Dukung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Regional
'Jangan Dekati Zona Merah Semeru, Apalagi Sekadar Selfie, Ini Lokasi Bencana Bukan Wisata'

"Jangan Dekati Zona Merah Semeru, Apalagi Sekadar Selfie, Ini Lokasi Bencana Bukan Wisata"

Regional
Antisipasi Terjangan Banjir Lahar Gunung Merapi, Sumber Mata Air di Sleman Diamankan

Antisipasi Terjangan Banjir Lahar Gunung Merapi, Sumber Mata Air di Sleman Diamankan

Regional
Gempa M 5,1 Guncang Lembata NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,1 Guncang Lembata NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Momen Polisi Sambangi Buruh Tani yang Sedang Tanam Padi, Diajak Vaksinasi

Momen Polisi Sambangi Buruh Tani yang Sedang Tanam Padi, Diajak Vaksinasi

Regional
Guru Pesantren di Bandung Perkosa Belasan Santriwati, Dihukum Kebiri?

Guru Pesantren di Bandung Perkosa Belasan Santriwati, Dihukum Kebiri?

Regional
Bukan karena Vaksin, Kebutaan Joko Santoso Disebut akibat Peradangan Saraf Mata

Bukan karena Vaksin, Kebutaan Joko Santoso Disebut akibat Peradangan Saraf Mata

Regional
Cerita Nakes di Luwu Dijerat UU ITE, Dipicu Surat Hasil Temuan Makanan Berformalin yang Tersebar di Medsos

Cerita Nakes di Luwu Dijerat UU ITE, Dipicu Surat Hasil Temuan Makanan Berformalin yang Tersebar di Medsos

Regional
Satpam Mengaku Polisi, Buat Video TikTok dengan Teman Perempuan yang Gunakan Seragam Bhayangkari

Satpam Mengaku Polisi, Buat Video TikTok dengan Teman Perempuan yang Gunakan Seragam Bhayangkari

Regional
Cianjur Rawan Tsunami, tapi Alat Deteksi Dininya Malah Rusak, Terbengkalai 4 Tahun

Cianjur Rawan Tsunami, tapi Alat Deteksi Dininya Malah Rusak, Terbengkalai 4 Tahun

Regional
PPKM Level 3 Serentak Batal, Lampu Jalan di Kota Tegal Kembali Dinyalakan Lebih Awal

PPKM Level 3 Serentak Batal, Lampu Jalan di Kota Tegal Kembali Dinyalakan Lebih Awal

Regional
Terjebak Macet akibat Tanah Longsor hingga Meninggal, Jenazah Ditandu Lewat Pinggir Sungai

Terjebak Macet akibat Tanah Longsor hingga Meninggal, Jenazah Ditandu Lewat Pinggir Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.