Kompas.com - 13/08/2021, 16:47 WIB
Tersangka pelaku penganiayaan terhadap korban berinisial FZ (12) yang video penganiayaannya viral di media sosial, diapit dua personel Polres Nias. KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWATersangka pelaku penganiayaan terhadap korban berinisial FZ (12) yang video penganiayaannya viral di media sosial, diapit dua personel Polres Nias.

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Korban penganiayaan yang masih berusia 12 tahun, FZ, masih dirawat di Rumah Sakit Umum Dr. Thomsen Nias, setelah sebelumnya dirawat di RS Bethesda. FZ jadi korban penganiayaan yang videonya viral di media sosial (medsos). 

Dalam video yang beredar, tampak seorang pria menganiaya seorang anak di bawah umur dalam rumah. Korban yang dianiaya berulang-ulang oleh orang dewasa terlihat sangat memprihatinkan.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Nias, Sumatera Utara, Ipda Omrin Siallagan mengatakan, kejadian tersebut sedang ditangani Polres Nias. 

Kasus tersebut sudah menjadi atensi dari Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan, agar segera dan cepat serta presisi menangani kasus tersebut.

"Kasus ini sedang kita tangani, korban sedang menjalani perawatan di RSU Dr Thomsen Nias dan pelaku sudah ditahan," kata Kanit PPA Polres Nias, Ipda Omrin Siallagan, Jumat (13/8/2021) yang dihubungi melalui sambungan seluler.

Baca juga: Lever Polisi Muda Rusak Diduga Dipukuli Beberapa Senior, Keluarga Yakin Korban Dianiaya dengan Benda Tumpul

Korban sedang jalani trauma healing

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini korban menjalani "trauma healing" untuk mengatasi gangguan psikologis anak. Sementara pelaku masih menjalani pemeriksaan rutin.

Omrin mengatakan, pelaku penganiayaan bernama Sudiman Zebua Alias Iman alias Ama Misel (25), warga Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Korban sendiri beralamat sama dengan pelaku.

Selama pemeriksaan telah dimintai keterangan baik kepada korban, pelapor dan terlapor. Rencananya minggu depan ini, akan dilakukan pemanggilan saksi terhadap 3 orang saksi lagi.

"Kita sudah mengirimkan surat pemanggilan kepada 3 orang saksi lagi, dan rencananya minggu depan ini akan dilakukan pemeriksaan," ujar Omrin.

Polres Nias berharap kasus ini segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, sehingga kasus-kasus serupa tidak terulang di wilayah hukum Polres Nias.

Baca juga: Organ Lever Polisi Muda Terbelah gara-gara Dikeroyok Senior, Polda Jabar: Kasus Masuk Tahap Penyelidikan

 

Bermula dari kesal adik pelaku berkelahi dengan korban

Omrin mengatakan, kejadian itu bermula korban berkelahi dengan adik tersangka. Tersangka kesal dan marah usai adiknya mengadu, lalu mendatangi korban. Kemudian, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban secara berulang-ulang.

Video berdurasi 30 detik tersebut viral di media sosial. Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan memerintahkan untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut.

Setelah dilacak sumber lokasi video dan pemilik video, tim langsung melakukan penangkapan kepada pelaku. Namun dalam proses penangkapan, sempat terjadi adanya aksi menghalangi petugas untuk menangkap pelaku.

"Pas saat pelaku hendak diamankan dan dibawa ke Porles Nias, ada seorang oknum warga mencoba menghalangi petugas, dan setelah diberi edukasi, barulah oknum tersebut mengenrti kenapa pelaku langsung diamankan petugas," ucap Omrin.

Dari hasi pemeriksaan terhadap tersangka disangkakan berlapis yakni melanggar Pasal 44 ayat (1), ayat (2) dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, ancaman hukuman 10 tahun dan denda Rp 30 juta.

Lalu pasal 80 ayat (1), ayat (2) dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman 5 tahun dan denda Rp 100 juta. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Regional
Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Regional
Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Regional
Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Regional
Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Regional
Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Regional
Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Regional
Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Regional
Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Regional
Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Regional
Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Regional
Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Regional
Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Regional
Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.