Ricuh dan Saling Dorong Saat Sidang Paripurna DPRD Maluku Tengah, Anggota Fraksi: Woy, Beta Masih Bicara!

Kompas.com - 13/08/2021, 09:51 WIB
Sidang paripurna laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2020 yang berlangsung di Kantor DPRD Maluku Tengah di Masohi berlangsung ricuh, Kamis siang (12/8/2021) Tangkapan layarSidang paripurna laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2020 yang berlangsung di Kantor DPRD Maluku Tengah di Masohi berlangsung ricuh, Kamis siang (12/8/2021)

KOMPAS.com- Sebuah video mengenai kericuhan di ruang rapat Kantor DPRD Maluku Tengah, beredar.

Dalam video tersebut, tampak seorang anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bernama Sukri Wailissa mengamuk dan mengejar Wakil Ketua DPRD Maluku Tengah Demianus Hattu.

Sukri terlihat sempat mendorong dan menahan kerah Demianus. Dia juga berteriak.

"Woy, beta (saya) masih bicara, beta punya hak bicara, ose (kamu) biadab," pekiknya.

Terlihat pula dalam video tersebut, sejumlah anggota DPRD ikut mengejar Demianus dan terlibat saling dorong.

Sedangkan beberapa lainnya mencoba melerai kericuhan.

Baca juga: Sidang Paripurna LPJ APBD Maluku Tengah Ricuh, Wakil Ketua DPRD Dikejar Anggota

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terjadi ketika sidang paripurna LPJ APBD

Sidang paripurna laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2020 yang berlangsung di Kantor DPRD Maluku Tengah di Masohi berlangsung ricuh, Kamis siang (12/8/2021)Tangkapan layar Sidang paripurna laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2020 yang berlangsung di Kantor DPRD Maluku Tengah di Masohi berlangsung ricuh, Kamis siang (12/8/2021)

Salah seorang anggota DPRD Maluku Tengah Sahabudin Hayoto membenarkan adanya insiden tersebut.

"Iya tapi saat ini masih rapat, nanti saya hubungi lagi," kata dia.

Diketahui, kericuhan tersebut terjadi dalam sidang paripurna Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pelaksanaan APBD Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2020.

Peristiwa berlangsung di ruang rapat utama Kantor DPRD Maluku Tengah, Kamis (12/8/2021).

Baca juga: Sidang Paripurna DPRD Maluku Tengah Ricuh, Sekwan: Ada Anggota Tersinggung Haknya Dibatasi

Duduk perkara kericuhan

Ilustrasi pengeroyokanLADBIBLE Ilustrasi pengeroyokan

Kericuhan bermula saat anggota Fraksi PKB Sukri Wailissa tengah berbicara untuk menyampaikan pandangannya.

Tetapi, Wakil Ketua DPRD Maluku Tengah Demianus Hatta yang memimpin sidang tiba-tiba memutuskan skorsing saat Sukri masih berbicara.

Padahal saat itu pembicaraan belum sampai pada substansi persoalan.

"Jadi saat anggota (Sukri) masih berbicara, mungkin dari pimpinan mengambil skorsing jadi beliau tidak menerima," kata Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Maluku Tengah Sah Alim Latuconsina.

Sukri lalu merasa tak terima hingga mengejar Demianus.

"Ya mungkin tersinggung karena haknya untuk berbicara dibatasi," ujar dia.

Baca juga: Perempuan Asal Pedalaman NTT Maju Jadi Calon Wali Kota Darwin Australia

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Remaja Baku Hantam di Kafe Jepara, Polisi Telusuri dan Tutup Sejumlah Kafe

Video Viral Remaja Baku Hantam di Kafe Jepara, Polisi Telusuri dan Tutup Sejumlah Kafe

Regional
Soal Warga Berfoto di Wilayah Terdampak Erupsi Semeru, Bupati Lumajang: Ini Bukan Tempat Wisata

Soal Warga Berfoto di Wilayah Terdampak Erupsi Semeru, Bupati Lumajang: Ini Bukan Tempat Wisata

Regional
Mengaku Keluarga Pejabat, Pria di Sumsel Larikan Uang Rp 605 Juta Milik Pemborong

Mengaku Keluarga Pejabat, Pria di Sumsel Larikan Uang Rp 605 Juta Milik Pemborong

Regional
Kapolda Banten Perintahkan Tembak di Tempat Berandal yang Mengancam Jiwa

Kapolda Banten Perintahkan Tembak di Tempat Berandal yang Mengancam Jiwa

Regional
Kapolda Maluku Perintahkan Tangkap Warga Tamilow yang Blokade Jalan

Kapolda Maluku Perintahkan Tangkap Warga Tamilow yang Blokade Jalan

Regional
Baru Melahirkan 3 Minggu, Korban Pemerkosaan Guru Pesantren Histeris di Persidangan Saat Dengar Suara Pelaku

Baru Melahirkan 3 Minggu, Korban Pemerkosaan Guru Pesantren Histeris di Persidangan Saat Dengar Suara Pelaku

Regional
Sudah 2 Hari Rumah Dinas Bupati dan DPRD Pamekasan Disegel oleh Warga

Sudah 2 Hari Rumah Dinas Bupati dan DPRD Pamekasan Disegel oleh Warga

Regional
Video Viral Sepeda Motor Tersambar Kereta Api, Bermula Macet di Perlintasan, Pengendara dan Pembonceng Selamat

Video Viral Sepeda Motor Tersambar Kereta Api, Bermula Macet di Perlintasan, Pengendara dan Pembonceng Selamat

Regional
Kesal Jalur Evakuasi Lereng Gunung Merapi Rusak, Warga Mau Ngadu ke Jokowi

Kesal Jalur Evakuasi Lereng Gunung Merapi Rusak, Warga Mau Ngadu ke Jokowi

Regional
Viral, Video Seorang Kakek Lempar Kertas ke Presiden Jokowi Saat Tinjau Lokasi Bencana di Gunung Semeru

Viral, Video Seorang Kakek Lempar Kertas ke Presiden Jokowi Saat Tinjau Lokasi Bencana di Gunung Semeru

Regional
Terungkap Identitas Kerangka Manusia di Kebun Sawit Sumbar

Terungkap Identitas Kerangka Manusia di Kebun Sawit Sumbar

Regional
15 Siswi SD Korban Pencabulan Guru Agama di Cilacap Alami Trauma

15 Siswi SD Korban Pencabulan Guru Agama di Cilacap Alami Trauma

Regional
Ada 9 Bayi yang Dilahirkan Santriwati Korban Pemerkosaan Guru Pesantren di Bandung

Ada 9 Bayi yang Dilahirkan Santriwati Korban Pemerkosaan Guru Pesantren di Bandung

Regional
Hipotermia, Pendaki di Gunung Merbabu Sampai Telepon Istri Minta Dievakuasi

Hipotermia, Pendaki di Gunung Merbabu Sampai Telepon Istri Minta Dievakuasi

Regional
Soal Pungutan Biaya Pemakaman Korban Covid-19 di Madiun, Petugas RSUD Caruban Hanya Bebani Rp 500.000 untuk Ganti Kain Kafan

Soal Pungutan Biaya Pemakaman Korban Covid-19 di Madiun, Petugas RSUD Caruban Hanya Bebani Rp 500.000 untuk Ganti Kain Kafan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.