Kompas.com - 12/08/2021, 17:51 WIB
Kedua pelaku (tengah) diamankan pihak kepolisian, berikut barang bukti kejahatan yang dilakukan. Dok. Polsek NgimbangKedua pelaku (tengah) diamankan pihak kepolisian, berikut barang bukti kejahatan yang dilakukan.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Dua warga Kecamatan Ngimbang, Lamongan, berinisial WS (31) dan SO (29), ditangkap polisi karena diduga melakukan aktivitas penebangan liar.

Mereka ketahuan menebang kayu jati di kawasan hutan KPH Mojokerto BKPH Ngimbang RPH Blawi, petak 53 A yang masuk dalam area Desa Sendangrejo, Minggu (8/8/2021).

Baca juga: Dokter Agus Meninggal Terpapar Covid-19, IDI Lamongan: Semoga Tidak Ada Lagi yang Gugur...

Polisi bersama jajaran Perhutani sempat mendapati beberapa orang sedang melakukan penebangan liar saat penggerebekan yang dilakukan pada Minggu dini hari itu.

Namun, sebagian besar penebang liar melarikan diri. Polisi menangkap WS dan SO beserta sejumlah barang bukti.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita 14 gelondong kayu jati dengan panjang rata-rata dua meter  dan diameter antara 20 hingga 25 centimeter. Serta sebuah truk dengan nomor polisi S 9860 UB yang digunakan pelaku untuk mengangkut kayu jati yang dicuri.

"Saat akan menangkap, waktu itu situasi gelap gulita. Ada beberapa orang yang berhasil melarikan diri," ujar Plt Kapolsek Ngimbang Iptu Turkhan Badri saat dihubungi, Kamis (12/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, pihak kepolisian berjanji akan terus mengembangkan dan menelusuri kasus illegal logging tersebut.

Termasuk, akan berupaya mengungkap serta menangkap beberapa pelaku lain yang melarikan diri saat penggerebekan dilakukan.

"Saat ini kami sedang melakukan pengembangan kasus. Kami masih mendalaminya, termasuk mencari siapa otak di balik illegal logging ini dan memburu pelaku yang kabur," ucap Turkhan.

Baca juga: Bupati Gresik Sayangkan Masih Banyak Pasien Covid-19 Pilih Isoman di Rumah

Polisi menjerat kedua pelaku yang tertangkap dalam kasus illegal logging tersebut dengan Pasal 83 ayat (1) juncto Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

"Ancamannya, paling singkat pidana satu tahun dan paling lama lima tahun, serta denda paling sedikit Rp 500 juta," kata Turkhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pihak Unsri Bantah Coret Nama Korban Pelecehan Seksual Dosen dari Daftar Yudisium: Diikutkan Sesi Kedua

Pihak Unsri Bantah Coret Nama Korban Pelecehan Seksual Dosen dari Daftar Yudisium: Diikutkan Sesi Kedua

Regional
Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar, Eks Ketua DPC Gerindra: Ketua Umum yang Menandatangani Pemecatan Saya

Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar, Eks Ketua DPC Gerindra: Ketua Umum yang Menandatangani Pemecatan Saya

Regional
Eks Ketua DPC Gerindra Ungkap Alasan Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar

Eks Ketua DPC Gerindra Ungkap Alasan Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar

Regional
Dari Karo ke Jakarta, Ini Alasan Masyarakat Liang Melas Kirim 3 Ton Jeruk untuk Presiden Jokowi di Istana Negera

Dari Karo ke Jakarta, Ini Alasan Masyarakat Liang Melas Kirim 3 Ton Jeruk untuk Presiden Jokowi di Istana Negera

Regional
Pilpres 2024, Nasdem Minta Ridwan Kamil Tegaskan Sikap dan Daftar Jadi Kader

Pilpres 2024, Nasdem Minta Ridwan Kamil Tegaskan Sikap dan Daftar Jadi Kader

Regional
Menjaga Rusa Timor, NTT dari Kepunahan Melalui Penangkaran

Menjaga Rusa Timor, NTT dari Kepunahan Melalui Penangkaran

Regional
Terbongkar dari Cuitan Twitter, Mahasiswi Unsri Dilecahkan Oknum Dosen Saat Bimbingan Skripsi

Terbongkar dari Cuitan Twitter, Mahasiswi Unsri Dilecahkan Oknum Dosen Saat Bimbingan Skripsi

Regional
Punya 4 Anak Balita, Penahanan Wanita Korban Penganiayaan Satpol PP Ditangguhkan

Punya 4 Anak Balita, Penahanan Wanita Korban Penganiayaan Satpol PP Ditangguhkan

Regional
Sepasang Dokter Selingkuh, Terjaring Razia Satpol PP di Hotel, Kini Dilaporkan Istri ke Polisi

Sepasang Dokter Selingkuh, Terjaring Razia Satpol PP di Hotel, Kini Dilaporkan Istri ke Polisi

Regional
Cerita Para Perempuan Positif HIV di Papua, Masih Ingin Hidup dan Melihat Anak Beranjak Dewasa

Cerita Para Perempuan Positif HIV di Papua, Masih Ingin Hidup dan Melihat Anak Beranjak Dewasa

Regional
Istri Kopral TNI Dianiya Perampok, Bermula Pergoki Pelaku yang Hendak Beraksi

Istri Kopral TNI Dianiya Perampok, Bermula Pergoki Pelaku yang Hendak Beraksi

Regional
Lampiaskan Kemarahan, Oknum Suporter Aniaya Pedagang Angkringan

Lampiaskan Kemarahan, Oknum Suporter Aniaya Pedagang Angkringan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Joko Santoso Alami Kebutaan Usai Vaksin | Sopir Taksi Online Tewas Dibunuh Penumpangnya

[POPULER NUSANTARA] Joko Santoso Alami Kebutaan Usai Vaksin | Sopir Taksi Online Tewas Dibunuh Penumpangnya

Regional
Mahasiswi Unsri Diduga Korban Pelecehan Seksual Dosen Dicoret dari Daftar Yudisium, Ini Penjelasan Kampus

Mahasiswi Unsri Diduga Korban Pelecehan Seksual Dosen Dicoret dari Daftar Yudisium, Ini Penjelasan Kampus

Regional
Pria Ini Nekat Rampok Rumah dan Menganiaya Istri Anggota TNI

Pria Ini Nekat Rampok Rumah dan Menganiaya Istri Anggota TNI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.