Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Desta Veny Rahayu, Paskibraka Asal Jambi yang Meninggal Saat Berlatih, Tekadnya Kuat Banggakan Orangtua

Kompas.com - 11/08/2021, 15:57 WIB
Suwandi,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

JAMBI,KOMPAS.com - Desta Veny Rahayu, pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) asal Jambi, meninggal usai merasakan pusing dan mual saat pemusatan latihan Paskibraka Provinsi Jambi.

Desta meninggal dunia di RSUD Raden Mattaher Jambi, Minggu (8/8/2021) pukul 03.00 WIB.

Baca juga: Viral, Video Anggota DPRD Bungo Ancam Mogok Kerja karena 3 Bulan Uang Perjalanan Dinas Belum Cair

Desta merupakan salah satu anggota Paskibraka yang semestinya bertugas dalam upacara HUT ke-76 RI di lapangan Kantor Gubernur Jambi pada 17 Agustus mendatang.

Baca juga: Diperiksa Polisi, Anak Akidi Tio Tak Tahu Ayahnya Punya Uang Rp 2 Triliun di Tabungan

"Dia (Desta) adalah anak yang berani dan pantang menyerah, karena ingin menjadi kebanggan orangtua dan daerah Kerinci," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kerinci, PZ Efendi melalui sambungan telepon, Rabu (11/8/2021).

Desta telah mengikuti prosesi tantingan sebagai simbol dimulainya pendidikan dan pelatihan (diklat) Paskibraka 2021 pada Kamis (5/8/2021).

Tantingan adalah prosesi sakral guna melihat seberapa besar tekad calon Paskibraka untuk mengemban tugas yang berat, yakni mengibarkan bendera pada hari kemerdekaan Indonesia.

Desta juga telah mengikuti Pembukaan Pelatihan dan Pembinaan Paskibra yang dipimpin Wakil Gubernur Jambi Abdulah Sani di lapangan Kantor Gubernur Jambi, Jumat (6/8/2021),

Anak petani yang pantang menyerah

Efendi mernceritakan, Desta berasal dari keluarga petani di Desa Bedeng Dua, Kecamatan Kayuaro Barat, Kabupaten Kerinci.

Pada saat seleksi Paskibraka pada 2020, semangat juang Desta sangat kuat dan pantang menyerah.

Dalam seleksi, dia mendapatkan nilai tinggi, sehingga dipercaya mewakili Kerinci di tingkat provinsi.

"Dia sosok yang pendiam, tapi penuh tanggung jawab dan cerdas. Dalam latihan dia begitu bersemangat dan berambisi," kata Efendi.

Anak bungsu dari tiga saudara ini menyingkirkan 200 peserta dan terpilih mewakili Kerinci ke tingkat provinsi bersama tujuh rekan lainnya.

Mengeluh sakit

Kasi Kreativitas Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Diskepora Provinsi Jambi Devi Wiyanti Azwar mengatakan, sebelum meninggal, Desta mengeluhkan sakit kepala dan mual.

Halaman:


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com